Show Mobile Navigation

Artikel Terkini

Berlangganan Artikel Kuljar Via Email

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Pendaftaran

kultur jaringan anggrek
Showing posts with label kultur jaringan anggrek. Show all posts
Showing posts with label kultur jaringan anggrek. Show all posts

21 November 2012

Pelatihan Kultur Jaringan Anggrek untuk tingkat Pelajar SMK

Esha Garden - Wednesday, November 21, 2012
Pelatihan Kultur Jaringan Anggrek Siswa Sekolah Menengah Kejuruan Ambon  di Eshaflora Plants and Tissue Culture - Bogor


Video Pelatihan kultur jaringan anggrek untuk pelajar siswa SMK ambon di bawakan oleh Ibu Ir Hapsiati, pemilik Esha Flora —



 Praktek penyerbukan anggrek sedang dipraktekan oleh guru-guru SMK Ambon dan guru SMK



 Makasar pealatihan kultur jaringan Anggrek siswa SMK Ambon beserta guru-gurunya dan satu orang Guru SMK juga dari Makasar (eshaflora 19 November 2012 21:12)

20 August 2010

Inovasi Metode Budidaya Anggrek

Esha Garden - Friday, August 20, 2010
Anggrek bulanImage via WikipediaOleh : Edhi Sandra
Kepala  Unit Kultur jaringan  Bagian Konservasi Tumbuhan KSHE Fahutan IPB
Kepala  Laboratorium  Bioteknologi Lingkungan PPLH IPB





Latar Belakang
Indonesia sangat kaya dengan keanekaragaman anggreknya, beberapa jenis anggrek spesies Indonesia sudah sangat dikenal oleh para penganggrek dari dalam maupun luar negeri seperti: anggrek hitam, anggrek bulan raksasa, anggrek dasi, anggrek kuping gajah, anggrek tebu, anggrek kribo,anggrek kantong semar dan masih banyak lagi.
Akan tetapi pengetahuan masyarakat mengenai perbanyakan anggrek masih sangat minim dan mendasar, hal ini menyebabkananggrek masih belum banyak dimiliki oleh masyarakat selain keberadaannya dialam sudah semakin terancam punah.
Mungkin hal ini tidak akan terjadi seandainya saja banyak masyarakat yang pandaimemperbanyak atau membudidayakan anggrek. Sebenarnya teknik budidaya anggrek tidaklah sulit. Asal kita mengetahuiteknik penyerbukan bunga anggrek/termasuk juga penyilangan anggrek, teknikpenyebaran biji anggrek dan pembesarannya, serta teknik aklimatisasianggrek. Hal ini saja masih sangatjarang yang dapat melakukannya.
Disamping itu metode-metode yang terkait dengan budidaya dengan memanfaatkan teknologiterbaru sangat penting untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas budidaya.Oleh sebab itulah maka saya menuliskan artikel ini. Semoga dapat meningkatkanpengetahuan dan wawasan tentang budidaya anggrek.

Sebar Biji Anggrek
Di dalam perbanyakan benih anggrek (buahanggrek), maka pada saat buah tersebut mau di tanam di dalam botol maka disebut"sebar biji". Satu buah anggrek dapat disebar ke dalam botol menjadi satu sampai 5 botol tergantung dari ukuran buahdan banyaknya biji. Biji anggrek berupatepung atau serbuk yang langsung akan bertebaran bila buah matang, oleh sebabitu jangan sampai buah tersebut matang dan pecah maka, kita harus sudah memanennya untuk di sebar bijinya ke dalam botol kultur.
Setelahsebar biji tersebut, maka beberapa waktu kemudian (sekitar 2-3 bulan) biji yangberjumlah ribuan akan tumbuh berdesakan memenuhi botol, oleh sebab itu makaharus dilakukan yang disebut dengan penjarangan atau subkultur, kemudian tumbuhlagi dan berdesakan lagi, maka harus di jarangkan lagi atau di subkultur lagi.Proses ini dapat berlangsung 4-6 kali penjarangan tergantung jenis danmorfologi anggreknya. Setiap kali penjarangan dari satu botol dapat dijarangkanmenjadi sekitar 10 botol.
Sebagaigambaran, kalau proses penjarangannya terjadi 3 kali maka jumlah botol kulturyang dihasilkan adalah 3-5 botol dikali 10 (penjarangan 1) menjadi 30 – 50botol,. Pada penjarangan 2 dikali 10 lagi menjadi 300 – 500 botol dan padapenjarangan 3 dikali 10 lagi menjadi 3000 – 5000 botol.
Secarateoritis adalah bagaimana kita dapat menumbuhkan setiap biji anggrek denganbaik. Jadi kalau penyebarannya terlalupadat dan proses penjarangannya terlambat maka akan terjadi persaingan makanandan kondisi lingkungan. (sinar), yang akan mengakibatkan sebagian biji-bijianggrek tersebut akan mati.
Prosespenjarangan bertujuan agar setiap biji-biji tersebut mempunyai ruang dan jatahmakanan yang memadai untuk tumbuh. Sampai pada akhirnya setiap biji tadi tumbuhmenjadi individu yang lengkap, sudah berdaun dan berakar (plantlet). Kondisi kultur anggrek yang sudah lengkaptersebutlah yang sering dijual para pembuat bibit anggrek, karena bibit anggrektersebut sudah siap untuk diaklimatisasi (dikeluarkan dari bogor).
Permasalahannyaadalah kalau semua bibit anggrek botolan tersebut sudah dijual dan habis, maka tidak ada lagi bibitanggrek jenis / silangan tersebut. Dan pada kondisi tersebut bila konsumenmenginginkan hasil silangan tersebut maka kita akan kesulitan memenuhinya. Permasalahan ini seharusnya tidak perluterjadi bila kita tahu cara mengatasinya.
Tujuan
Perbanyakan bibit anggrek botolan dalam jumlah besar dan kontinu.
Pembuatan stok bibit anggrek botolan secara lestari
Ditemukannya inovasi dan metode baru dalam budidaya anggrek.
Dasar Ilmu
Bahwa perbanyakan secara generatif merupakan perbanyakan dengan karakter adanya variasi genetik dari gabungan tetuanya. Dalam proses penyilangan maka hal ini disengaja untuk mendapatkan sifat atau karakter gabungan yang unggul. Variasi genetik yang terdapat pada bibit hasil persilangan akan memperkaya keanekaragaman genetik anggrek di Indonesia.
Sifat atau karakter yang terlihat oleh mata manusia adalah merupakan gabungan dari sifat genetik maupun sifat yang muncul akibat perlakuan/perawatan atau kondisi lingkungan
Dengan mengetahui fungsi dan karakter hormon maka kita dapat memodifikasi dan mengarahkan pertumbuhan anggrek.
Dengan memahami fisiologi pertumbuhan anggrek maka kita dapat merawat dan memodifikasi tahapan pertumbuhan anggrek dengan memberika semua faktor yang diperlukannya.
Wacaana Keilmuan:
mohon masukan bila konversi logika dan keilmuan iniada yang salah. Dalam hal ini diperlukansaling share keilmuan dan pengalaman.)
Mengecambahkan Buah anggrek di luar botol.
Biji anggrek adalah biji yang tidak memiliki cadangan makanan(kotiledon), oleh sebab itulah maka biji anggrek tidak bisa sembarangdikecambahkan. Pada umumnya biji anggrek harus dikecambahkan di dalam botolyang diberi media bahan organic yang sangat bergizi dan diberi pemadatgel/agar. Dengan demikian biji yangtidak mempunyai cadangan makanan tersebut dapat tumbuh dengan baik di dalambotol bermedia tersebut yang kemudian diletakkan pada kondisi lingkungan yangsesuai untuk pertumbuhan. Pertanyaannyaadalah kenapa koq di alam anggrek dapat berkecambah sendiri menempel di pohon-pohon.
Berdasarkan hal tersebut maka kita dapat membuat suatu inovasi bahwasebenarnya kalau biji anggrek tersebut ditumbuhkan di tempat yang sesuai danmengandung makanan, maka walaupun di luar botol maka biji anggrek tersebut akandapat tumbuh.
Lalu bagaimana pendekatannya. Maka kita harus menyesuaikan dengan kebutuhannya dan disesuaikan dengan kondisi yang ada, yaitu:
Biji anggrek perlu tempat yang lembut dan lembab serta mengandung bahan makanan. Oleh sebab itu maka kita dapat membuat lembut dan lembab tersebut dengan membuat wadah yang diberi cocopit atau mos yang kelembaban akibat bahan tersebut yang memang dapat menyerap air dengan baik, tapi usahakan sirkulasi udara juga baik, agar tidak tumbuh cendawan maupun bakteri yang berlebihan.
Untuk meyediakan makanan bagi kebutuhan biji anggrek tersebut maka dapat diberikan dalam bentuk mikoriza, karena dengan adanya mikoriza dan bahan organic hasil penguraian serasah atau bahan organic yang terperangkap di lumut-lumutan yang menempel di batang pohon yang akan menjaga kelembaban dan ketersediaan unsure hara. Mikoriza adalah sejenis cendawan yang dapat bersimbios dengan akar yang dapat menarik unsur N dari udara. Oleh sebab itu media perkecambahan yang kita buat bisa kita beri mikoriza. Dan untuk ketersediaan bahan organic maka dapat diberi hormone auksin, sitokinin da giberelin dosis rendah, kemudian untuk mencegah tumbuhnya cendawan dan bakteri dapat kita hambat pertumbuhannya dengan memberikan antibiotik, amoksilin, kloramfenikol dan streptomicine.
Untuk menjaga kondisi yang optimal dan stabil maka media tersebut harus dijaga kelembaban dan sirkulasi udaranya bisa dibuat dalam bentuk aquarium kecil yang di dindingnya diberi kipas computer kecil dan diberi lampu berwarna merah karena warna merah adalah warna yang sangat penting untuk perkecambahan biji tanaman.  Selamatmencoba......
Memproduksi keiki (bibit anakan) dari tangkai bunga anggrek bulan.
Tangkai bunga adalah organ yang menunjang pertumbuhan organ pembungaanterdiri atas tangkai batang bunga yang disetiap ruas batangnya terdapat titik tumbuh yang kemudian akan tumbuh menjadi kuntum-kuntum bunga yang kemudianakhirnya akan mekar.
Tumbuhnya tangkai bunga merupakan hasil akumulasi proses fisiologis yang dominan adalah fase pembungaan, yang saat itu dominan hormon yang terdapatdalam tumbuhan tersebut adalah hormon giberelin dan tumbuhan tersebut dalamkondisi berlebih cadangan makanan. Dominasinya hormon Giberelin yangmengarahkan pada proses pertumbuhan tangkai bunga tersebut. Mulai dengan tumbuhnyaatau memanjangnya tangkai bunga, tumbuhnya kuntum dan akhirnya mekarnya kuntumbunga, dan pada anggrek alam terjadi penyerbukan dan pembuahan akhirnyaterbentuknya buah anggrek.
Titik tumbuh yang ada di tangkai bunga adalah primodia, awal mula calonorgan kuntum bunga, tapi pada saat masih berupa titik tumbuh, maka sebenarnyatitik tumbuh tersebut masih berpeluang menjadi tunas/pucuk atau akar. Jadititik tumbuh belum terdiferensiasi menjadi organ tertentu. Oleh sebab itulah maka kearah mana tumbuh nyatergantung hormone yang mendominasinya.
Oleh sebab itu bila kita mau membuat bibit anggrek bulan dari tangkaibunga, maka kita tinggal membuat agar dominasinya menjadi sitokinin. Ada dua cara:
a. Merundukkan tangkai bunga sampai lebih rendah dari tanaman anggrek tersebut. Maksudnya adalah Hormon giberelinberada pada seluruh terutama di sel daun, hormon ini yang mendominasipertumbuhan. Sedangkan hormon sitokinin (untuk pertumbuhan tunas diproduksi diujung akar dan ditransfer keatas untuk menumbuhkan tunas, tapi pada kondisitersebut kalah dominasi dengan giberelin yang lebih dominan. Pada saat tangkai bunga di rundukkan sampailebih rendah dari tanaman itu sendiri maka, jumlah sitokinin yang di transfer ketangkai bunga akan bertambah dan terakumulasi akibat efek grafitasi, makalambat laun konsentrasi sitokinin akan menjadi lebih tinggi dari giberelin,maka titik tumbuh yang belum berdiferensiasi menjadi kuntum bunga akan tumbuhmenjadi tunas, yang akhirnya menjadi keiki.
b. Memberikan hormone sitikinin dosis tinggi yang disemproytkan pada tanaman anggrek tersebutsecara rutin sehari 2 kali pagi sore, dengan demikian maka terjadilah tambahanhormone dari luar yang menyebabkan dominasi sitokinin akan melebihi giberelinmaka akhirnya dari titik tumbuh tangkai bunga tersebut akan tumbuh keiki/anakantampa harus dirundukkan. Selamatmencoba..........Anda ada pengalaman lain?
Memperbanyak bibit dari anakan anggrek atau anggrek remaja.
Anakan anggrek adalah anggrek yang sedang dalam proses pertumbuhanmembesar, pada saat itu dominasi di dalam tanaman tersebut adalah keseimbanganantara hormone tunas dan hormone akar dalam konsentrasi yang rendah. Rendahnya konsentrasi hormone tunas dan akarakan saling menyeimbangkan pertumbuhan membesarnya tunas dan akar.
Oleh sebab itubila kita ingin merubah pertumbuhan anakan anggrek tersebut agar tidak tumbuhmembesar, akan tetapi beranak dan memperbanyak diri, maka kita harus mampumerubah dominasi hormone di dalam tanaman tersebut menjadi dominasi hormone tunasdalam konsentrasi yang tinggi. Dalamkonsentrasi yang tinggi tersebut pertumbuhan tunas justru terhambat dandampaknya justru membentuk anakan baru.
Di dalam kultur jaringan, hal ini adalah hal biasa. Hanya pada kondisidi luar maka kebutuhan hormone tunas menjadi lebih banyak dan lebih besar lagi.Kebutuhan hormon sitokinin tersebut misalnya : hormon tunas BAP 20 – 80 mg/ldikombinasikan dengan hormon IAA 20 mg/l. Atau hormon TDZ 20 mg/l dengan hormon IAA/NAA 20 mg/l.
Dengandemikian kita dapat memperbanyak bibit anggrek tanpa melalui dari biji. Selamat mencoba, silahkan kalau adayang mau berbagi ilmu mengenai hal ini...
Memperbanyak bibit anggrek dari bulb Dendrobium.
Sama seperti diatas maka tangkai bulb Dendrobium dapat dipotong-potongsekitar 2 – 3 buku agar, cadangan makanan untuk pertumbuhan keiki memadai daripotongan tersebut. Potongan keikitersebut diletakkan di wadah yang telah diberi kokopit atau mos agar kelembabanterjaga tapi tidak basah, kemudian disemprot dengan hormone tunas seperti diatas , BAP 20 -80 mg/l, atau TDZ 20 mg/ldi tambah dengan neurobion, seperlimadosis. Jadi tangkai bulb Dendrobium yangsudah tidak berdaun jangan dibuang, akrena itu masih berguna sebagai cadanganmakanan, atau dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan anakan/keiki.
Memperbesar bunga anggrek
Agar bunga anggrek yang kita miliki dapat berbunga dengan besar, maka cara mudahnya adalahpada saat tumbuh kuntum bunga, maka dapat kita beri tambahan larutan gula 30g/l air dan vetsin/miwon 20 mg/l selama proses pembesaran bunga, maka bungaanggrek anda akan tmbuh dengan lebih besar dari biasanya dan akan awetberbunganya. Tapi harus hati-hati dengan tumbuhnya cendawan atau bakteri. Oleh sebab itu setelah penyiraman dengan larutan tersebut sebaiknya disemprot denganfungisida dan bakterisida.
Selamat mencoba.......

Sumber Foto:
- Wikipedia,
- Koleksi  foto Agromedia Pustaka, Membuat Anggrek Rajin Berbunga 
Bookmark and Share
Enhanced by Zemanta

25 April 2010

Teknik Perbanyakan Anggrek Raksasa Irian Jaya (Grammatophyllum papuanum J.J. smith) dengan Kultur Jaringan

Esha Garden - Sunday, April 25, 2010
Ringkasan : A. Kurnia E 08300012. Teknik Perbanyakan Anggrek Raksasa Irian Jaya (Grammatophyllum papuanum J.J. smith) dengan Kultur Jaringan, dibawah bimbingan Ir. Edhi Sandra, MSi.

Anggrek merupakan salah satu suku “Orchidaceae” yang cukup banyak jenis nya, sebagian besar keragamannya terpusat di kawasan tropis dan subtropis. Kekayaan alam Indonesia terhadap keanekaragaman jenis anggrek memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai tanaman hias, karena mempunyai nilai estetika tinggi dengan keindahan komposisi bentuk dan warna bunganya.

Di alam keberadaan jenis anggrek ini terancam punah karena pengambilan yang berlebihan menyebabkan terjadinya perubahan dan rusaknya habitat tumbuh anggrek yang dapat mengancam kelestarian anggrek. Di samping itu kegiatan pengeksploitasian yang berlebihan secara terus menerus turut menyebabkan terjadinya kepunahan terhadap keanekaragaman jenis anggrek yang ada di alam.

Tugas akhir ini dilaksanakan di Laboratorium Kultur Jaringan Pusat Konservasi Tumbuhan (PKT) Kebun Raya Bogor – LIPI. Kegiatan tugas akhir ini dilaksanakan selama dua bulan, mulai bulan Mei – Juli 2003.

Tugas akhir ini bertujuan untuk memperbanyak tanaman anggrek raksasa Irian Jaya (Grammatophyllum papuanum J.J. Smith) dengan menggunakan teknik kultur jaringan. Sehingga hasil perbanyakan dapat memberikan informasi untuk menambah wawasan ilmu pengetahuan dalam melestarikan jenis anggrek sebagai bagian dari kegiatan konservasi.

Untuk mencegah terjadinya kepunahan species anggrek raksasa Irian Jaya (Grammatophyllum papuanum J.J. Smith) dilakukan upaya perbanyakan yang tepat untuk menyediakan tanaman-tanaman baru dengan kualitas dan kuatitas yang baik. Salah satu cara perbanyakan yang dilakukan yaitu dengan perbanyakan secara vegetatif (menggunakan bagian organ pertumbuhan tanaman). Sistem perbanyakan tanaman secara vegetatif yang lebih cepat dan dapat menghasilkan jumlah tanaman yang lebih banyak dalam waktu relative singkat dikenal dengan teknik kultur jaringan.

Kultur jaringan sebagai salah satu alternative hasil penerapan teknologi dapat digunakan untuk kepentingan budidaya/ ekonomis maupun konservasi. Metode kultur jaringan dapat menghasilkan dan meningkatkan kualitas dan kuantitas tanaman anggrek.

Teknik kultur jaringan terdiri dari beberapa tahapan yang setiap tahapannya harus dilakukan secara aseptic, terutama pada saat penanaman eksplan kedalam botol kultur untuk menghindari kegagalan pertumbuhan akibat masuk dan berkembangnya organisme lain dalam usaha perbanyakan tanaman anggrek.

Perbanyakan tanaman anggrek raksasa Irian Jaya (Grammatopyllum papuanum J.J. Smith) dengan kultur jaringan memberikan respon yang baik untuk diperbanyak dalam media kultur. Hasil perbanyakan dengan menggunakan bagian tanaman sebagai bahan eksplan yaitu protocorm like bodies, pucuk, dan bagian batang menunjukan tingkat keberhasilan dalam perbanyakan tanaman anggrek dari seluruh perlakuan yang dibuat masing-masing sebanyak 16 botol kultur, protocorm likes bodies utuh menunjukan persentase kultur hidup sebesar 68,75%, Plbs bagian ujung persentase kultur hidup sebesar 56,25%, Plbs pangkal sebesar 43,75%, bagian pucuk persentase kultur hidup sebesar 62,50%, dan pada bagian batang sebesar 37,50%.

Media dasar yang digunakan adalah media Murashige dan Skoog (MS) dengan penambahan zat pengatur tumbuh berupa Indole Butyric Acid (IBA) dan Benzim Adenin (BA). Pada tahapan pembuatan media kultur, alat dan bahan harus dalam keadaan steril.

Sterilisasi terhadap bahan tanaman mutlak dilakukan untuk menghindari terjadinya kegagalan dalam perbanyakan tanaman anggrek. Keberhasilan perbanyakan tanaman anggrek dalam media kultur ditentukan oleh komposisi media yang cocok. Penambahan zat pengatur tumbuh, lingkungan fisik kultur, intensitas cahaya, dan gejala kontaminasi turut mempengaruhi dalam kegiatan perbanyakan tanaman anggrek jenis ini yang merupakan parameter dilakukan pada saat pengamatan kegiatan tugas akhir.

Salah satu factor yang mempengaruhi dalam usaha perbanyakan tanaman anggrek adalah gejala kontaminasi. Kontaminasi pada media ditandai dengan tertutupnya media kultur oleh mikroorganisma seperti jamur dan bakteri, sehingga dapat menyebabkan kegagalan dalam usaha perbanyakan tanaman karena terganggunya pertumbuhan eksplan anggrek. Tanda-tanda kontaminasi yang disebabkan oleh jamur adanya benang-benang hifa dan umum nya berwarna putih, sedangkan kontaminasi yang disebabkan oleh bakteri berupa cairan berlendir dengan berbagai macam warna.

Komposisi penggunaan zat pengatur tumbuh yang ditambahkan dalam media kultur mempengaruhi percepatan dalam perbanyakan tanaman anggrek, dimana bagian tanaman yang dijadikan bahan eksplan dapat tumbuh menjadi tanaman baru. Penggunaan zat pengatur tumbuh dengan menggunakan beberapa perlakuan ternyata berhasil memperbanyak tanaman anggrek raksasa Irian Jaya. Selain itu zat pengatur tumbuh yang digunakan berupa Sitokinin Indole Butyric Acid (IBA) dan Auksin Benzine Adenin (BA) memberikan respon yang jelas terhadap perbanyakan anggrek raksasa Irian Jaya.

Disamping itu pengaruh intensitas cahaya memberikan pengaruh yang sangat jelas terhadap perbanyakan tanaman anggrek raksasa Irian Jaya. Dimana pertumbuhan eksplan anggrek ini tumbuh dan mengatur serta mengintegrasikan kegiatan seluruh bagian tanaman dengan merespon perubahan-perubahan yang terjadi dalam lingkungannya. Pemberian cahaya dengan menggunakan lampu neon keseluruh bagian eksplan memberikan perkembangan yang nyata terhadap perbanyakan anggrek berupa protocorm likes bodies utuh, protocorm like bodies bagian ujung, protocorm like bodies bagian bangkal, pucuk dan pada bagian batang.

Perbanyakan tanaman anggrek raksasa Irian Jaya dengan menggunakan bagian-bagian tanaman yang digunakan menghasilkan perkembangan yang baik dengan menjadi tanaman baru (panlet). Namun karena selang pengamatan yang pendek sehingga hasil terhadap perbanyakan lebih lanjut tidak didapatkan. Di Laboratorium kultur jaringan perbanyakan tanaman anggrek memang membutuhkan waktu untuk mengetahui pertumbuhan dan perkembangannya, oleh sebab itulah maka dibutuhkan jangka pengamatan yang tidak pendek sebab kemampuan regenerasi tanaman pada media kultur juga ditentukan oleh kemampuan regenerasinya dilapangan.


Bookmark and Share

18 March 2010

Aklimatisasi Anggrek dan Pemeliharaan Hingga Berbunga

Esha Garden - Thursday, March 18, 2010
1. Bibit Botolan
Bibit dalam botol merupakan hasil perbanyakan dari persilangan atau kultur jaringan. Yang berasal dari persilangan akan menghasilkan anggrek yang agak berbeda dengan kedua induknya. Dibotol biasanya dicantumkan nama kedua induk anggrek. Sedangkan hasil kultur jaringan dipastikan mempunyai tipe dan corak yang persis sama dengan induk. Cirinya, dibotol dicantumkan nama asli tanaman.

Penganggrek Taiwan kebanyakan menggunakan botol besar dan berdiri; penganggrek ditanah air memakai botol berukuran kecil dan diletakkan dalam posisi datar. Dari sejak memasukkan biji atau planlet hingga bibit botol siap jual membutuhkan waktu 9 bulan.

2. Lokasi Pemeliharaan
Tempat untuk merawat bibit yang baru dikeluarkan dari botolan harus terlindung dari terik matahari alias teduh, misal di teras. Untuk skala usaha, disyaratkan membuat rumah plastik sederhana. Lengkapi dengan rak, jaring net 65-75%, kasa untuk dinding dan blower untuk daerah panas. Itu semua untuk menyesuikan tanaman dengan habitat aslinya

3. Pemeliharaan
Dua minggu pertama tanaman hanya disiram air setiap 3 hari, setelah sehat, ditandai munculnya akar baru, bibit diberikan pupuk dosis rendah yakni 1/8 dari dosis anjuran (1 g/l air) atau sama dengan 0,125 g/l air. Berikan setiap 3 hari. Contoh pupuk yang digunakan: Hyponex, Gandasil dan Vitabloom. Pilih dengan kandungan N tinggi dibanding P dan K, missal 30:15:15.
Untuk mencegah hama dan penyakit disemprotkan fungisida, juga dosis rendah dengan frekuensi sekali seminggu.

4. Repotting
Pada umur 3 bulan sosok tanaman sudah besar, anggrek bulan memiliki 4-5 lembar daun. Pot 1 inci tidak muat lagi. Itulah saat melakukan penggantian pot. Siapkan pot 2,5 inci, stryrofoam moss, cacahan pakis atau sabut kelapa. Media-media itu harus dibersihkan agar tak ada hama penyakit yang bersemayam di dalamnya.

Pot 2,5 inci diisi dengan alas dari Styrofoam atau pakis Diatasnya dimasukkan media tanam, untuk bulan memakai spaghunm 1-2 cm, untuk dendro tambahkan pakis dengan tidak melepas sabut kelapa. Tanaman yang mau dipindahkan dicabut dari pot. Bungkus medianya dengan media baru. Masukkan dalam pot. Tambahkan media hingga padat. Bila kurang padat, posisi tanaman sering berubah.

Untuk bulan masukkan ke dalam tray. Bila tak ada tray, irisan bambu dapat dipakai sebagai penahan tanaman agar tidak tergulung. Tatalah tanaman dengan daun mengarah utara-selatan. Bila diletakkan serampangan, kelak tangkai bunga bengkok.

5. Tanaman Remaja
Yang dimaksud tanaman remaja adalah berumur 3 s/d 6 bulan. Perawatan tanaman itu sama seperti ketika tanaman baru dipotkan dari botolan. Penyiraman tetap dibarengi pemupukan, bahkan penyemprotan pestisida. Hanya saja dosis pupuk ditingkatkan menjadi ¼ dari dosis anjuran atau 0,250 g/l air. Penyiraman juga dilakukan setiap 3 hari, tergantung kondisi cuaca. Jenis pupuk yang digunakan Hyponix, Gandasil, Vitabloom atau pupuk dari negara asal. Pakai pupuk majemuk dengan perbandingan 30:15:15.

6. Pencegahan Hama dan Penyakit
Penyakit dicegah dengan melakukan penyemprotan obat-obatan setiap minggu. Untuk mencegah jamur gunakkan fungisida. Fungisida yang digunakan diantaranya Antracol, Dithane dan Benlate dosis 2 mm/l air. Semprotkan langsung keseluruh tanaman. Penyemprotan dapat dilakukan bersamaan dengan pemupukan.
Bila tanaman terlanjur terserang bakteri busuk daun alias erwinia, segera isolasi agar tak menyebar ke tanaman. Gejala tanaman terserang ialah daun melepuh seperti habis tersiram air panas. Untuk mengatasi gunting bagian yang terserang. Buat salep dari fungisida Pysan 20 yang diberi beberapa tetes air. Salep itu kemudian dioleskan pada bekas luka. Setelah 1-2 bulan dibawah luka tumbuh tunas baru sebagai pengganti batang yang dipotong.

7. Pembungaan
Tiga bulan kemudian atau berumur sekitar 6 bulan siap dibungakan. Namun sebelumnya ganti dulu pot agar tanaman tidak tampak sesak. Ganti dengan pot berukuran lebih besar.
Untuk bulan warna pot tetap memakai yang putih. Cara penggantian pot sama dengan sebelumnya. Isi dasar pot dengan Styrofoam atau zeolit. Tambahkan sedikit spaghnum moss. Cabut tanaman yang akan dipindahkan. Bungkus medianya dengan media baru. Sebaiknya menggunakan media berserat panjang karena tahan sampai 1 tahun.
Pupuk yang diberikan ditambah dosisnya menjadi ½ dari dosis anjuran atau 0,5g/1liter air. Ganti pupuk dengan perbandingan N:P:K seimbang, yaitu 15:15:15. Tambahkan KNO3 sebagai selingan. Frekwensi pemberian pupuk 3 hari sekali. Pada kondisi hujan terus-menerus frekuensi penyiraman dikurangi hanya sekali seminggu. Namun, frekuensi penyemprotan pestisida tetap sama, diberikan secara bergantian.

Selama masa pertumbuhan, seringkali akar keluar dari pot. Itu tanda media kurang padat atau pot sudah berlumut. Akar yang keluar dimasukkan secara hati-hati sehingga tidak patah. Tambahkan media sehingga padat. Bila karena pot kotor, segera ganti dengan pot bersih. Pot kotor segera dibersihkan dengan detergen.

Pada bulan ke 3-4, tanaman remaja itu bisa dirangsang berbunga. Ubah komposisi pupuk N:P:K menjadi 15:30:30. Berikan ketanaman dengan dosis sesuai anjuran. Frekuensi pemberian 3 hari sekali. Pupuk lambat urai bisa pula diberikan.

Untuk anggrek bulan satu bulan kemudian tunas bunga mulai muncul dari batang. Pasang besi kecil untuk mengarahkan bunga tumbuh tegak. Jepit tangkai bunga kebesi itu. Pada bulan ke-3, bunga sudah mekar. Keindahannya bisa dinikmati 2-3 bulan.


Bookmark and Share

17 March 2010

Teknik Kuljar Cara pengambilan eksplan Tanaman Anggrek

Esha Garden - Wednesday, March 17, 2010
Yang dimaksud dengan eksplant di sini yaitu bagian dari bahan tanaman yang sekecil mungkin untuk langsung ditissue-culture kan. Dibawah ini sekaligus diterangkan pula bagaimana cara sterilisasinya, sebelum di tanam.


I Explant diambil dari tunas Dendrobium, MOREL (15).

* Ambil tunas tanaman Dendrobium yang masih lunak, tinggi sekitar 4 – 10.
* Tunas ini kemudian dimasukan ke dalam botol erlenmeyer berisis clorox 10%, satu tetes tween 20, kemudian digojog 10 menit. Sterilisasi dapat juga dikerjakan dengan 0,1% sublimat (HgCl2) di tambah dengan 0,0001% tween 20, KLEIN (11).

* Selanjutnya tunas Dendrobium tersebut di dalam ent-kas diletakan di atas petridish, atau piring petri yang steril. Tunas di telanjangi, artinya dihilangkan dari sarung-sarung daun dan sisik- sisiknya yang menutupi, sehingga tunas-tunasnya kelihatan. Pengambilan explat dikerjakan dengan mengambil bagian yang terujung, yang dinamakan apical meristem, tunas-tunas ketiak, axillary buds, masing-masing sebesar ± 1 – 5 mm³.

* Explant disterilisasi untuk kedua kalinya dengan clorox 5%, satu tetes tween 20 dan digojog selama 5 menit. Explant setelah sterilisasi kedua dicuci dengan aquadest steril. Explant telah siap ditanam.

2. Explant diambil dari tunas Cattleya, MOREL (15), SCULLY (21).
Pada prinsipnya pengambilan tunas dari Cattleya beserta sterilisasinya adalah sama. Tunas yang dipakai sebagai bahan untuk ditissue culturekan adalah tunas baru yang sedang subur-suburnya tumbuh.
LINDEMANN memakai untuk sterilisasi Cattleya 95% alcohol pada permukaan, kemudian pada explant 0,4 – 0,5% dengan kapurit selama 20 – 30 menit.

3. Explant diambil dari tunas Cymbidium,
dikerjakan seperti pengambilan pada tunas Dendrobium atau Cattleya, hanya pengambilan explant dikerjakan dengan cara : tiap mengambil mata tunas-tunas muda diiris melintang, sehingga di dapat bagian-bagian tunas yang cylindris, masing-masing dengan mata. Yang terujung terdapat apical meristem yang merupakan explant yang sangat baik. Sterilisasi dikerjakan dengan cara yang sama. Hanya kadang-kadang kalau bahan lunas dianggap terlalu kotor, dapat direndam terlebih dahulu dalam alcohol absolut sekitar 5 menit, kemudian baru sterilisasi pertama, kedua, dan dicuci aquadest steril.

4. Pengambilan explant dari keiki Dendrobium.
Keiki adalah tunas dari tanaman anggrek yang keluar pada bagian atas dari bulb atau cane. Yang dimaksud dengan cane adalah pseudo-bulb tanaman anggrek juga, yang memanjang, yang bentuknya seperti batang tebu. Batang tebu namanya juga cane.
Setelah keiki diambil, perlakuan sterilisasi, dan pengambilan explant dikerjakan persis sama dengan pengambilan explant pada tunas Dendrobium.

5. Pengambilan explant pada apical meristem Vanda.
Tunas tanaman Vanda yang monopodial ini diambil sepanjang 1 – 2 dm, diukur panjang batangnya saja dari luar. Helaian daun dihilangkan semua sampai dekat batang. Sterilisasi pertama dikerjakan. Kemudian tunas yang masih muda ditelanjangi dari sarung-sarung daunnya. Setelah explant diambil, sterilisasi kedua dijalankan. Selanjutnya explant dicuci dengan aquadest steril, explant telah siap, dapat di tanam.

6. Explant diambil dari tunas mata Cattleya (MOREL).
Waktu yang sebaik-baiknya mengambil mata tunas Cattleya adalah waktu mata mulai tumbuh. Ini berarti bahwa mata mulai membengkak. Untuk keperluan tissue culture, bulb Cattleya yang tunas matanya sedang mulai membengkak dipotong beserta matanya. Bagian atas bulb boleh dipotong dan dibuang. Bagian bulb yang ada matanya ini mengalami sterilisasi pertama. Setelah sterilisasi pertama, tunas mata, dengan ujung pisau atau scalpel yang tajam dan steril di buat irisan persegi empat pada tunas mata yang membengkak tersebut.

Selanjutnya bagian persegi empat yang diiris di atas diangkat, sehingga di dalamnya kelihatan tunas yang sesungguhnya, membulat, lunak. Jadi mata tunas yang sebenarnya terdapat terlindung baik-baik di bawah perisai yang berupa kulit yang diangkat seperti yang diterangkan tersebut di atas. Explant diambil dari tunas mata ini, yang merupakan tunas mata yang berbentuk bola dengan bagian sedikit dari jaringan sekitarnya.

Pengambilan explant dari tunas mata Cattleya.

7. Tunas mata ketiak atau axillary buds pada Vanda
Tunas mata Vanda juga dapat dipakai untuk explant. Caranya : pertama, mata yang diperkirakan sedang tumbuh atau membengkak, dipakai bahan atau kedua, batang Vanda yang masih muda sekali dipakai untuk mengambil explantnya. Setelah itu di kerjakan sterilisasi yang pertama. Sarung-sarung daun dihilangkan, sehingga tunas kelihatan. Tunas mata diambil dengan jaringan yang melingkar di sekitarnya. Sterilisasi kedua dilakukan seperti yang telah di sebut di atas. Explant siap ditissue-culturekan setelah dicuci dengan aquadest steril.

8. Bahan explant yang diambil dari bulb.
Pada Orchis maculata terdapat umbi atau oleh THOMALE disebut bulbus. Bagian-bagian dari umbi yang diiris-iris dapat ditumbuhkan dalam media. Dengan cepat irisan-irisan akan mengeluarkan tunas, THOMALE.

9. Bahan explant yang diambil dari daun
a. Kebanyakan daun yang dipakai untuk explant diambil dari seedlings. Ini lebih mempermudah, karena persoalan sterilisasi sudah hampir tidak ada lagi.
Daun Vanda Sutton X Phalaenopsis yang panjangnya ± 10 mm lebar ± 3 mm setelah ditanam pada media Vacin and Went padat pada pangkal daunnya tumbuh tanaman-tanaman baru.
b. Ujung daun seedlings dipakai untuk explant
CHURCHILL et al, mengambil ujung daun seedlings Cattleya dan Epidendrum untuk bahan tissue culture, dan berhasil menghasilkan tanaman.
c. Ujung daun dari tanaman mudah dipakai untuk explant.
CHURCHILL et al, juga berhasil mengambil ujung daun muda dari tanaman anggrek Laelio-Cattleya ev. Portia Mayflower.


10. Inflorescence sebagai bahan explant.
INTUWONG et al, berhasil mengadakan tissue culture dengan inflorescence bermacam-macam tanaman anggrek, antara lain :
Ascocenda Meda Arnold X Rhynchostylis coelestis
Neofinetia falcata X Rhynchostylis coelestis
Neofinetia falcata X Neofonetia ampullaceum
Semua anggrek dari type Sarcanthine.

Inflorescentia yang masih muda sekali dipotong, kemudian disterilisasi pertama. Bunga-bunganya yang masih muda dan berdesak-desakan dihilangkan dari daun-daun pelindungnya atau bracteola. Setelah disterilisasi yang kedua dan dicuci dengan aquadest steril, kemudian dimasukan dalam media Vacin and Went yang telah dirubah. MOREL menyebutkan keberhasilannya dalam memproduksi protocorm dari tunas mata pada tangkai bunga karangan anggrek Phalaenopsis.


11. explant asal dari ujung akar.
TANAKA (31) berhasil membuat plb kemudian plantlet dari ujung akar. Plantlet yang dimaksudkan di sini adalah tanaman-tanaman kecil yang berasal dari protocorm. TANAKA menggunakan media modified MURASHIGE dan SKOOG, dengan merubah unsur-unsur makro dan mikro menjadi separonya, dan menghilangkan sama sekali hormon auxin dan cytokininnya.
Untuk explant dipilih akar Phalaenopsis yang masih berupa seedlings dalam botol. Ujung-ujung akar dipotong dengan silet steril sepanjang 3 mm. Budaya jaringan dilakukan dalam media padat di dalam tabung reaksi, yang besarnya 18 mm x 180 mm. Temperatur pada incubator 25ºC dan penyinaran lampu dilakukan 16 jam dengan lampu neon putih. Akhirnya dapat dihasilkan plb dan plantlet.

Bookmark and Share

15 March 2010

Pembuatan media kultur jaringan Anggrek dari Air Kelapa

Esha Garden - Monday, March 15, 2010
Cara pembuatan media Vacin and Went yang telah dimodifikasi
Media Vacin and Went adalah media kultur jaringan yang baik untuk tissue culture anggrek., yang dibuat menggunakan air kelapa. Dibawah ini tertera resep Vacin and Went yang telah diperbaiki atau modified :


Tricalsium-phosphat

Ca3(PO4)2

0,20 gram

Potasium nitrat

KNO3

0,525 gram

Mono-potasium-phosphat

KH2PO4

0,25 gram

Magnesium-sulfat

MgSO4. 7H2O

0,25 gram

Ammonium-sulfat

(NH4)2SO4

0,50 gram

Ferri-tartrat

(Amend Drug chemical Co, N.Y)

0,028 gram

Mangan-sulfat

MnSO4.2H2O

0,0075 gram

Saccharose

Gula

20,0 gram

Agar

-

8,0 gram

Air

-

850 cc

Air kelapa

-

150 cc



Hal-hal yang harus diperhatikan :
Meskipun resep sudah tertulis di atas, tetapi ada liku-liku kecil yang perlu diperhatikan, sehingga alas makanan menjadi lebih baik, dapat menumbuhkan jaringan dengan suburnya.

1. Ferri tartrat.
Ferri tartrat perlu untuk campuran buffer, untuk pH 4,8 – 5,0. buffer ini penting, apalagi ada Ferrinya dalam media atau alas makanan ini. Ferri tartrat dapat larut antara pH tersebut di atas dan diambil tanaman dengan baiknya, akibatnya tanaman tumbuh dengan subur.
Perubahan pH menjadi lebih tinggi, Ferrinya akan mengendap, tanaman tidak akan dapat menyerap Ferri karena Ferri tidak larut lagi, akibatnya pertumbuhan jaringan atau pertumbuhan tanaman akan mundur. Ferri tartrat perlu dipersiapkan sendiri yaitu dengan pemanasan 0,028 gram Ferri tartrat dalam 250 cc aquadest, kemudian dipanasi atau dimasukkan dalam oven. Pemanasan agak lama sampai semua kristal larut, warna menjadi kuning tua kehijauan.

2. Mempersiapkan calcium-phosphat.
Larutkan 0,20 gram calcium-phosphat, Ca3(PO4)2. Calcium-phosphat sukar larut, cara melarutkan dengan jalan memasukan calcium-phosphat ke dalam beberapa cc HCl-IN dan dipanasi sampai semua larut, tidak ada kristal yang masih terlihat lagi, pemanasan cukup lama. Jika calcium- phosphat tidak larut bararti alas makanan kurang baik, sebab bagian phosphat tidak larut dan tidak mudah di serap jaringan.

3. Mempersiapkan garam-garam lain.
Dalam mempersiapkan garam-garam lain di kerjakan tindakan-tindakan sebagai berikut :
Ambil :
Air 850 cc
KNO3 0,525 gram
KH2PO4 0,25 gram
MgSO4.7H2O 0,25 gram
(NH4)2SO4 0,50 gram
MnSO4.2H2O 0,0075 gram

4. Tambahkan larutan Ferri tartrat pada larutan yang berisi garam-garam tersebut pada no. 3 di atas.
5. Setelah itu ditambahkan larutan-larutan calcium-phosphat pada larutan no. 4
6. Tambahkan kemudian 150 cc air kelapa

Sebelumnya, air kelapa dipersiapkan terlebih dahulu.
Pertama-tama dilakukan pemilihan terhadap buah kelapa. Kelapa yang baik adalah kelapa yang airnya manis sekali. Mengenai tua mudanya kelapa, pilihlah kelapa yang daging nya masih lunak, masih mudah disendok, tetapi sudah berwarna putih santan. Dalam bahasa Jawanya dikatakan kemerut buntut.
Air kelapa disaring 2 kali dengan kertas saring, kemudian diambil 150 cc dan di tambahkan pada campuran larutan no. 5.
Bagi yang mempenyai freezer. Kecuali tiap kali membutuhkan, air kelapa selalu tersedia, juga effeknya terhadap pertumbuhan tanaman, lebih baik.
7. Kemudian tambahakan saccharose 20,0 gram
8. Air ditambahkan pada campuran larutan di atas sampai menjadi 1000 cc. Bagi yang mempunyai labu takar atau gelas ukur yang bervolume 1000 cc, air ditambahkan sampai batas atau tanda garis pada labu takar atau gelas ukur.
9. Setelah itu pH dibuat menjadi 4,8 – 5,0 dicek dengan pH meter atau menggunakan indikator Bromo-cresol-green, yang dapat minta dibuatkan di apotik dan dapat ditanyakan bagaimana cara kerjanya.
10. Tambahkan agar 8 gram per liter atau menurut selera kepadatan yang dikehendaki untuk media padat atau media tanpa agar untuk media cair.
11. Campuran larutan di atas kemudian dipanaskan pelan-pelan sampai semua agar larut semua.
12. Masukan media atau alas makanan dalam botol-botol.
13. Media tersebut telah siap untuk disterilisasi. Setelah disterilkan media dapat dipakai untuk menanam jaringan atau menabur biji-biji anggrek.

Bookmark and Share

14 March 2010

Perbanyakan Tanaman dengan Tissue Culture

Esha Garden - Sunday, March 14, 2010
Arti kata tissue culture
1. Sel. Sel adalah dianggap kesatuan hidup terkecil dalam mahluk hidup atau suatu kesatuan biologis yang terkecil yang mempunyai kemampuan mengadakan segala aktivitas yang berhubungan dengan proses-proses hidup seperti : metabolisme, tumbuh, berkembang, berkembang biak dan perangsangan.

2. Tissue atau jaringan. Jaringan atau tissue adalah sekumpulan sel-sel yang mempunyai bentuk dan funksi yang sama.

Sekelompok sel-sel tertentu mempunyai bentuk yang sama berfungsi memperbanyak diri terus-menerus dengan membelah. Sekumpulan cel tersebut di atas dinamakan jaringan meristem yang terutama bertanggung jawab atas pertumbuhan tanaman.

Ada jaringan lain yang merupakan jaringan penguat, yaitu jaringan yang menyebabkan tanaman menjadi kuat : serabut buah dan tempurung misalnya pada kelapa. Ada jaringan pengangkutan yang mengangkut air, makanan dan membagi ke seluruh bagian tanaman. Masih banyak jaringan-jaringan lain lagi.

3. Tissue culture atau budaya jaringan. Tissue culture berasal dari kata tissue artinya jaringan dan culture artinya budaya, atau pemeliharaan, sehingga arti keseluruhannya tissue culture adalah, budaya jaringan yang dapat memelihara jaringan.

Pada budaya jaringan, pemeliharaan jaringan adakalanya hanya dapat menghasilkan pertumbuhan saja pada jaringan. Misalnya, akar tanaman tomat sepanjang 1 cm ditumbuhkan pada media, tetapi tidak tumbuh menjadi tanaman, hanya tumbuh memanjang saja, tetapi tetap berupa akar.

Tissue culture mendasarkan suatu konsep dari SCHLEIDEN dan SCHWANN (TEO) (32) yaitu ada atau tidaknya totipotency pada sel. Sel mempunyai totipotency artinya : teoritis darimana saja sel itu diambil asal masih muda dan hidup akan mampu tumbuh menjadi tanaman yang sempurna.

Beda meristem culture dan tissue culture
Dahulu para ahli menganggap, bahwa meristem culture adalah sama dengan tissue culture. Tetapi akhir-akhir ini prinsip tissue culture dapat di bedakan dengan jelas. Pada meristem culture prinsipnya menanam sebuah jaringan meristem, yang hsilnya nanti menjadi sebuah tanaman atau beberapa tanaman saja yang tidak banyak jumlahnya.

Pada tissue culture yang sekarang prinsipnya berbeda yaitu menanam sebuah jaringan meristem, yang hasilnya nanti menjadi beratus-ratus atau beribu-ribu tanaman yang sempurna.

Penggunaan tissue culture
Tissue culture sekarang sudah merupakan teknologi bagi beberapa jenis tanaman, khususnya tanaman anggrek. Tidak dapat di sangkal lagi bahwa tissue culture mampu memperbanyak tanaman secara vegetatif dan besar-besaran. Banyak jenis hybrid tanaman anggrek sudah dapat diperbanyak dengan cara ini.

Pembuatan tanaman bebas dari penyakit virus yang telah berhasil, dikerjakan oleh TEO et al (33) pada tahun 1960. pada suatu tanaman Cymbidium yang terserang penyakit virus ternyata titik-titik tumbuhnya yang sedang aktif membelah dan memanjang masih bebas dari penyakit virus. Tissue culture terhadap bagian-bagian tanaman ini menghasilkan tanaman-tanaman yang bebas dari penyakit virus.

Bookmark and Share

13 March 2010

Perbanyakan Vegetatif Anggrek dengan Akar

Esha Garden - Saturday, March 13, 2010
1. Tunas yang tumbuh dari akar anggrek jenis Doritis atau Paraphalaenopsis atau silang-silangannya.

Umumnya akar anggrek sulit sekali diperbanyak secara vegetatif menjadi tanaman baru. Namun demikian pada anggrek-anggrek jenis Doritis atau Paraphalaenopsis atau silangannya pada akarnya secara spontan bertunas tanaman-tanaman anggrek baru, yang telah cukup besar dapat dipisah-pisahkan dengan memotong akar aslinya.

2. Pertama kali diketahui oleh IRMISH (MOREL) (15) dan selanjutnya dipelajari oleh KELLER dan SCHLECHTER (10), bahwa pada anggrek tanah Neottia nidus – avis , setelah berbunga, sumbu utama rhizome mulai hancur dan terurai.

Rhizome adalah batang yang menjalar di bawah tanah seperti pada Canna atau tanaman empon-empon (Zingiberaceae). Akar yang merupakan suatu massa yang kompak dan rapat, tetap tinggal hidup.

Pada bagian apical atau ujung-ujungnya akar, kalau iklim dan lingkungan telah memungkinkan, mulai tumbuh tanaman baru.

Bookmark and Share

12 March 2010

Perbanyakan Anggrek dengan Umbi

Esha Garden - Friday, March 12, 2010
Tanaman anggrek seperti Plantanthera susannae (L) Lindl dan Platanthera spp lain, Habenaria spp, Nervillia adalah tanaman-tanaman anggrek yang berumbi. Umbi yang disebut dalam bahasa Indonesia adalah umbi yang terdapat di bawah tanah yang di dalam botani kerap kali merupakan tuber atau bulb yang sesungguhnya.

Pada Cattleya yang biasa disebut “bulb” sebenarnya adalah singkatan dari pseudo-bulb atau umbi semu, bukan bulb yang sebenarnya.

Pada Platanthera susannae setelah anggrek ini berbunga, tanaman mati. Umbi-umbi dapat dikumpulkan dari dalam tanah, dicuci dan setelah kering disimpan di atas lantai yang kering tetapi sejuk.

Umbi dapat dikumpulkan pada musim kemarau. Mulai musim hujan tunas-tunas mulai keluar dari umbi. Ini berarti umbi dapat ditanam kembali. Platanthera susannae yang berbunga putih besar terdapat di sekitar Kaliurang terkenal dengan nama daerah, Putri ngendat.

Umbi anggrek tanah yang namanya Nervillia dapat di pakai sebagai obat tradisionil umtuk mengobati borok dan kudis.

Mengenai perbanyakan dengan umbi belum banyak diadakan penelitian. Ini disebabkan karena anggrek yang berumbi kebanyakan anggrek botanis, yang tidak ada nilai perdagangannya sebagai bunga potong.


Bookmark and Share

11 March 2010

Perbanyakan Vegetatif Tanaman Anggrek dengan Tangkai Bunga

Esha Garden - Thursday, March 11, 2010
1. Perbanyakan tanaman dengan stek tangkai bunga.
Epidendrum radicans Pav adalah tanaman anggrek yang berbunga merah yang kerap kali dijual sebagai tanaman hias di daeah Kaliurang, Tawangmangu, ataupun di Cipanas.Kalaupun di Cipanas ada varietas yang berbunga jambon.

Epidendrum radicans berhabitus seperti Arachnis mini, mempunyai keistimewaan, jika sedang berbunga, dopotong tangkai bunganya sepanjang mungkin kemudian distek, ternyata tidak lama kemudian tangkai inflorescence tersebut akan berakar dan selanjutnya tumbuh menjadi tanaman biasa.

2. Perbanyakan tanaman pada Phalaenopsis schilleriana Rchb.f. Phalaenopsis
schilleriana Rchb.f. adalah anggrek bulan yang berbunga merah jambu, atau biasa disebut anggrek bulan merah. Tanaman ini berdaun hijau kecoklatan, berbintik-bintik putih, asalnya dari Philipina.

Anggrek bulan merah biasa tumbuh di pegunungan yang iklimnya agak dingin, disini tanaman ini dapat berbunga. Tetapi jika anggrek bulan merah ditanam di dataran rendah yang panas tangkai bunga tidak keluar bunganya, tetapi keluar tunas-tunas muda.

Jika dikehendaki dari tunas muda yang tumbuh pada tangkai bunga menjadi tanaman, maka tunas pada tangkai bunga tersebut ditempelkan pada pakis papan dengan mempergunakan kawat yang dibengkokan berbentuk U. Setelah akar-akar keluar dan menempel eret-eret pada pakis papan, baru tangkai bunga ini dipotong.

Pada anggrek-anggrek silangan Doritis dengan Phalaenopsis diketemukan juga tangkai karangan bunga yang bertunas dan berakar.

3. Menanam tangkai bunga Phalaenopsis spp pada media agar. Jika mendapatkan bunga Phalaenopsis spp yang emmpunyai nilai perdagangan yang tinggi karena bentuk bunga, warna bunga atau karena mempunyai sifat-sifat karakteristik lainnya, tangkai bunganya bisa dimanfaatkan. Jadi tangkai bunga jangan dibuang begitu saja, karena dari tangkai bunga ini bisa didapatkan beberapa tanaman dengan tidak usah membeli seluruh tanaman itu.

Dasar cara penanaman tangkai bunga menjadi tanaman ini, yaitu dengan apa yang dinamakan meristem culture. Meristem culture prinsipnya menanam sebuah jaringan meristem yang nantinya tumbuh menjadi sebuah tanaman. Cara menanam, Soeryowinoto (23).

3.1. Pengambilan explant. Yang dimaksud explant disini yaitu bagian kecil tanaman yang akan dibuat meristem culture. Pangkal tangkai bunga yang ada mata tunas di ketiaknya dipotong. Cara memotongnya 3 cm di bawah dan di atas mata tunas. Dari satu tangkai bunga anggrek bulan ini dapat menghasilkan 3 – 8 tanaman.

3.2. Sterilisasi explant. Sterilisasi pertama dikerjakan dengan menggunakan chemosterilant berisi clorox 10%, tween-20 satu tetes, digojok selama 10 menit.

Setelah sterilisasi pertama, dilanjutkan dengan sterilisasi kedua yang dilakukan di dalam enkas atau almari penabur yang steril. Explant yang berupa mata tunas ketiak diletakan dalam petridish atau piring petri yang steril. Sisik-sisik yang masih ada menutup tunas ketiak dihilangkan pelan-pelan dengan menggunakan scalpel yang tajam dan steril. Akhirnya didapatkan tunas ketiak yang telanjang.

Eksplan tersebut kemudian disterilisasi dengan clorox 5%, tween-20 satu tetes dan digojok selama 5 menit.
Sterilisasi terakhir mata tunas ketiak dari tangkai bunga dicuci dengan aquadest steril. Tangkai yang terlalu panjang kemudian dipotong sehingga tinggal 1 cm di atas tunas dan 1 cm di bawah tunas.

3.3. Cara menanam. Explant yang telah steril kemudian ditanam dalam media padat dari Vacin and Went di mana agarnya hanya 8 gram per liternya. Dengan menggunakan pincet yang steril explant ditancapkan pada media Vacin and Went, sampai tunas telanjang pangkalnya persis menyentuh media.

3.4. Setelah satu setengah bulan kemudian, mata tunas tadi akan kelihatan tumbuh.

Bookmark and Share

10 March 2010

Teknik Kultur Jaringan Anggrek

Esha Garden - Wednesday, March 10, 2010
Dengan Penaburan Biji
Biji yang digunakan dalam metode ini dapat berasal dari buah tua yang belum pecah, buah tua yang sudah pecah atau dari buah yang masih muda. Hal yang perlu diperhatikan dalam penanaman biji dari berbagai kondisi buah adalah teknik sterilisasi yang berbeda.

Apabila Biji dari buah tua yang belum pecah, maka sterilisasinya dengan cara mekanik yaitu dengan cara membakar buah anggrek diatas api spirtus/api Bunsen.

Bila biji dari buah sudah pecah maka sterilisasinya dengan cara kimiawi menggunakkan bahan-bahan kimia seperti klorox. Setelah disterilisasi dan disayat secara aseptic ternyata biji buah yang masih muda (biji tampak lengket) maka dilakukan pemotongan daging buah, daging buah yang mengandung biji ini yang ditanam di media.

Teknik Penaburan Biji
Biji dari buah tua yang belum pecah
Penaburan biji dari buah tua yang belum pecah dilakukan melalui tahap-tahap kegiatan berikut ini :
  • Buah dicuci dahulu dengan sabun/detergen hingga bersih kemudian dibilas dengan air mengalir berulang kali .
  • Buah yang sudah dicuci dibawa ke ruang penaburan atau ke depan enkas, didekat enkas tersebut, ada lampu spirtus/api bunsen, alcohol 70% dalam box stainless steel atau botol selai, botol selai berisi air steril, pinset dan alat alat lain telah dipersiapkan pula.
  • Kemudian buah dijepit dengan pinset dan dicelupkan ke dalam alcohol 70% atau spirtus, buah dibakar dengan api spirtus, dicelupkan ke dalam air steril, dimasukkan ke dalam alkohol 70% diulangi 3 kali
  • Setelah pembakaran yang ketiga selesai dan api yang membakar buah sudah benar benar padam, maka buah langsung dimasukkan ke dalam enkas dan diletakkan diatas cawan petridish
  • Buah dibelah memanjang dengan scalpel steril yang tajam, sehingga akan terlihat biji anggrek berwarna putih dalam jumlah yang sangat banyak, biji berukuran sangat kecil menyerupai serbuk
  • Biji diambil dengan sendok atau pinset panjang yang dirancang khusus untuk penaburan anggrek, sehingga bijibiji anggrek berada diantara dua lidah pinset, biji tersebut dimasukkan ke dalam botol media baru yang berisi media padat,
  • Biji ditaburkan dalam media padat dengan cara mengetuk ngetuk bagian atas pinset dengan jari telunjuk sehingga biji berjatuhan diatas media, supaya biji dapat jatuh secara meraata diatas permukaan media (tidak menggumpal gumpal), maka pada saat pinset diketuk, pinset digerakkan mengitari botol, Gambar 2
  • Bila penaburan telah selesai, botol segera ditutup dengan penutup botol. Penutup botol biasanya dari karet.
  • Botol yang berisi biji anggrek disimpan dalam ruangan inkubator pada suhu 23C . Kurang lebih satu bulan plb tumbuh.

Biji dari buah tua yang sudah pecah
Sterilisasi biji buah yang bijinya berhamburan tidak bisa dilakukan dengan cara mekanik (pembakaran), tetapi harus dilakukan dengan cara kimiawi yaitu:

  • Buah yang sudah pecah dibungkus dengan tisu, diikat karet
  • Buah kemudian dimasukkan kedalam larutan Clorox 20% 7 menit, dibilas dengan air steril, kemudian dimasukkan kedalam larutan Clorox 10% selama 5 menit, kemudian dibilas dengan air steril 3 kali.
  • Buah anggrek kemudian dimasukkan kedalam petridish, bersihkan dari karet dan tissue, buah siap ditanam kedalam media tanam.

Biji dari buah yang masih muda
Apabila buah setelah disterilisasi dan disayat secara aseptis ternyata buah masih muda (biji tampak lengket), maka penaburan dilakukan dengan cara berikut:

  • Buah anggrek diatas cawan petridis disayat menjadi dua bagian, tampak terlihat biji yang masih lengket pada daging buah, daging buah dipotong-potong, dengan pemotongan secara memanjang dulu, baru kemudian dipotong-potong secara vertikal.
  • Sayatan daging buah ditaburkan diatas media tanam, dengan menggunakan pinset.


Bookmark and Share

03 March 2010

Kultur Jaringan Anggrek

Esha Garden - Wednesday, March 03, 2010
Bunga Anggrek sangat disukai banyak orang karena keindahannya yang sangat menawan, sehingga banyak bunga anggrek segar digunakan sebagai hiasan diberbagai kegiatan, seperti pernikahan, parcel, bunga potong dan anggrek dalam pot sebagai penghias meja maupun ruangan.

Anggrek hasil silangan sangat disukai oleh penggemar anggrek, karena memiliki lombinasi bentuk, ukuran, maupun warna yang sangat menarik dan bervariasi. Bunga anggrek juga memiliki masa berbunga yang cukup lama (sekitar 1 sampai 3 bulan) kecuali beberapa spesies anggrek hanya berbunga satu hari. Salah satu cara untuk menghasilkan silangan yang unggul adalah dengan teknik kultur jaringan.


Foto: Lukito AM
"Anggrek hasil silangan banyak disukai para hobiis
karena memiliki perpaduan warna yang indah"


Dengan teknik kultur jaringan anggrek sederhana bisa didapatkan suatu hasil yang sangat mengagumkan, dan bahkan dapat anda lakukan di rumah anda sendiri (skala rumah tangga). Beberapa teknik kultur jaringan itu adalah :
  1. Teknik Kultur Meristem, kita bisa menghasilkan anggrek yang bebas virus. Dan memungkinkan memperbanyak anggrek spesies yang terserang hama penyakit atau virus.
  2. Teknik Kultur Anter, kita bisa menghasilkan dan memunculkan sifat resesif yang mempunyai sifat unggul (yang dalam kondisi normal tertutup dengan sifat dominan). Dan dapat dihasilkan anggrek dengan genetik haploid, yaitu anggrek yang berbentuk mini
  3. Teknik Poliploid kita bisa menghasilkan anggrek raksasa atau “Giant”
  4. Teknik Klon, kita bisa menghasilkan angrek dalam jumlah banyak dan seragam
  5. Teknik Mutasi, kita bisa meghasilkan anggrek mutasi yang harga nya relatif mahal, karena jika secara alami peluang anggrek mutasi adalah sekitar 1 berbanding 100.000.000. Namun dengan kultur jaringan kita bisa mengatur proses mutasi.
  6. Teknik Pertumbuhan Minimal, kita bisa menyimpan koleksi anggrek kita tanpa harus memilik lahan yang luas.
Semua teknik-teknik kultur jaringan ini dapat anda pelajari dan praktekan sendiri di rumah melalui buku:

KULTUR JARINGAN ANGGREK SKALA RUMAH TANGGA
Penulis: Ir. Edhi Sandra
Jumlah halaman: 64 bw + 24 fc
Cetakan: 2
Tahun terbit: 2004
Penerbit: AgroMedia Pustaka
ISBN: 979-3084-98-7



Bookmark and Share
Previous
Editor's Choice