Show Mobile Navigation

Artikel Terkini

Berlangganan Artikel Kuljar Via Email

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Pendaftaran

aklimatisasi
Showing posts with label aklimatisasi. Show all posts
Showing posts with label aklimatisasi. Show all posts

17 September 2010

Cara menanam bibit anggrek hasil kultur jaringan:

Esha Garden - Friday, September 17, 2010
Mengeluarkan anggrek dari dalam botol
Sekitar 7-8 bulan setelah berkecambah, bibit anggrek siap dikeluarkan dari dalam botol kultur jaringan. Anakan anggrek di dalam botol disebut dengan sedling. Sedling yang siap dikeluarkan mempunyai akar yang banyak dan kelihatan kokoh. Mengeluarkan sedling dari dalam botol harus berhati-hati. Sedling yang dikeluarkan dari botol sering tidak bisa beradaptasi ketika dipindahkan ke kompot (komunitas Pot)  karena telah terbiasa hidup manja, dengan makanan yang sudah disediakan di dalam botol kuljar. Pengeluaran sedling dari dalam botol bisa dilakukan dengan dua cara sebagai berikut.
• Cara Pertama 
  • Siapkan baskom yang berisi air bersih dan steril.
  • Pecahkan botol di atas baskom. Kaca pecahan botol akan tenggelam dan anakan anggrek akan mengambang di atas permukaan air.
  •  Cuci anakan anggrek hingga bersih dan tidak terdapat agar-agar. Agar-agar yang masih menempel dapat menyebabkan tumbuhnya jamur yang merugikan anggrek.
  • Rendam anakan anggrek di dalam physan (zat anti jamur) dengan dosis 2-3 mg per satu liter air agar tidak ditumbuhi jamur.
  • Letakkan anakan anggrek di atas Koran dan diangin-anginkan agar bebas dari air.
  • Setelah kering, pindahkan anggrek ke dalam kompot. Satu kompot bisa digunakan untuk 20-40 anakan anggrek, tergantung pada ukuran kompot dan besarnya anakan.
• Cara Kedua
  • Buka tutup botol dan masukkan air sampai setengahnya.
  • Goyang-goyangkan botol hingga tanaman dan akarnya terpisah dari agar-agar.
  • Keluarkan anakan anggrek menggunakan pinset atau kawat yang ujungnya dibengkokkan membentuk huruf “U”. Caranya dengan mengaitkan dan menarik akar anakan anggrek keluar sampai terjatuh ke dalam baskom yang berisi air bersih dan steril.
  • Langkah selanjutnya sama seperti cara pertama.
 video penanaman bibit tanaman anggrek hasil kultur jaringan:

Menanam bibit anggrek di kompot
Kompot yang digunakan berdiameter 7, 12, 16, atau 20cm. Kompot tersebut tidak terlalu tinggi atau dalam, tetapi menyerupai cobek (tempat membuat sambal dari tanah liat). Kompot ada yang terbuat dari tanah atau plastik.
Media tanam yang digunakan bisa berupa pakis, sabut kelapa, moss (Lumut), akar kadaka dan kulit pinus. Sebelum digunakan, media tersebut harus direbus di dalam air selama 30 menit agar terbebas dari tanin atau zat perangsang pertumbuhan jamur.
Langkah-langkah menanam anakan anggrek dalam kompot sebagai berikut :
1. Potong-potong media tanam (pakis dan serutan kayu sepanjang 5-30 mm; serta kulit pinus, arang, pecahan genting, pecahan batubata, kulit pinus, arang, pecahan genting, pecahan batubata, tempurung kelapa dan sabut kelapa sebesar ibu jari)
2. Isi kompot dengan kerikil dengan pecahan genting sebesar ibu jari sebanyak 1/3 pot.
3. Isi kompot dengan media tanam sampai sekitar 2 cm di bawah bibir kompot.
4. Pindahkan anakan anggrek satu persatu ke dalam kompot. Satu buah kompot bisa memuat 20-40 anakan anggrek, tergantung pada besarnya kompot dan besarnya anakan anggrek.
5. Semprotkan pupuk cair organik atau tambahkan pupuk organik untuk meningkatkan nutrisi 1-2 kali seminggu. Dengan dosis 2 g atau 2 ml dalam 1 liter air.
6. Letakkan kompot di tempat teduh yang hanya menerima cahaya matahari langsung sekitar 20%.
7. Lakukan penyiraman untuk menjaga kelembaban media tanam.
8. Setelah anakan anggrek tumbuh agak tinggi, lakukan penjarangan dengan cara memindahkan anakan anggrek yang berasal dari satu kompot ke dalam 3-5 kompot.
9. Setelah akar tumbuh baik, tingkatkanlah pencahayaan matahari secara bertahap.

18 March 2010

Aklimatisasi Anggrek dan Pemeliharaan Hingga Berbunga

Esha Garden - Thursday, March 18, 2010
1. Bibit Botolan
Bibit dalam botol merupakan hasil perbanyakan dari persilangan atau kultur jaringan. Yang berasal dari persilangan akan menghasilkan anggrek yang agak berbeda dengan kedua induknya. Dibotol biasanya dicantumkan nama kedua induk anggrek. Sedangkan hasil kultur jaringan dipastikan mempunyai tipe dan corak yang persis sama dengan induk. Cirinya, dibotol dicantumkan nama asli tanaman.

Penganggrek Taiwan kebanyakan menggunakan botol besar dan berdiri; penganggrek ditanah air memakai botol berukuran kecil dan diletakkan dalam posisi datar. Dari sejak memasukkan biji atau planlet hingga bibit botol siap jual membutuhkan waktu 9 bulan.

2. Lokasi Pemeliharaan
Tempat untuk merawat bibit yang baru dikeluarkan dari botolan harus terlindung dari terik matahari alias teduh, misal di teras. Untuk skala usaha, disyaratkan membuat rumah plastik sederhana. Lengkapi dengan rak, jaring net 65-75%, kasa untuk dinding dan blower untuk daerah panas. Itu semua untuk menyesuikan tanaman dengan habitat aslinya

3. Pemeliharaan
Dua minggu pertama tanaman hanya disiram air setiap 3 hari, setelah sehat, ditandai munculnya akar baru, bibit diberikan pupuk dosis rendah yakni 1/8 dari dosis anjuran (1 g/l air) atau sama dengan 0,125 g/l air. Berikan setiap 3 hari. Contoh pupuk yang digunakan: Hyponex, Gandasil dan Vitabloom. Pilih dengan kandungan N tinggi dibanding P dan K, missal 30:15:15.
Untuk mencegah hama dan penyakit disemprotkan fungisida, juga dosis rendah dengan frekuensi sekali seminggu.

4. Repotting
Pada umur 3 bulan sosok tanaman sudah besar, anggrek bulan memiliki 4-5 lembar daun. Pot 1 inci tidak muat lagi. Itulah saat melakukan penggantian pot. Siapkan pot 2,5 inci, stryrofoam moss, cacahan pakis atau sabut kelapa. Media-media itu harus dibersihkan agar tak ada hama penyakit yang bersemayam di dalamnya.

Pot 2,5 inci diisi dengan alas dari Styrofoam atau pakis Diatasnya dimasukkan media tanam, untuk bulan memakai spaghunm 1-2 cm, untuk dendro tambahkan pakis dengan tidak melepas sabut kelapa. Tanaman yang mau dipindahkan dicabut dari pot. Bungkus medianya dengan media baru. Masukkan dalam pot. Tambahkan media hingga padat. Bila kurang padat, posisi tanaman sering berubah.

Untuk bulan masukkan ke dalam tray. Bila tak ada tray, irisan bambu dapat dipakai sebagai penahan tanaman agar tidak tergulung. Tatalah tanaman dengan daun mengarah utara-selatan. Bila diletakkan serampangan, kelak tangkai bunga bengkok.

5. Tanaman Remaja
Yang dimaksud tanaman remaja adalah berumur 3 s/d 6 bulan. Perawatan tanaman itu sama seperti ketika tanaman baru dipotkan dari botolan. Penyiraman tetap dibarengi pemupukan, bahkan penyemprotan pestisida. Hanya saja dosis pupuk ditingkatkan menjadi ¼ dari dosis anjuran atau 0,250 g/l air. Penyiraman juga dilakukan setiap 3 hari, tergantung kondisi cuaca. Jenis pupuk yang digunakan Hyponix, Gandasil, Vitabloom atau pupuk dari negara asal. Pakai pupuk majemuk dengan perbandingan 30:15:15.

6. Pencegahan Hama dan Penyakit
Penyakit dicegah dengan melakukan penyemprotan obat-obatan setiap minggu. Untuk mencegah jamur gunakkan fungisida. Fungisida yang digunakan diantaranya Antracol, Dithane dan Benlate dosis 2 mm/l air. Semprotkan langsung keseluruh tanaman. Penyemprotan dapat dilakukan bersamaan dengan pemupukan.
Bila tanaman terlanjur terserang bakteri busuk daun alias erwinia, segera isolasi agar tak menyebar ke tanaman. Gejala tanaman terserang ialah daun melepuh seperti habis tersiram air panas. Untuk mengatasi gunting bagian yang terserang. Buat salep dari fungisida Pysan 20 yang diberi beberapa tetes air. Salep itu kemudian dioleskan pada bekas luka. Setelah 1-2 bulan dibawah luka tumbuh tunas baru sebagai pengganti batang yang dipotong.

7. Pembungaan
Tiga bulan kemudian atau berumur sekitar 6 bulan siap dibungakan. Namun sebelumnya ganti dulu pot agar tanaman tidak tampak sesak. Ganti dengan pot berukuran lebih besar.
Untuk bulan warna pot tetap memakai yang putih. Cara penggantian pot sama dengan sebelumnya. Isi dasar pot dengan Styrofoam atau zeolit. Tambahkan sedikit spaghnum moss. Cabut tanaman yang akan dipindahkan. Bungkus medianya dengan media baru. Sebaiknya menggunakan media berserat panjang karena tahan sampai 1 tahun.
Pupuk yang diberikan ditambah dosisnya menjadi ½ dari dosis anjuran atau 0,5g/1liter air. Ganti pupuk dengan perbandingan N:P:K seimbang, yaitu 15:15:15. Tambahkan KNO3 sebagai selingan. Frekwensi pemberian pupuk 3 hari sekali. Pada kondisi hujan terus-menerus frekuensi penyiraman dikurangi hanya sekali seminggu. Namun, frekuensi penyemprotan pestisida tetap sama, diberikan secara bergantian.

Selama masa pertumbuhan, seringkali akar keluar dari pot. Itu tanda media kurang padat atau pot sudah berlumut. Akar yang keluar dimasukkan secara hati-hati sehingga tidak patah. Tambahkan media sehingga padat. Bila karena pot kotor, segera ganti dengan pot bersih. Pot kotor segera dibersihkan dengan detergen.

Pada bulan ke 3-4, tanaman remaja itu bisa dirangsang berbunga. Ubah komposisi pupuk N:P:K menjadi 15:30:30. Berikan ketanaman dengan dosis sesuai anjuran. Frekuensi pemberian 3 hari sekali. Pupuk lambat urai bisa pula diberikan.

Untuk anggrek bulan satu bulan kemudian tunas bunga mulai muncul dari batang. Pasang besi kecil untuk mengarahkan bunga tumbuh tegak. Jepit tangkai bunga kebesi itu. Pada bulan ke-3, bunga sudah mekar. Keindahannya bisa dinikmati 2-3 bulan.


Bookmark and Share

23 February 2010

Aklimatisasi

Esha Garden - Tuesday, February 23, 2010
Tanaman hasil kultur jaringan tidak bisa langsung ditanam begitu saja dalam pot. Tanaman hasil kultur jaringan (plantet atau tunas mikro) perlu mendapatkan perlakuan khusus untuk dapat hidup dilingkungan baru hingga menjadi bibit baru yang siap ditanam di lapang. Tahap aklimatisasi merupakan tahapan kritis karena kondisi iklim dilapang sangat berbeda dengan kondisi dalam botol, sehingga diperlukan penyesuaian.

Berikut ini adalah tahapan aklimatisasi tanaman hasil kultur jaringan:
a. Siapkan eksplan atau tunas mikro yang telah siap untuk diaklimatisasi. Pilih tanaman yang mempunyai perakaran, batang dan daun yang baik.
b. Cabut tunas mikro (eksplan yang sudah berdeferensiasi) dengan hati-hati dari media kultur, kemudian cuci dibawah air mengalir hingga media yang menempel di akar hilang, karena sisa media kultur dapat memicu tumbuhnya cendawan yang akan menyebabkan tanaman busuk dan mati.
c. Rendam tunas mikro yang telah bersih dengan fungisida 1 g/L selama 10 menit, kemudian keringanginkan.
d. Siapkan media tanam berupa pakis steril dan sphagnum moss. Selain itu siapkan juga pot kecil, gabus, gelas bekas air minum mineral, dan hormone pengakaran.
e. Isi bagian dasar pot dengan potongan gabus, kemudian isi pakis steril 1/3 bagian dan sphagnum moss.
f. Celupkan akar tunas mikro ke dalam hormon pengakaran 2 ml/L air, kemudian tanam ke dalam pot. Berikan pakis lagi hingga tunas mikro dapat tegak.
g. Tutup tunas mikro dengan gelas air mineral bekas. Letakkan ditempat yang terkena cahaya matahari tidak terlalu banyak. Dan pindahkan secara bertahap ke tempat yang mendapat cahaya matahari yang cukup.

Bookmark and Share

12 January 2010

Bagaimana Cara Mengeluarkan Anggrek dari Dalam Botol ?

Esha Garden - Tuesday, January 12, 2010
Sekitar 7-8 bulan setelah berkecambah, anakan anggrek siap dikeluarkan dari dalam botol. Anakan anggrek di dalam botol disebut dengan sedling.

Sedling yang siap dikeluarkan mempunyai akar yang banyak dan kelihatan kokoh. Mengeluarkan sedling dari dalam botol harus berhati-hati. Sedling yang dikeluarkan dari botol sering tidak bisa beradaptasi ketika dipindahkan ke kompot karena telah terbiasa hidup manja, dengan makanan yang sudah disediakan di dalam botol. Pengeluaran sedling dari dalam botol bisa dilakukan dengan dua cara sebagai berikut.


* Cara Pertama
  1. Siapkan baskom yang berisi air bersih dan steril.
  2. Pecahkan botol di atas baskom. Kaca pecahan botol akan tenggelam dan anakan anggrek akan mengambang di atas permukaan air.
  3. Cuci anakan anggrek hingga bersih dan tidak terdapat agar-agar. Agar-agar yang masih menempel dapat menyebabkan tumbuhnya jamur yang merugikan anggrek.
  4. Rendam anakan anggrek di dalam physan (zat anti jamur) dengan dosis 2-3 mg per satu liter air agar tidak ditumbuhi jamur.
  5. Letakkan anakan anggrek di atas Koran dan diangin-anginkan agar bebas dari air.
  6. Setelah kering, pindahkan anggrek ke dalam kompot. Satu kompot bisa digunakan untuk 20-40 anakan anggrek, tergantung pada ukuran kompot dan besarnya anakan.

* Cara Kedua:
  1. Buka tutup botol dan masukkan air sampai setengahnya.
  2. Goyang-goyangkan botol hingga tanaman dan akarnya terpisah dari agar-agar.
  3. Keluarkan anakan anggrek menggunakan pinset atau kawat yang ujungnya dibengkokkan membentuk huruf “U”. Caranya dengan mengaitkan dan menarik akar anakan anggrek keluar sampai terjatuh ke dalam baskom yang berisi air bersih dan steril.
  4. Langkah selanjutnya sama seperti cara pertama.

Memindahkan anakan ke kompot
Setelah anakan anggrek dikeluarkan dari dalam botol, langkah selanjutnya adalah menanamnya di kompot. Kompot yang digunakan berdiameter 7, 12, 16, atau 20cm. Kompot tersebut tidak terlalu tinggi atau dalam, tetapi menyerupai cobek (tempat membuat sambal dari tanah liat). Kompot ada yang terbuat dari tanah atau plastik.

Media tanam yang digunakan bisa berupa pakis, sabut kelapa, moss (Lumut), akar kadaka dan kulit pinus. Sebelum digunakan, media tersebut harus direbus di dalam air selama 30 menit agar terbebas dari tanin atau zat perangsang pertumbuhan jamur.

Langkah-langkah menanam anakan anggrek dalam kompot sebagai berikut :
  1. Potong-potong media tanam (pakis dan serutan kayu sepanjang 5-30 mm; serta kulit pinus, arang, pecahan genting, pecahan batubata, kulit pinus, arang, pecahan genting, pecahan batubata, tempurung kelapa dan sabut kelapa sebesar ibu jari)
  2. Isi kompot dengan kerikil dengan pecahan genting sebesar ibu jari sebanyak 1/3 pot.
  3. Isi kompot dengan media tanam sampai sekitar 2 cm di bawah bibir kompot.
  4. Pindahkan anakan anggrek satu persatu ke dalam kompot. Satu buah kompot bisa memuat 20-40 anakan anggrek, tergantung pada besarnya kompot dan besarnya anakan anggrek.
  5. Semprotkan pupuk cair organik atau tambahkan pupuk organik untuk meningkatkan nutrisi 1-2 kali seminggu. Dengan dosis 2 g atau 2 ml dalam 1 liter air.
  6. Letakkan kompot di tempat teduh yang hanya menerima cahaya matahari langsung sekitar 20%.
  7. Lakukan penyiraman untuk menjaga kelembaban media tanam.
  8. Setelah anakan anggrek tumbuh agak tinggi, lakukan penjarangan dengan cara memindahkan anakan anggrek yang berasal dari satu kompot ke dalam 3-5 kompot.
  9. Setelah akar tumbuh baik, tingkatkanlah pencahayaan matahari secara bertahap.

Memindahkan anggrek ke dalam pot
Setelah tumbuh cukup besar dengan tinggi sekitar 5 cm, anggrek siap dipindahkan ke dalam pot tunggal. Cara memindahkannya sebagai berikut:
  1. Potong-potong media tanam (pakis dan serutan kayu sepanjang 5-30 mm; serta kulit pinus, arang, pecahan genting, pecahan batubata, kulit pinus, arang, pecahan genting, pecahan batubata, tempurung kelapa dan sabut kelapa sebesar ibu jari).
  2. Isi pot dengan kerikil atau pecahan genting sebesar ibu jari sebanyak 1/3 pot. Pot yang digunakan bisa berukuran sedang dengan diameter 7 atau 12 cm.
  3. Isi pot dengan media tanam sampai sekitar 2 cm di bawah bibir pot.
  4. Pindahkan anakan anggrek 1 per 1 ke dalam pot (1 tanaman 1 pot).
  5. Tambahkan pupuk organik atau anorganik sesuai dengan aturan untuk menambah nutrisi. Pupuk organik berbentuk cair diaplikasikan dengan cara penyemprotan 1-2 kali seminggu.
  6. Letakkan pot di tempat teduh dan hanya menerima cahaya matahari langsung sekitar 20%.
  7. Lakukan penyiraman untuk menjaga kelembaban media tanam
  8. Setelah anggrek cukup besar dan dapat beradaptasi, intensitas cahaya matahari dapat ditingkatkan secara bertahap.

11 January 2010

Bagaimana perlakuan setelah kultur dalam botol siap tanam?

Esha Garden - Monday, January 11, 2010
Perlakuan untuk menyiapkan tanaman dari dalam botol ke luar di sebut aklimatisasi.
"Banyak orang yang kurang mengetahui tentang aklimatisasinya, sehingga kualitas bibit yang dihasilkan menjadi tidak baik, seperti mudah terserang penyakit, pertumbuhan lambat, mudah dehidrasi dan lain lain".




Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam proses aklimatisasi:


  1. Pengurangan perlakuan hormon pada saat akhir-akhir subkultur plantlet. Sehingga kultur dilatih untuk menghasilkan hormon sendiri.
  2. Dilakukan proses hardening agar terjadi penyesuaian secara bertahap kondisi lingkungan. Proses hardening adalah meletakkan botol kultur dalam kondisi tertutup rapat di nursery, sehingga kultur mendapatkan fluktuasi sinar dan suhu harian. Hal ini akan merangsang penguatan dinding sel dan melatih metabolisme untuk lebih bekerja keras.
  3. Proses pengeluaran kultur dari dalam botol dan ditempatkan pada bak aklimatisasi berupa bak tertutup berlapis agar kondisi lingkungan yang didapat tidak ektrim. Sungkup di buka secara bertahap dengan prinsip bahwa kultur tidak dehidrasi karena angin, suhu atau radiasi sinar.
  4. Perubahan kondisi dari dalam botol ke luar sangat berbeda dalam hal kondisi fisik dan ketersediaan bahan makanan bagi tumbuhan. Oleh sebaiknya dibantu dengan makanan yang masih lengkap dalam hal ini bisa diberikan 1/2 MS (Murashige and Skoog) dengan diberi hormon tunas BAP 0,5 mg/l dan NAA 0,3 mg/l.
  5. Seringkali terjadi bibit hasil kultur terlihat "njelulur" dan tidak kokoh, maka bisa diberi perlakuan 1/2 MS, packlobutrazol 0,01 mg/l, BAP 0,5 mg/l, NAA 0,3 mg/l , KNO3 1 mg/l.
  6. Perlakuan yang diberikan disesuaikan dengan kondisi fisiologis bibit kulturnya.


www.eshaflora.com
Bookmark and Share
Previous
Editor's Choice