Show Mobile Navigation

Artikel Terkini

Berlangganan Artikel Kuljar Via Email

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Pendaftaran

eshaflora
Showing posts with label eshaflora. Show all posts
Showing posts with label eshaflora. Show all posts

08 May 2024

Tujuh Anggrek Terpopuler

@Cahangon75 - Wednesday, May 08, 2024

Anggrek adalah tanaman hias yang

sangat populer di Indonesia.

Ada banyak ragam jenis anggrek.

Indonesia memiliki lebih dari 5.000 spesies anggrek.

Dari jumlah itu, 986 spesies tersebar

di hutan-hutan di Pulau Jawa.

971 spesies berada di Pulau Sumatra 113

spesies tumbuh di Kepulauan Maluku dan sisanya

bisa ditemukan di Sulawesi, Irianjaya, Nusa Tenggara,

dan Kalimantan Masing-masing spesies anggrek memiliki karakteristik

yang berbeda Dari ribuan spesies anggrek, ada

7 jenis anggrek yang paling populer 

1. Anggrek Dendrobium 

Anggrek Dendrobium memiliki warna bunga

yang cerah dan terlihat cantik Anggrek ini memiliki

bunga berwarna putih, kuning, atau ungu sehingga menjadikan

anggrek ini salah satu jenis anggrek yang sangat

disukai oleh semua kalangan 

2. Anggrek Cymbidium Umumnya jenis anggrek ini dikenal sebagai anggrek perahu Anggrek Cymbidium memiliki bunga yang lebih kecil dibandingkan

jenis anggrek lainnya namun dapat menghasilkan hingga 30 bunga

per paku anggrek simpedium dapat ditanam di taman atau

sebagai tanaman dalam ruangan dan lebih menyukai suhu yang

lebih hangat di siang hari dan suhu yang lebih

dingin di malam hari 

3. Anggrek Epideru 

Anggrek Epiderum merupakan salah

satu jenis anggrek yang paling umum.

Anggrek Epiderum memiliki bunga yang

lebih mungil dibandingkan dengan anggrek

lainnya, dan biasanya mekar berkelompok.

Anggrek Epiderum membutuhkan cahaya yang sangat terang dan

paling baik ditaman dan ditanam di luar ruangan.

4. Anggrek Hitam 

Sesuai dengan namanya, jenis anggrek

ini memiliki kelopak bunga berwarna hitam.

Anggrek hitam banyak dijumpai di

wilayah Kalimantan, Sumatera, dan Papua.

Namun, saat ini bunga anggrek hitam

sudah langka karena habitatnya kini mulai

hilang sehingga populasinya mulai berkurang. 

5. Anggrek Bulan 

Anggrek yang memiliki nama latin para bulan.

Palaenopsis Denepe ini mempunyai perpaduan bentuk dan warna

yang sangat indah Sesuai namanya, anggrek langka ini

memiliki perpaduan bentuk bulan dan bintang Anggrek ini

menjadi salah satu anggrek yang tergolong langka dan

dilindungi oleh pemerintah Indonesia 

6. Anggrek Cattelya 

Anggrek Cattelya  satu jenis anggrek yang cukup populer

dari semua jenis anggrek Anggrek, Cattelya

memiliki bentuk yang paling bervariasi.

Ada Cattelya  berbunga besar dan kecil.

Anggrek ini memiliki bintik-bintik atau

garis-garis warna yang berkontras.

7. Anggrek Phaleonopsis Anggrek Phaleonopsis adalah jenis yang paling umum dan paling gampang didapatkan di toko bunga.

Jenis anggrek ini cukup populer dengan warna

bunga yang indah, dengan berbagai warna yakni

putih, merah, merah, dan berbagai warna.

muda, ungu, hijau, kuning, merah, dan orange

Pelatihan kultur jaringan Anggrek di Esha Flora

Kenapa biaya Pelatihan di Esha Flora mahal dibandingkan tempat lainnya?


Tidak mahal. Beberapa faktanya :

✅ Pelatihan dilakukan selama 4 hari (Pelatihan Intensif dan Padat)

✅ Jam 09-11 (Materi), Jam 11-12 (Pengantar Praktik), Jam 12-13 (Ishoma) dan Jam 13-16 (Praktik)

✅ Diajarkan oleh ahlinya langsung dan Asisten yang sudah sangat berpengalaman

✅ Pelatihan sudah dilakukan sejak tahun 2004 dan sebagai salah satu perintis

✅ Peserta pelatihan sudah lebih dari 1000 orang. Banyak pengalaman berharga yang bisa dibagi

✅ Gratis konsultasi. Bingung kelanjutan setelah pelatihan? Tenang, Esha Flora punya solusinya sesuai kebutuhan yang diinginkan

✅ Esha Flora punya produk penunjang Kultur Jaringan

✅ Peserta pelatihan dari berbagai kalangan dan berbagai profesi

✅ Ada GROUP WA yang beranggotakan Para Pemain di bidang Kultur Jaringan

✅ Pelatihan reguler sesuai jadwal tetap berjalan walaupun hanya seorang yang mendaftar

✅ Dapatkan pengalaman yang luar biasa


📝 Pertanyaan seputar Pelatihan

✅ Semua jawaban bisa dilihat di : www.pelatihankulturjaringan.com


📚 Jadwal Pelatihan Kultur Jaringan : www.eshaflora.com


📞 08128213720 / 0817154375


#kulturjaringan #eshaflora #planttissueculture #tissueculture #bogor #pelatihankulturjaringan #pelatihanprivat #pelatihanreguler #jakarta #skalarumahtangga #kuljar #kultur #biotech #bioteknologi #silvikultur #biologi #agronomi #ipb #lab #laboraturium #kursus #pelatihan #bisnis #tanaman #wirausaha #farm #berkebun

04 August 2016

Transfer Teknologi Kultur Jaringan Esha Flora Indonesia

@Cahangon75 - Thursday, August 04, 2016
Transfer Teknologi Kultur Jaringan Esha Flora Untuk Perusahaan maupun Perorangan 
Oleh:  Ir. Edhi Sandra MSi  Dan  Ir. Hapsiati




Latar Belakang 
Kultur Jaringan - Prospek pengembangan Kultur Jaringan di Indonesia sangat baik. Indonesia membutuhkan bibit-bibit yang berkualitas dan unggul di berbagai macam sektor, seperti pertanian, perkebunan dan kehutanan, belum lagi untuk kepentingan tanaman hias dan koleksi tanaman eksotik dan langka. Setelah sekian lama memberikan pelatihan kultur jaringan (dengan jumlah peserta pelatihan yang lebih dari seribu orang yang di adakan di Esha Flora maupun di IPB) hanya sekitar 30 % yang tetap eksis dalam mengembangkan kultur jaringan.


Kelompok yang eksis ini terbagi menjadi dua kelompok yaitu: 1). peserta yang memang sudah bekerja di bidang kultur jaringan di perusahaan negeri, perguruan tinggi maupun swasta sekitar 20 %, dan 2). Peserta perorangan atau utusan perusahaan swasta yang baru mau mengembangkan bisnis kultur jaringan sekitar 10%. Sedangkan yang 70% tidak dapat eksis dalam bidang kultur jaringan karena beberapa faktor yang dapat dikelompokkan menjadi:

Permasalahan Non Teknis:
1.1. Ketidakadaan waktu atau dana, atau tempat1.2. Ketidakadaan tenaga ahli dan trampil dalam kultur jaringan1.3. Permasalahan manajemen pegawai1.4. Permasalahan pasar
Permasalahan Teknis:
2.1. Permasalahan teknis kultur jaringan2.2. Permasalahan kontaminasi dan antisipasinya.2.3. Permasalahan ramuan dan komposisi media untuk tujuan tertentu2.4. Permasalahan manajemen pengelolaan teknis lab kuljar.2.5. Permasalahan kemampuan perencanaan produksi dan pencapaian target. Setelah kami analisa ternyata permasalahan mulai muncul pada saat para peserta tersebut mulai secara real melaksanakan kegiatan kultur jaringan. Banyak kegiatan teknis sederhana tapi ternyata sangat menentukan kelancaran dan kesuksesan dalam pelaksanaan kultur jaringan tersebut.

Dan permasalahan tersebut terjadi selama awal pelaksanaan pengelolaan lab kultur jaringan.Permasalahan akan bertambah besar dan membuat stress berat para pengelola lab kuljar, setelah dihadapkan pada program produksi yang tinggi dan pencapaian target produksi yang sangat sempit waktunya, bila dalam hal ini mereka belum ada pengalaman maka ditambah dengan adanya kendala teknis maka pengelolaan lab kuljar akan menjadi kacau. Dan gagal dalam mencapai tukjuan yang diinginkan.

Oleh sebab itulah maka Esha Flora berusaha membantu semua pihak yang berusaha membuka usaha kultur jaringan dengan membantu mengatasi semua permasalahan tersebut dan mendampingi selama proses awal pelaksanaan pengelolaan laboratorium kultur jaringan tersebut. Program tersebut dapat berlangsung selama 6 bulan sampai satu tahun dan bisa lebih bila di perlukan. Transfer Teknologi Kultur Jaringan Esha Flora Adapun Paket Program Transfer Teknologi Kultur Jaringan ini terdiri dari beberapa tahap, yaitu:

Konsultasi perencanaan bisnis & pembuatan laboratorium kultur jaringan.
Pengadaan paket alat dan bahan kultur jaringan dengan skala tertentu seperti paket alat bahan dengan kapasitas 1000 kultur, 10.000 kultur, 100.000 kultur dan 1 juta kultur.

Jasa inisiasi kultur jaringan tanaman yang diinginkan.

  • Paket pelatihan kultur jaringan
  • Paket magang kultur jaringan
  • Pendampingan start awal pengelolaan laboratorium kultur jaringan
  • Supervisi dan evaluasi setiap tahapan kultur jaringan.
  • Jasa perencanaan strategi bisnis kultur jaringan
  • Jasa perencanaan dan target produksi kultur jaringan

Komponen program dapat disesuaikan dengan situasi dan kondisi di lapangnya. Intinya adalah kami berusaha mengatasi semua permasalahan di dalam merintis usaha kultur jaringan.Setiap komponen program merupakan jawaban dari permasalahan yang seringkali ditemui para perintis usaha kultur jaringan secara garis besarnya permasalahan di bagi menjadi 2 kelompok. Yaitu :

1. Permasalahan teknis dan manajemen laboratorium kultur jaringan.
2. Permasalahan pasar dan strategi usaha kultur jaringan.

Situasi dan kondisi laboratorium kultur jaringan berbeda-beda, hal ini disebabkan keterbatasan dari para pelaku usaha kultur jaringan juga berbeda-beda, demikian pula dengan tenaga pelaksananya juga mempunyai pengetahuan dan pemahaman yang berbeda-beda. Seringkali para pelaku kultur jaringan dalam merintis usaha kultur jaringan dengan cara mencontoh atau mengikuti dari laboratorium kultur jaringan yang ada. Akan tetapi mereka tidak mampu memodifikasi dan menyesuaikannya dengan kondisi dan siatuasi yang cocok di lingkungannya. Bahkan seringkali mereka salah di dalam menarik kesimpulan dan mengambil prinsip yang harus dipegangnya dalam pelaksanaan usaha kultur jaringan tersebut.

Permasalahan Teknis dan Manajemen Laboratorium Kultur Jaringan. Bagi perusahaan atau perorangan yang baru merintis usaha kultur jaringan, maka sebenarnya dia harus menyusun satu-persatu pelaksanaan teknis dari setiap tahapan dan proses kulur jaringan. Bila dalam hal ini si pelaksana belum mempunyai pengalaman, maka dia akan terantuk-antuk dalam setiap pelaksanaan teknis tersebut. Permasalahan Teknis Bagi orang umum, maka kultur jaringan terlihat sangat detail dan rumit. Tapi bagi sarjana kultur jaringan yang sudah mempelajari kultur jaringan maka terlihat mudah. Akan tetapi sebenarnya tidak demikian karena pada saat sarjana kultur jaringan tersebut terjun di laboratorium kultur jaringan, maka variasi yang ada sangat besar berkaitan dengan faktor keterbatasan, sitruasi dan kondisi serta variasi tanaman yang akan dikembangkan sangat beranekaragam. Ditambah lagi dengan keterbatasan waktu, biaya, tenaga, kapasitas alat, terbatasnya bahan dikaitkan dengan target dan skala produksi.

Kesemua faktor tersebut bercampur aduk menjadi sebuah permasalahan besar yang cukup sulit untuk diurai dan dipecahkan. Kalau sarjana kultur jaringan tersebut tidak mempunyai pengalaman maka akan membuat permasalahan tersebut akan terakumulasi dan semakin besar. Permasalahan manajemen Suksesnya usaha kultur jaringan tidak hanya ditentukan dengan mahalnya investasi yang sudah dikeluarkan. Bukan tergantung pada mahalnya peralatan dan gedung laboratorium kultur jaringan. Tapi lebih ditentukan pada terlaksananya prinsip-prinsip dasar di dalam kultur jaringan.

Laboratorium kultur jaringan yang baik tidak hanya ditentukan oleh tertutup rapatnya (terisolasi) laboratorium kultur jaringan tersebut, juga bukan pada dinginnya AC atau terangnya lampu. Tapi juga sangat ditentukan pada pengelolaan laboratorium kultur jaringan tersebut. Permasalahan Pasar dan Strategi Usaha Kultur Jaringan Bagi para pemula yang baru mau merintis usaha kultur jaringan maka akan bermasalah dalam hal pasar. Kecuali bila mereka membuka usaha kultur jaringan sebagai upaya pengembangan usaha yang sudah ada. Misalnya dalam rangka mengantisipasi kekurangan pengadaan bibit unggul. Bagi pengusaha kultur jaringan yang tidak mempunyai akses pasar yang sudah pasti, maka ia harus pandai membuat strategi agar biaya operasional laboratorium harus dapat tertutup oleh pemasukan yang ada.

Untuk itu maka pengelola kultur jaringan harus mampu melakukan diversifikasi produk dan jasa yang dihasilkannya untuk memperkuat eksistensinya. Strategi tersebut tidak hanya diversifikasi produk dan jasa saja tapi juga merupakan kesatuan usaha yang saling sinergis dan sistematis mampu mengembangkan laboratorium secara bertahap, walau pada tahap awalnya dimulai dari investasi yang sangat terbatas. Transfer Teknologi Esha Flora yang pernah dilakukan Esha Flora sampai saat ini sudah melakukan beberapa kali transfer teknologi kultur jaringan, diantaranya:


  • Pengembangan laboratorium kultur jaringan peserta pelatihan Esha Flora
  • Pengembangan laboratorium kultur jaringan anggrek di Bali
  • Pengembangan laboratorium kultur jaringan tanaman hias di Depok
  • Pengembangan laboratorium kultur jaringan di Perusahan pertambangan di NTT
  • Pengembangan laboratorium kultur jaringan rami di Garut.


Penutup 

Bahwa dalam merealisasikan dan melaksanakan / mengelola laboratorium kultur jaringan, ibarat seorang nahkoda kapal laut yang sedang mengarungi lautan yang luas dengan ombak yang besar diseling dengan badai dan hujan deras. Bila nakhkoda tersebut tidak terampil mengendalikan kapalnya maka kemungkinan besar akan tenggelam atau bila tidak kemungkinan iya akan tersesat di lautan luas Semoga tulisan ini bermanfaat untuk evaluasi besama, dan menjadi motivasi agar kita lebih professional dalam mengembangkan kultur jaringan. Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih (Bogor, 20 Desember 2010 Esha Flora)

15 January 2016

Kunjungan Alumni SMAN29 Jakrta th 85 ke Eshaflora

@Cahangon75 - Friday, January 15, 2016
Esha Flora mendapat kunjungan teman-teman alumni SMAN 29 Jakarta. Banyak hal yang dapat didiskusikan terkait pembelajaran yang ada di Esha Flora mengenai kultur jaringan berbagai tanaman, hormon, organik, hayati dan semut jepang. Dan ternyata teman-teman dengan antusias mencoba mengkonsumsi obat tradisional yang sangat terkenal tersebut.






Pemanfaatan Limbah Kotoran Sapi

@Cahangon75 - Friday, January 15, 2016



Esha Flora diajak untuk membantu penanganan limbah dengan kapasitas 25 ton limbah kering dan 20 ton limbah basah setiap bulannya bukanlah hal yang sederhana. 

Dan kalau di tangani dengan baik justru akan menghasilkan pemasukan tambahan yang cukup lumayan. Limbah padat sudah mendapatkan jalan keluar sebagai pelet untk bahan bakar dan limbah cair akan di buat pupuk organik untuk perkebunan teh. 

Pengolahan limbah cair sudah dibuatkan fasilitasnya tinggal merencanakan formula dan tahapan proses pembuatan pupuk organiknya.








16 July 2015

The price for orchids Tissue culture Plantlets in the bottle.

@Cahangon75 - Thursday, July 16, 2015
Indonesia Tissue Culture- Kultur Jaringan Eshaflora


Providing orchids Tissue culture Plantlets in the bottle. Orchids, Phalanopsis , Cattleya , Oncidium , Vanda seedlings etc

Eshaflora orchids Tissue culture Plantlets in the bottle.

Eshaflora Plants and Tissue Culture
The price for orchids Tissue culture Plantlets in the bottle
Currency  1 USD =       14.000  IDR 
 No Description  Qty    Unit-Price (IDR)    Unit-Price (USD)    Price (USD) 
1 Dendrobium     1.000         5.000 0,36          357
2 Phalaenopsis     1.000       10.000 0,71          714
3 Canttleya     1.000       15.000 1,07       1.071
4 Vanda     1.000       20.000 1,43       1.429
5 coelogyn pandurata     1.000       30.000 2,14       2.143
6 papua Dendobium spectabile     1.000       50.000 3,57       3.571
7 Macodes jawa barat     1.000       30.000 2,14       2.143
8 Dendrobium anusmum (wangi)     1.000       30.000 2,14       2.143
       
Total USD     13.571
www.eshaflora.com
rhpranapati@gmail.com
Phone  : +62-812-8468-1972

31 May 2014

Pelatihan Kultur Jaringan Dinas Pertanian Tangerang Selatan

Esha Garden - Saturday, May 31, 2014
Menjadikan tangerang Selatan sebagai daerah dengan ikon anggrek tanah maka Dinas Pertanian Tangerang Selatan atas permintaan langsung dari orang nomor 1 Tangerang selatan untuk mengembangkan anggrek tanah Genta Bandung dengan menggunakan teknologi kultur jaringan. 


Ratusan petani anggrek di Tangsel membudidayakan anggrek tanah. Kesulitan dalam pengadaan bibit yang berkualitas, seragam dalam jumlah yang besar maka kultur jaringan tanaman adalah alternatif yang tepat.   


Oleh sebab itulah maka Dinas Pertanian Tangerang Selatan mengadakan pelatihan kultur jaringan anggrek. Peserta terdiri dari para petani dan petugas penyuluh dan dari Dinas Pertanian.,

























Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik dan Hayati

Esha Garden - Saturday, May 31, 2014
Eshaflora.com. Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik dan Hayati staf Pupuk Pusri Palembang

Peserta Pelatihan staf Pupuk Pusri palembang, mengikuti Pelatihan Pupuk Organik dan Hayati di Eshaflora Plants Tissue Culture.

Beliau yang sehari-hari memang menangani hal ini, ingin lebih mendalam lagi mengetahui mengenai pembuatan produk pupuk organik yang berkualitas terukur, lengkap dan tersedia bagi tanaman sehingga dapat tumbuh dengan baik, tidak kalah dengan pupuk anorganik. 


  Seperti biasa mahasiswa dilibatkan dalam pelatihan untuk memberikan pengetahuan praktis bagi mereka sekaligus sebagai saran tukar informasi bagi peserta pelatihan


Bapak Erwandi didampingi oleh Bapak Yatna, pengurus Macodes yang turut mengikuti Pelatihan untuk pengembangan pupuk organik di Macodes
 

 Penyerahan sertitikat pelatihan kepada peserta, Bapak Erwandi yang diserahkan oleh bapak Edhi Sandra


Pelatihan Pembuatan Hormon dan Bahan Organik

Esha Garden - Saturday, May 31, 2014
Bapak Ivan seorang petani dan penggerak kelompok Tani, terdorong untuk membuat produk hormon dan bahan organik sendiri untuk kebutuhan para petani binaannya.

Dengan berbekal pada potensi yang ada disekitarnya, serta dengan mempraktekkkan teknik dan metode pembuatan hormon dan bahan organik yang terukur dan lengkap mengandung semua komponen yang dibutuhkan serta mampu menyediakan kebutuhan pertumbuhan dan perkembangan tanaman.



Kemampuan meramu dan mengukur bahan baku organik dan hormon sangat diperlukan agar kualitas ramuan produk yang dihasilkan dapat distandarkan. pak Ivan sedang berhitung komposisi dan ramuan yang akan dibuat.
 

Andry Denish, aisten pelatihan sedang mempraktekkan cara mengekstraksi hormon organik yang berasal dari bahan organik.


mahasiswa dilibatkan dalam pelatihan agar mereka memiliki pengalaman dan keberanian dalam melaksanakan kegiatan kultur jaringan.
Pak Ivan seorang penggerak kelompok Tani yang tergerak untuk membuat produk ramuan organik dan hormon secara mandiri untuk memenuhi kebutuhan petani

Pelatihan Kultur Jaringan Kina peserta dari PT Kimia Farma

Esha Garden - Saturday, May 31, 2014
Ibu Nina seorang staf PT Kimia Farma mengikuti Pelatihan kultur jaringan khususnya Tanaman Kina.  Perencanaan pengembangan kultur jaringan dan manfaatnya yang real bagi perusahaan.  Kultur jaringan sudah berjalan selanjutnya mengembangan lebih lanjut lagi. saran yang direkomendasikan : 

  • Metode Pertumbuhan minimal untuk koleksi dan penyimpanan kultur kina, 
  • Poliploid untuk meningkatkan kandungan bahan metabolit sekunder,
  • perencanaan target bibit dan 
  • jaminan mutu kualitas bibit yang dihasilkan. 

 Pelatihan dilakukan dalam suasana kekeluargaan. Acara pelatihan kebetulan dihadiri oleh Bapak H Andi Awaludin, alumni Esha Flora jauh lebih senior dan juga dihadiri oleh mahasiswa penelitian, Brayudanto dan staf Esha Flora, Andry Denish

Ibu Nina dengan tekun mencatat materi pelatihan yang diberikan

Ibu Hapsiati Pemilik Esha Flora sedang memberikan penjelasan kepada peserta pelatihan


Bu Nina didampingi oleh Lala, mahasiswa Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata Fahutan IPB yang sedang penelitian kultur jaringan di Esha Flora




Semoga sukses Bu Nina.
Previous
Editor's Choice