Show Mobile Navigation

Artikel Terkini

Berlangganan Artikel Kuljar Via Email

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Pendaftaran

kuljar anggrek
Showing posts with label kuljar anggrek. Show all posts
Showing posts with label kuljar anggrek. Show all posts

26 September 2014

GREEN ENTERPRENEURSHIP MEMBANGUN JIWA WIRAUSAHA BERWAWASAN LINGKUNGAN ESHA FLORA AGRIBISNIS KULTUR JARINGAN TUMBUHAN SKALA

@Cahangon75 - Friday, September 26, 2014
Oleh : Edhi Sandra
Dosen Bagian Konservasi Keanekaragaman Tumbuhan, Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan
 Ekowisata, Fakuktas Kehutanan IPB Bogor.   Pemilik Esha Flora, Plant and Tissue Culture. 
  
GREEN ENTERPRENEURSHIP

Pendahuluan

            Bila kita lihat topik atau temanya maka bila diterjemahkan dalam bahasa sehari-hari adalah Pengusaha Yang Berwawasan Lingkungan.  Berarti mengandung pengertian “Orang atau Pengusahanya” yang berwawasan lingkungan.  Bila Pelakunya yang berwawasan lingkungan berarti : Pola Pikir, Pola Sikap dan Pola Tingkah lakunya semuanya berwawasan lingkungan.

            Dari Pola Fikir Berwawasan lingkungan akan menghasilkan pemikiran dan kebijakan dan keputusan yang berwawasan lingkungan. Pola sikap akan mennghasilkan keberpihakan yang berwawasan lingkungan. Sedangkan dari Pola Tingkah Laku akan menghasilkan tindakan-tindakan yang berwawasan lingkungan
            Berlandaskan pada itu semua maka Pengusaha tersebut akan menghasilkan produk dan jasa yang juga ramah lingkungan dan mengarah pada kelestarian lingkungan.  Demikian pula dengan Bentuk perusahaan, peraturan perusahaan, kebijakan perusahaan rencana dan program perusahaan tidak akan bersifat kontra terhadap kelestarian lingkungan.

            Pertanyaannya adalah adakah pengusaha yang seperti itu?  Bila usaha tersebut berbentuk Perusahaan maka kegiatan perusahaan yang berwawasan lingkungan lebih disebabkan karena kewajiban dari aturan yang telah dibuat pemerintah. Pertayaan kembali adakah perusahaan yang benar-benar para pemimpinnya dengan hati yang ikhlas dan tulus untuk melestarikan lingkungan?

Bedanya Pengusaha dengan Orang biasa

            Pengusaha akan selalu berusaha agar dirinya selalu mendapatkan keuntungan. Sedangkan orang biasa seringkali tidak focus dan tidak mempunyai rencana yang jelas, dia hanya sekedar menjalani hidupnya.

(Hidup untuk makan atau makan untuk hidup ?)

Kontradiktif Pengusaha Berwawasan Lingkungan
            Kenapa saya sebut kontradiktif? Karena pada umumnya yang namanya pengusaha selalu menganut prinsip-prinsip bisnis yang selalu berlandaskan pada orientasi keuntungan.  Ditambah dengan tekanan dan kondisi bisnis yang sangat bersaing dan sangat ketat. Oleh sebab itulah setiap hal setiap detail diusahakan lebih efisien dan efektif, diusahakan agar perusahaan dapat bertahan dari kondisi krisis saat ini.  Bisa bertahan saja sudah hebat apalagi mampu berkembang dengan baik.  Semuanya dikontrol dengan sangat ketat agar tidak menimbulkan kerugian.  Hal-hal yang bersifat tidak menguntungkan secara real maka akan ditiadakan, setiap langkah yang menghabiskan uang yang tidak berdampak pada keuntungan akan ditiadakan. Kerja pegawai dioptimalkan, kinerja ditingkatkan, waktu diefisienkan.
            Dibuat sedemikian ketat aturan dan sistem yang menghalangi kerugian dan pemborosan. Jadi perusahaan adalah hasil pemikiran kolektif (terutama para pemimpin dan pemiliknya), tidak satu orang, demikian pula ditingkat bawahnya para manager dan para pekerja tidak ingin dipecat, semua target yang harus dicapai dijadikan acuan.
            Nah seringkali Berwawasan lingkungan bersifat “membuang uang” , tidak ada hasil keuntungan secara langsung untuk perusahaan.  Seringkali berwawasan lingkungan justru bersifat kontra dengan pencapaian target dan tujuan perusahaan.

            Memang kita sudah tahu pentingnya kelestarian lingkungan serta dampaknya bila kita tidak melestarikannya.  Tapi pertanyaannya menjadi tanggungjawab siapa? Maukah seseorang bertanggungjawab, apalagi kalau dia merasa tidak memiliki atau dia tidak ada kaitannya secara langsung dengan lingkungan tersebut.
            Seseorang bisa saja berdalih bahwa dia bukan dari lingkungan tersebut, jadi bukan tanggungjawabnya.   Bisa pula seseorang berkata kalau saya bisa pergi bila daerah ini rusak, karena saya banyak uang, yang penting saya sudah dapat uang banyak, tempat tinggal bisa dimana saja bahkan banyak yang lebih baik dari ini.

Beda Pengusaha Biasa Dengan Pengusaha Berwawasan Lingkungan

            Pengusaha biasa akan mengutamakan keuntungan (uang) dibandingkan dengan kelestarian lingkungannya.  Sedangkan Pengusaha Berwawasan Lingkungan lebih mengutamakan kelestarian lingkungan dibandingkan dengan keuntungan (uang).

(Apa beda Pengusaha dengan Peneliti?  Perbedaan inilah yang membuat pengusaha dan peneliti tidak bisa bersatu untuk saling membantu)

Motivasi Pengusaha Berwawasan Lingkungan

            Bila ada Pengusaha yang lebih mementingkan kelestarian lingkungan disbanding keuntungan (uang), maka sebenarnya apa motivasi dari pengusaha tersebut? Koq mau-maunya merugikan usahanya?  Koq bodoh amat pengusaha tersebut mau bersusah payah mengurusi lingkungan sementara usahanya menjadi terancam merugi dan bangkrut?

(Banyak kasus pedagang menggunakan bahan-bahan yang murah dan tidak bertanggungjawab yang penting untung, seperti kasus pewarna kain untuk pangan, pengawet untuk pangan, bahan baku makanan yang sudah rusak didaur ulang, dan dijual kembali. Kesemuanya berusaha menerapkan prinsip bisnis)

            Pasti ada dasar atau pola fakir yang melandasi perbuatan “bodohnya” untuk melestarikan lingkungan dan membuat perusahaan terancam bangkrut atau merugi. Pasti ada pemikiran yang lain yang logis yang mendasari pola fikirnya tersebut.

Agama Melandasi pola Fikir Logis

            Perbuatan yang kelihatannya bodoh sebenarnya dari kacamata agama memiliki logika sendiri berdasarkan ajaran agama tersebut.  Ajaran agama yang diyakini pengusaha inilah yang mendasari pola fikir dan pola sikap dan pola tingkah laku pengusaha tersebut.


Agama dan Wawasan Lingkungan

            Sudah seharusnya setiap agama akan selaras dan sesuai dengan kelestarian lingkungan.  Tuhan menciptakan dunia seisinya untuk kesejahteraan manusia, dan manusia diberi tugas /amanah untuk menjaga lingkungannya. Dan Tuhan menciptakan lingkungan /alam dengan aturan-aturan yang ditetapkan.  Ketentuan Tuhan mengenai alam seisinya inilah yang menjadi bahan penelitian mahasiswa KSHE.
            Dengan mengetahui ketentuan Tuhan yang menciptakan alam semesta ini kita akhirnya tahu mengenai kelestarian lingkungan dan dampaknya bagi manusia.  Lalu bagaimana hubungan antara kelestarian lingkungan dengan Pengusaha yang beragama tersebut? Apa definisi keuntungan bagi pengusaha yang sebenarnya adalah Hamba atau mahluk ciptaan Tuhan.

Ajaran Agama Dan Konsep Keuntungan

            Bila Pengusaha tersebut meyakini suatu agama, maka ajaran agama tersebut menjadi logis dan wajar bahkan bersifat mengikat, tapi ajaran agama yanglain tidak akan membuat manusia yang tidak meyakininya menjadi berfikir logis, karena dia menolak ajaran tersebut.
            Mohon maaf,  karena saya beragama Islam, maka saya akan memberikan sudut pandang dari persepsi dan pengetahuan saya dari segi agama Islam. Saya usahakan untuk tetap bersifat umum.  Ajaran agama yang berkaitan dengan konsep keuntungan:
Disebutkan bahwa hari ini harus lebih baik dari hari kemarin, dan hari esok harus lebih baik dari hari ini.  Hal ini menekankan konsep waktu yang sangat penting dan tidak bisa diulang, oleh sebab itulah kita harus mengusahakan yang terbaik yang dapat kita lakukan.
Semua manusia dalam kadaan merugi dalam hidup ini, kecuali yang bertakwa dan beriman pada Tuhan yang Maha Esa.
Adanya konsep Halal dan Haram, Pahala dan Dosa.   Semua hal yang ersifat baik akan mendapatkan pahala, dan semua hal yang bersifat negative mendapatkan dosa. Dalam hal ini termasuk ketentuan Tuhan dan fitrah.
Adanya tawaran bisnis dari Tuhan yang jauh lebih menguntungkan dengan bisnis apapun, yaitu bisnis di jalan Tuhan yang Maha Esa. Bisnis untuk menjalankan Perintah (Rukun Islam dan Rukun Iman) serta melakukan Amar Ma’ruf Nahi Munkar.
Ajaran bahwa didunia ini hanyalah ujian, sedangkan kehidupan yang sesungguhnya adalah diakhirat nanti, kekal abadi (surga dan neraka).
Adanya ajaran-ajaran agama tentang rizki dan keberkahan
Adanya ajaran tentang sedekah dan zakat dalam membersihkan harta, mendatangkan rizki serta menolak bala.
Adanya kepuasan, kebahagiaan dan ketentraman batin / hati bila menjalankan yang diperintahkan Tuhan.
Adanya rasa kekhawatiran, ketakutan, was-was dan sebagainya bila kita melakukan dosa atau hal-hal yang dilarang agama.

Ajaran-ajaran inilah yang mempengaruhi pengusaha sehingga seringkali berbeda dengan konsep orientasi keuntungan yang digagas oleh para pelaku bisnis dari Negara barat. Pengusaha tersebut tidak merasa rugi melakukan pelestarian lingkungan walaupun mengeluarkan biaya, walaupun seperti bertolak belakang dengan program dan target yang harus dicapai perusahaan. Tapi sebenarnya ada hal yang lain yang dikejar yaitu keuntungan dunia dan akhirat. Dia meyakini bahwa dengan melestarikan lingkungan yang merupakan amanah Tuhan untuk menjaga lingkungan akan berdampak positif bagi keberkahan dan tabungan pahala, serta kepuasan dan ketentraman batinnya.


KUNCI SUKSES BISNIS

                Untuk melakukan bisnis apapun ada beberapa kata yang perlu diperhatikan:
Mulai dari sekarang, mulai dari diri sendiri, mulai dari yang kecil.
Kegagalan adalah sukses yang tertunda
Kesuksesan adalah akumulasi dari kegagalan.
Dalam mengarungi bisnis tidak selalu untung, ada masa rugi. Jangan hanya mau menerima untungnya saja, sementara rugi ditinggal.
Kesabaran, keuletan dan kreativitas dan inovasi dalam kondisi rugi merupakan kunci dari kesuksesan.
Ukir jejak, inventarisasi, tingkatkan, lengkapi dan sempurnakan profesi.
Inventarisasi, perluas, diversifikasi, perbanyak jaringan kemitraan dan stakeholder
Perkuat eksistensi, banyak dimanfaatkan orang, dijadikan acuan orang.
Memilki kelebihan, ciri serta kemampuan dan ketrampilan yang lebih dibanding yang lain.
Kemampuan bertahan pada kondisi kritis dan merugi dalam waktu yang cukup lama/panjang.


ESHA FLORA

Membantu Penerapan  Iptek di masyarakat luas

          Awal mulanya saya sangat menyukai biologi terutama tumbuhan.  Semua halmengenai tumbuhan saya pelajari.  Saya menjadi asisten dari semua pelajaran yang berkaitan dengan tumbuhan mulai dari biologi dasar, taksonomi tumbuhan, ekologi, anatomi tumbuhan, dendrologi, fisiologi Tumbuhan. Saya suka meneliti, saya suka hal-hal yang baru, menemukan sesuatu yang baru dan saya suka mengajarkan sesuatu.


Ajaran Agama Yang Mendasari Kegiatan Esha Flora

1.  Ulil Albab (Ilmuwan)
          Tuhan akan meninggikan posisi dan kedudukan seorang Ulil Albab di bandingkan orang lain.  Oleh sebab itulah saya berprofesi sebagai dosen, sebagai eorang peneliti, karena tugas dosen ada 3 yaitu: meneliti, mengajar dan mengabdi (Tri Darma Perguruan Tinggi).  Ketiganya sesuai dengan ajaran agama yang ingin saya laksanakan.

2.   Kebahagiaan Dunia dan Akhirat
          Saya akan berusaha mengikuti dan menerapkan aturan dan ajaran agama dengan sebaik mungkin. Saya ingin lulus ujian hidup. Saya ingin sukses dunia dan akhirat.  Hal inilah yang mendasari kenapa harus berbuat bodoh atau merugikan dari sudut pandang usaha / perusahaan.  Setiap kalai ada pilihan, antara keuntungan “uang” dengan amal bidah “ pahala” maka saya akan memprioritaskan amal ibadah.

3.  Sedekah Ilmu Yang Bermanfaat
          Hal inilah yang melandasi kegiatan-kegiatan yang bersifat “boros dan bodoh” dari segi perusahaan/ pengusaha.  Saya lebih mengutamakan ibadah, amal dan pahala dibandingkan sekedar “uang”. Saya mendapatkan sesuatu yang jauh lebih besar dari sekian rupiah yang saya dapatkan.  Saya lebih suka berbagi ilmu daripada menjual ilmu. Dalam hal ini saya perlu memilah-milah antara sedekah ilmu dan sedikit uang untuk dapat menyambung hidup, dan untuk keluarga.

4.   Royalti Yang Dibawa Saat Meninggal
          Ada tiga hal yang akan kita dapatkan royaltinya walaupun kita sudah meninggal yaitu: 1.  Amal sholeh yang masih dimanfaatkan orang, 2. Anak yang Sholeh, 3. Ilmu yang bermanfaat yang digunakan orang. Hal inilah yang lebih mendasari bentuk saya yang saat ini. Bagi saya keluarga, anak adalah prioritas utama.

5.   Amar Maruf Nahi Munkar        
          Berusaha berbuat amal ibadah dan berusaha mencegah kemunkaran.  Oleh sebab itulah saya senang bila dapat membantu orang lain, karena sebenarnya dengan membantu orang lain akan membantu diri kita sendiri.
          Saya berusaha mencegah kemunkaran. Semua hal yang bersifat negative dan tidak baik berusaha ssedapat mungkin kita antisipasi. Termasuk diantaranya adalah Meningkatkan kualitas lingkungan, meningkatkan pemanfaatan lingkungan dengan lestari dan ramah lingkungan                                  

Kegiatan Esha Flora

Program Go Green RW 10 Taman Ciamnggu Bogor
Program Kelompok Tani Anggrek Perkotaan  “Macodes”
Program pendidikan Kultur Jaringan ke sekolah-sekolah
Program pemberdayaan anak tidak mampu/putus sekolah
Program pendidikan biotek ke masyarakat luas.
Program penerapan kultur jaringan skala rumah tangga
Program magang dan pelatihan mahasiswa dari berbagai fakultas dan perguruan tinggi
Berusaha berperan aktif di berbagai kelompok Pecinta tanaman: PAI, PFI, Maniak Aglo, KPT dll.
Konsultan dari berbagai perusahaan dan perorangan yang akan agribisnis kuljar.
Membantu terwujudnya agribisnis kuljar di Ind.
Membuat buku, publikasi iptek-biotek – kuljar di Dunia maya: blog, web FB dll.
Menemukan teknik-teknik praktis, alat dan produk baru.
Mengantarkan pola fakir sebagai produsen dan penemu.: kemandirian dan jiwa perintis & leadership.
Memasyarakatkan pemanfaatan tradisional tumbuhan obat
Mengadakan pelatihan perbanyakan dan usaha tanaman hias di perumahan.
Mewujudkan Agri Wisata Perkotaandi Taman Cimanggu Bogor.


Bogor, 30 April 2011

 Disampaikan pada acara Seminar Green Enterpreneur. Membangun Jiwa Wirausaha Berwawasan Lingkungan. Sabtu, 30 April 2011 di KampusIPB Darmaga. Pemrakarsa Himakova IPB Bogor.

17 September 2010

Cara menanam bibit anggrek hasil kultur jaringan:

Esha Garden - Friday, September 17, 2010
Mengeluarkan anggrek dari dalam botol
Sekitar 7-8 bulan setelah berkecambah, bibit anggrek siap dikeluarkan dari dalam botol kultur jaringan. Anakan anggrek di dalam botol disebut dengan sedling. Sedling yang siap dikeluarkan mempunyai akar yang banyak dan kelihatan kokoh. Mengeluarkan sedling dari dalam botol harus berhati-hati. Sedling yang dikeluarkan dari botol sering tidak bisa beradaptasi ketika dipindahkan ke kompot (komunitas Pot)  karena telah terbiasa hidup manja, dengan makanan yang sudah disediakan di dalam botol kuljar. Pengeluaran sedling dari dalam botol bisa dilakukan dengan dua cara sebagai berikut.
• Cara Pertama 
  • Siapkan baskom yang berisi air bersih dan steril.
  • Pecahkan botol di atas baskom. Kaca pecahan botol akan tenggelam dan anakan anggrek akan mengambang di atas permukaan air.
  •  Cuci anakan anggrek hingga bersih dan tidak terdapat agar-agar. Agar-agar yang masih menempel dapat menyebabkan tumbuhnya jamur yang merugikan anggrek.
  • Rendam anakan anggrek di dalam physan (zat anti jamur) dengan dosis 2-3 mg per satu liter air agar tidak ditumbuhi jamur.
  • Letakkan anakan anggrek di atas Koran dan diangin-anginkan agar bebas dari air.
  • Setelah kering, pindahkan anggrek ke dalam kompot. Satu kompot bisa digunakan untuk 20-40 anakan anggrek, tergantung pada ukuran kompot dan besarnya anakan.
• Cara Kedua
  • Buka tutup botol dan masukkan air sampai setengahnya.
  • Goyang-goyangkan botol hingga tanaman dan akarnya terpisah dari agar-agar.
  • Keluarkan anakan anggrek menggunakan pinset atau kawat yang ujungnya dibengkokkan membentuk huruf “U”. Caranya dengan mengaitkan dan menarik akar anakan anggrek keluar sampai terjatuh ke dalam baskom yang berisi air bersih dan steril.
  • Langkah selanjutnya sama seperti cara pertama.
 video penanaman bibit tanaman anggrek hasil kultur jaringan:

Menanam bibit anggrek di kompot
Kompot yang digunakan berdiameter 7, 12, 16, atau 20cm. Kompot tersebut tidak terlalu tinggi atau dalam, tetapi menyerupai cobek (tempat membuat sambal dari tanah liat). Kompot ada yang terbuat dari tanah atau plastik.
Media tanam yang digunakan bisa berupa pakis, sabut kelapa, moss (Lumut), akar kadaka dan kulit pinus. Sebelum digunakan, media tersebut harus direbus di dalam air selama 30 menit agar terbebas dari tanin atau zat perangsang pertumbuhan jamur.
Langkah-langkah menanam anakan anggrek dalam kompot sebagai berikut :
1. Potong-potong media tanam (pakis dan serutan kayu sepanjang 5-30 mm; serta kulit pinus, arang, pecahan genting, pecahan batubata, kulit pinus, arang, pecahan genting, pecahan batubata, tempurung kelapa dan sabut kelapa sebesar ibu jari)
2. Isi kompot dengan kerikil dengan pecahan genting sebesar ibu jari sebanyak 1/3 pot.
3. Isi kompot dengan media tanam sampai sekitar 2 cm di bawah bibir kompot.
4. Pindahkan anakan anggrek satu persatu ke dalam kompot. Satu buah kompot bisa memuat 20-40 anakan anggrek, tergantung pada besarnya kompot dan besarnya anakan anggrek.
5. Semprotkan pupuk cair organik atau tambahkan pupuk organik untuk meningkatkan nutrisi 1-2 kali seminggu. Dengan dosis 2 g atau 2 ml dalam 1 liter air.
6. Letakkan kompot di tempat teduh yang hanya menerima cahaya matahari langsung sekitar 20%.
7. Lakukan penyiraman untuk menjaga kelembaban media tanam.
8. Setelah anakan anggrek tumbuh agak tinggi, lakukan penjarangan dengan cara memindahkan anakan anggrek yang berasal dari satu kompot ke dalam 3-5 kompot.
9. Setelah akar tumbuh baik, tingkatkanlah pencahayaan matahari secara bertahap.

30 August 2010

Merawat Anggrek Agar Berbunga Kembali

Esha Garden - Monday, August 30, 2010
Oleh: Edhi Sandra
Pemerhati dan Pecinta Anggrek
Banyak kita dengar para ibu pecinta anggrek yang tidak mampu merawat anggrek yang mereka beli. Awalnya pada saat di beli anggrek tersebut berbunga dengan cantiknya, tapi setelah dirawat beberapa waktu, tidak pernah mau berbunga kembali, bahkan banyak yang mati. Pada umumnya pencinta anggrek menganggap bahwa merawat anggrek adalah sulit, selalu mati saja, kalaupun tidak maka itupun tidak pernah berbunga kembali. Apakah memang merawat anggrek itu sulit? Apa yang menyebabkan merawat anggrek berbeda dengan merawat tanaman hias lainnya? Walaupun untuk sebagian orang hal ini sudah lewat (sudah mampu mereka atasi) tapi masih banyak yang mengalami kesulitan di dalam merawat anggrek agar dapat berbunga kembali secara lestari.

PaphiopedilumImage via Wikipedia
anggrek papio yang susah tumbuh, karena sistem perakarannya yang lambat dan sedikit...sungguh indah tapi jarang yang mampu merawatnya dengan baik
Untuk itu maka kita perlu mengurai permasalahan dan mengetahui penyebabnya dan memberikan alternative pemecahannya. Oleh sebab itulah tulisan ini di buat. Walaupun sederhana, semoga tulisan ini bermanfaat dalam:
1. Memahami permasalahan di dalam merawat anggrek
2. Memahami faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anggrek
3. membuat anggrek yang kita sayangi berbunga kembali.

Phalaenopsis giganteaImage by douneika via Flickr
anggrek bulan raksasa (Phalaenopsis gigantea) 
dengan bunganya yang rimbun..cantik sekali
Kesalahan Dalam Merawat Anggrek
1. Media tanam anggrek disamakan dengan media tanam tanaman hias lainnya.
Banyak para penggemar anngrek menyamakan merawat anggrek dengan tanaman hias lainnya, mereka hanya melakukan penyiraman saja. Bahkan ada juga yang sedemikian kurang perhatian, menyiram saja seingatnya Hal ini disebabkan persepsi mereka yang beranggapan bahwa anggrek di hutan tidak perlu disiram dan tidak perlu di beri makan. Di hutan tidak perlu di beri makan dan minum disebabkan kondisinya masih dapat menunjang pertumbuhan anggreknya. Anggrek tumbuh pada pohon yang besar dengan rongga kulit pohon yang tebal yang ditumbuhi lumut. Lumut tersebut mengandung mikroba yang dapat mengikat N dari udara. Jadi walaupun tidak diberi makanan, tapi mereka masih mendapatkannya dari degradasi kulit pohon dan debu serta unsure hara dari udara. Demikian pula dengan ketersediaan air yang selalu tersedia dengan adanya lumut dan rongga kulit pohon tersebut. Ditambah kondisi lingkungan yang sesuai, sinarnya, kelembaban dan sikulasi anginnya.
Lain halnya dengan tanaman anggrek yang ditanam di pot dengan menggunakan arang atau pecahan genteng atau sabut kelapa. Walaupun mampu mengikat air sedikit tapi maknan tidak ada, mikroba yang dapat menambat N dari udara tidak ada, kondisi lingkungan ekstrim, angin keras, sinar terlalu terik, suhu tinggi, kelembaban rendah, hal ini semua membuat ketersediaa air menjadi habis dan kekurangan makanan, maka tanaman lambat laun akan mengalami dehidrasi dan mengalami layu permanen. Dalam rangka mempertahankan diri dari kondisi tersebut maka anggrek tersebut mengurangi penguapan dengan menggugurkan daun, jadilah anggrek menjadi gundul dan tinggal bulb batang semunya saja.
2. Akar anggrek dianggap sama dengan akar tanaman hias lainnya.
 Ada penggemar anggrek yang mempunyai pola pikir yang salah, yaitu dia tahu bahwa arang atau potongan genteng, atau sabut kelapa tidak atau sedikit mengandung makanan, untuk itu maka dia menambahkan pupuk kandang dan kompos. Dia lupa bahwa akar anggrek berbeda dengan akar tanaman hias biasa. Akar anggrek adalah akar yang secara alamiahnya menempel pada pohon pohon sehingga secara alamiah akar anggrek tidak suka bila terpendam media atau tidak suka bila sirkulasi udaranya kurang baik. Lain halnya dengan akar tanaman hias yang memang secara alamiah dapat berfungsi dengan baik di dalam tanah. Oleh sebab itulah pada saat media anggrek diberi campuran pupuk kandang dan kompos, maka kondisinya menjadi terlalu rapat dan padat bagi akar anggrek apalagi bila banyak disiram dan basah, maka akan menyebabkan akar anggrek akan busuk.
3. Tanaman anggrek dianggap tidak perlu dipupuk
Masih banyak para pengemar anggrek yang hanya menyiramkan air saja untuk anggreknya, atau ada juga yang sekedarnya memberikan air cucian beras, atau kadang cucian daging atau diberi vetsin/miwon, atau sisa minuman teh. Kesemuanya diperbolehkan tapi hal tersebut tidak memadai. Kita tidak boleh memberi makan anggrek hanya seingat dan seadanya saja, tapi kita harus memberikan makanan secar rutin dan teratur dalam jumlah yang memadai. Apa lagi kondisi tanaman anggrek sedang berbunga, berarti tanaman anggrek tersebut memerlukan makanan dalam jumlah yang cukup banyak. 
Makanan yang bergizi bagi tanaman anggrek meliputi:
1. Unsur hara makro dan mikro yang terdapat pada pupuk lengkap seperti grow more, hyponex, Gandasil dll. Kesemua unsur hara tersebut diperlukan dalam komposisi yang tepat. Dan jumlah yang pas.
2. Unsur P dalam jumlah yang lebih banyak untuk menunjang proses pembungaan. Unsur P ini dapat dipenuhi dalam bentuk pupuk dengan dominasi P tinggi.
3. Hormon giberelin merupakan hormon yang berperanan di dalam pengembangan pembungaan dan pembuahan. Keberadaan hormon ini menjadi sangat penting pada saat proses pembungaan
4. Sumber energi instan dapat dipenuhi dari bahan organik atau sumber energi yang banyak kita temui dalam kehidupan kita seperti: gula, madu, ekstrak kurma, tetes tebu, kecap.
5. Bahan organik merupakan bahan yang sangat penting yang akan banyak membantu berbagai proses metabolisme di dalam tanaman anggrek tersebut. Bisa di dapat dari: air kelapa muda, air nira, klorofil dan spirulina.
6. Minyak ikan merupakan penyedia asam lemak yang juga penting di dalam proses metabolisme tanaman.
7. Vitamin terutama Vitamin B1, B6 dan B12 sangat penting di dalam proses pembelahan sel dan proses morfogenesis organ dsb.
4. Tanaman anggrek dianggap dapat tumbuh dimana saja asal di tempel di bawah pohon
Sebagian penggemar anggrek berusaha menempatkan anggrek sama seperti di alamnya yang tumbuh menempel pada pohon, dan hal itu dianggap sudah memadai untuk tumbuhnya anggrek, padahal tidak demikian. Anggrek memerlukan kondisi lingkungan tertentu untuk dapat tumbuh dengan baik.
Tiger OrchidImage by Tianyake via Flickr
Grammatophyllum Speciosum, / Anggrek Harimau
Anggrek memerlukan kondisi lingkungan yang sesuai dengan kebutuhannya, yaitu:
1. Intensitas sinar 60 – 80%, untuk itu memang bisa diletakkan di bawah pohon yang ternaungi sekitar 40 – 20 %, atau bisa juga kita menggunakan paranet dengan kerapatan yang sesuai. Tapi ada faktor lain dari sinar yang banyak dilupakan oleh para pengemar anggrek, yaitu lamanya penyinaran tersebut (durasi penyinaran). Lamanya penyinaran yang dibutuhkan adalah sekitar 12 jam. Untuk itu memang harus benar-benar diletakkan ditempat yang terbuka tapi diberi paranet. Sedangkan pada kondisi rumah tangga atau diperumahan, lamanya penyinaran seringkali kurang. Matahari seringkali mulai mengenai anggrek setelah jam 10 dan sudah terhalangi rumah tetangga sekitar jam 4 sore, jadi praktis hanya mendapatkan sinar hanya 6 jam, hal ini sangatlah kurang. Alternatif lain yang dapat kita lakukan adalah dengan memberikan penyinaran buatan dengan lampu. Bahkan kita dapat membuat kondisi lingkungan yang kita inginkan Sinar lampu yang dibutuhkan adalah setara dengan lampu TL 40 watt dengan jarak 30 – 40 cm. Kita dapat menambahkan lamanya kekurangan sinar tersebut dengan memberikan lampu TL tersebut.
2. Suhu yang baik adalah sekitar 25 – 28 oC, hal ini sangat berpengaruh pada kecepatan metabolisme pada tanaman anggrek tersebut. Bila terlalu tinggi maka metabolisme akan berproses kencang akan menyebabkan terkurasnya energi dan tidak seimbang dengan kebutuhan sinar dan bahan baku makanan yang tersedia.
3. Kelembaban yang dibutuhkan sekitar 60 -90 % .. Hal ini penting untuk menjaga kelembaban akar dan daun anggrek. Akan tetapi yang perlu diperhatikan pada kondisi kelembaban tinggi tersebut maka sirkulasi udara menjadi sangat penting.
4. Sirkulasi udara/ angin memegang peranan penting dalam proses (evapotranspirasi), yang berperanan mengangkut bahan makanan dari akar ke daun. Dan sirkulasi ini berperanan agar tidak meledaknya populasi mikroba akibat kelembaban yang tinggi tersebut.
5. Ketersediaan air yang kontinu tapi tidak basah, becek. Oleh sebab itulah media anggrek perlu dalam bentuk potongan atau gumpalan media yang berongga besar sehingga sirkulasi udara baik tapi di sela-sela media tersebut masih dapat memegang air sehingga keberadaan air dapat terjaga dengan baik.

Teknik Merawat Anggrek Agar Berbunga Kembali
1. Penempatan Anggrek
Tempatkan anggrek pada tempat yang sesuai dengan kebutuhan hidupnya. Bila kita tidak memiliki tempat yang sesuai maka kita bisa memodifikasi lingkungan tersebut agar sesuai kebutuhan.
Terutama sekali adalah masalah kekurangan sinar, dalam hal ini adalah masalah lamanya penyinaran. Kiat bisa melakukan pemindahan pot disesuaikan dengan lokasi yang terkena sinar matahari dalam satu hari, tapi hal ini membutuhkan perhatian yang cukup intensif. Cara lain adalah dengan memasang lampu untuk tanaman ini. Agar biaya yang kita keluarkan sesuai dengan nilai yang kita inginkan maka kita bisa menempatkan beberapa tanaman anggrek pada satu lampu.
Lamanya pemasangan lampu disesuaikan kebutuhannya bila kekurangan sekian jam maka bisa kita tambah jumlah kekurangannya. Atau bisa juga secara penuh anggrek tersebut kita ganti kebutuhan sinarnya dengan lampu. Hal ini bila tujuannya adalah anggrek tersebut memang hendak kita tempatkan di dalam rumah seterusnya, jadi kita juga memperoleh keuntungan dapat menikmati bunga anggreknya yang indah di dalam rumah
Pengkondisian tidak hanya pada lampu tapi juga pada kelembaban, kita bisa memasang smoker atau kalau tidak ada dapat berupa sprayer halus yang dinyalakan berdasarkan timer, sehingga kelembaban dapat terjaga dengan baik.
Demikian pula dengan sirkulasi angin dapat kita gunakan kipas angin computer kecil yang kita pasang sehingga menghasilkan angin halus tapi tetap ada, hal ini sangat penting untuk transpirasi tanaman.
Makanan dapat kita berikan dengan sistem irigasi tetes sehingga terjamin tidak akan kekurangan. Untuk ini kita bisa membuatnya dengan membuat system infuse. Makanan kita masukan pada botol infuse atau botol air accu yang ada lubang kecil diujungnya disambung dengan selang aerator untuk aquarium ikan dan diujungnya diberi penjepit selang yang dapat mengatur kecepatan tetesan yang keluar dari selang tersebut
2. Pemberian Makanan
Berikan makanan yang mencukupi dari segi kelengkapan gizi dan jumlahnya. Untuk itu agar pertumbuhannya subur dan dapat berbunga kembali maka perlu diberikan:
a. Pupuk hara makro dan mikro lengkap (seperti gandasil, grow more, hyponex dll) dengan dosis sesuai anjuran. Pemupukan ini dilakukan dengan interval setiap hari.
b. Vitamin B1 5 mg/l , B6 3 ml/l dan B12 3 mg/l diberikan 2 hari sekali. Disemprotkan keseluruh bagian tanaman.
c. Hormon giberelin 2 mg/l diberikan 2 hari sekali disemprotkan keseluruh tanaman anggrek
d. Minyak ikan dengan dosis 1 ml/l diberikan seminggu sekali disemproykan ke bagian akar saja.
e. Bila media dicampur dengan mos atau sabut kelapa (agar tidak tumpah melalui sela-sela media yang sangat berongga tersebut maka kita dapat memberikan butiran pupuk dekastar untuk menjamin bahwa anggrek tersebut tidak akan kekurangan makan.
f. Agar anggrek yang sedang dalam proses pembungaan dapat tumbuh besar dan tahan lama maka kita bisa memberikan campuran B1 5 mg/l, air gula 30 g/l dan giberelin 2 mg/l. disemprotkan pada bagian akarnya. Penyemprotan dapat dilakukan setap hari selama anggrek tersebut masih berbunga.
3. Pengepotan Ulang
Pengepotan ulang ini bertujuan untuk memindahkan anggrek ke pot yang lebih besar sehingga akar dapat berpegangan dengan baik dan dapat menyerap makanan dengan optimal. Seringkali untuk anggrek yang sudah tumbuh untuk beberapa waktu maka akarnya sudah mulai keluar dari pot dan menggantung. Untuk beberapa jenis tertentu seperti Vanda tidak jadi masalah, tapi pada anggrek bulan dan Dendro sebaiknya dilakukan pemindahan ke pot yang lebih besar dengan media tanam yang lebih menadai, sehingga anggrek tersebut dapat tumbuh lebih baik sesuai dengan ukurannya yang bertambah besar.
Ada sebagian penggemar anggrek yang salah persepsi dengan akar anggrek ini. Mungkin karena orang tersebut inginnya melihat anggreknya berbunga bagus dan rapih sehingga akar-akar yang keluar digunting sehingga tidak ada yang menjulur keluar, alasannyya jelek kelihatannya. Hal ini sangatlah tidak baik buat anggrek tersebut, Karena akan menyebabkan anggrek stress bahkan berpeluang terserang penyakit dengan adanya luka di akar tersebut. Kalau mau rapih ya dipindahkan ke pot yang lebih besar dengan kualitas yang bagus maka akan kelihatan bagus dan tetap berbunga dengan cantiknya.
Pemindahan ke pot yang lebih besar ini berkaitan dengan kemampuan di dalam menyerap makanan, kemampuan menjaga kelembaban di sekitar perakaran, kemampuan tempat untuk tumbuh yang lebih memadai tidak berdesakan.
4. Jangan Melakukan Pemilahan (Split) Rumpun Bila Ingin Tetap Berbunga
Sebagian penggemar anggrek mencampur adukan tujuan budidaya anggrek. Misalnya disatu sisi dia ingin anggreknya tetap berbunga cantik, tapi disisi lain dia ingin anggreknya menjadi banyak, maka di lakukanlah pemilahan rumpun (split). Padahal dengan dilakukan pemilahan rumpun ini menyebabkan anggrek tersebut akan lama lagi untuk berbunganya. Hal ini disebabkan berubahnya system fisiologis yang berkaitan dengan ketersediaan cadangan makan , berubahnya system dominasi hormonal di dalam tanaman anggrek tersebut.
Oleh sebab itu bila kita ingin anggrek kita tetap berbunga maka biarkan rumpun tumbuh rimbun, yang penting kita dapat memberikan makan yang optimal dan dibantu dengan pemberian hormon giberelin maka anggrek akan dapat berbunga berulang dengan baik setiap kali tumbuh bulb baru, atau setiap kali cadangan makanan memadai untuk berbunga.
5. Pemilahan Rumpun untuk setiap bagian terdiri minimal 6 bulb.
Anggrek yang sudah sangat rimbun, maka kita harus tetap menyediakan tempat tumbuh yang memadai berupa pot yang lebih besar lagi. Dan untuk membuat bunganya rimbun (sekali berbunga terdiri beberapa bunga, maka kita dapat melakukan pemotongan rumpun tapi tetap membiarkan setiap bagiannya pada posisinya, tetap masih dalam satu pot. Hal ini membuat akar tidak rusak sehingga tidak mengalami stress
Dengan dilakukannya pemilahan rumpun ini maka secara fisiologis terjadi pemilahan individu dalam setiap bagian rumpun yang masing-masing akan tumbuh tunas baru yang pada akhirnya dapat menghasilkan bunga. Bila kita dapat memilah menjadi 4 bagian, misalnya, maka ada kemungkinan nantinya sekali berbunga akan ada 4 bunga sekaligus.
Untuk tanaman anggrek yang sudah tua ini yang penting diperhatikan adalah dominasi di dalam tanaman tersebut harus dominasi hormon giberelin dan sitokinin. Oleh sebab itu kita bisa menambahkan gabungan Giberelin 8 mg/l dan sitokinin 2 mg/l serta auksin 0,5 mg/l . disamping itu pemberian vitamin, minyak ikan dan makanan harus mencukupi atau kkalau boleh dibilang cukup banyak. Kita dapat memberikan dekastar di medianya dalam jumlah yang cukup banyak. Maka anggrek anda akan berbunga rimbun dan sehat.

Penutup
Dalam pemberian makanan atau hormon maka direkomendasikan kita membuat sendiri misalnya hormon giberelin, sitokinn dan auksin, serta vitamin dll. Hal tersebut dimaksudkan agar kita dapat memberikan komposisi dan konsentrasi yang tepat. Bila diantara para pembaca memerlukannya Esha Flora menyediakan dalam bentuk eceran yang dapat di pesan melalui saudara Hapsiati no 0817154375 atau ke telpon 0251 8344879
Demikian uraian tentang merawat anggrek agar tetap berbunga. Semoga dapat bermanfaat bagi para pemula pecinta anggrek yang ingin anggreknya tetap subur dan berbunga. Terima kasih.
Enhanced by Zemanta
Bookmark and Share

29 August 2010

Kontroversi Mengenai Kualitas Bibit Kultur jaringan

Esha Garden - Sunday, August 29, 2010
Oleh : Edhi Sandra
Kepala Unit Kultur Jaringan, Departemen KSHE Fahutan IPB Bogor
Kepala Lab. Bioteknologi Lingkungan PPLH IPB Bogor
Pendiri Esha Flora Bogor

Pendahuluan
Persepsi masyarakat secara umum terhadap kualitas bibit kultur jaringan sangat beragam. Hal ini disebabkan simpangsiurnya dan terpenggal-penggalnya informasi yang di dapat mengenai kualitas bibit kultur jaringan. Masyarakat dibingungkan dengan informasi dan fakta yang seringkali berbeda.


Di satu sisi informasi menyebutkan bahwa kualitas bibit kultur jaringan sangat hebat dan bagus, tapi di sisi lain kenyataan yang ada bibit kultur jaringan sangat mengecewakan, misalnya bibit kultur jaringan tanaman hias Aglonema dari Thailand kualitasnya jelek, mudah busuk dan bentuknya tidak kompak serta bongsor atau bahkan sebaliknya kerdil. Bila demikian maka mana yang benar? sebagian orang dengan sangat mudah memutuskan "...yah...buktinya saja sudah jelek mau diapain lagi?..." Lalu apakah memang demikian yang sesungguhnya?


multiplikasi Aglonema Tiara

Ada pula kasus bibit jati genjah hasil kultur jaringan yang ternyata tidak sesuai dengan gembar-gembor mengenai kualitas bibit tersebut, yang katanya bibit sangat berkualitas tapi begitu di tanam, pertumbuhan lambat dan mudah terserang penyakit dan banyak yang mati pada saat di tanam di lapang.

hasil silangan anggrek yang dikulturkan..lebih rajin berbunga.
Demikian pula bibit anggrek kultur jaringan, katanya kualitas bagus, seragam dan cepat berbunga. Akan tetapi kenyataannya bibit anggrek kultur jaringan sangat beragam. Ada yang kerdil dan berbunga, ada yang bongsor tapi tidak berbunga, ada yang kurus , ada yang gemuk dsb. 

Untuk menjawab pertanyaan itu semua maka kita perlu mengevaluasi secara ilmiah dan logika, dan menggabungkan semua faktor yang mempengaruhinya sehingga di dapatkan jawaban yang relatif proporsional dan real kebenarannya.

Dasar Ilmiah
1. Prinsip dasar kultur jaringan "Totipotensi", bahwa semua sel dalam tumbuhan mengandung rangkaian genetik yang lengkap. Jadi setiap sel tumbuhan, mampu tumbuh menjadi tumbuhan lengkap sama dengan induknya, karena genetiknya sama.

kita dapat mengkultur semua tanaman dengan adanya prinsip "Totipotensi"

2. Walaupun berasal dari bagian vegetatif, akan tetapi masih ada fenomena "Variasi somaklonal", yaitu adanya variasi atau ragam yang ditimbulkan dari hasil perbanyakan sel-sel vegetatif (kloning), oleh sebab itu perlu hati-hati di dalam mengkloning.

variasi somaklonal yang terjadi...warna daun kultur tiara yang merah terang...cantik..

3. Di dalam kultur jaringan, banyak tujuan dan metode yang dapat dilakukan. Setiap metode menghasilkan karakter sesuai dengan tujuan yang diinginkan. Jadi bibit hasil kultur jaringan juga berbeda-beda sesuai dengan metode dan tujuan pembuatannya.
4. Bentuk (morfologi) tumbuhan berbeda beda di pengaruhi oleh genetik dan faktor lingkungan yang mempengaruhinya, sehingga kalau ada perbedaan bentuk bibit hasil kultur jaringan maka belum tentu perbedaan tersebut disebabkan karena perbedaan genetik, tapi bisa pula disebabkan oleh faktor lingkungan yang ada.
5. Kemampuan pertumbuhan dan perkembangan bibit hasil kultur jaringan ditentukan oleh sifat genetik dan juga keberadaan komponen makanan yang diperlukan seperti hormon, vitamin dan asam amino.dll
6. Adanya sifat "Kepekaan relatif Tumbuhan" yang merupakan perbedaan respon terhadap konsentrasi hormon tertentu, dipengaruhi oleh kondisi hormon sebelumnya dan yang berikutnya.

Pembahasan
Bibit Hasil kultur jaringan mudah busuk, tidak kompak, kerdil atau mudah terserang penyakit dan seringkali pertumbuhannya terhenti/ lambat. Mudah busuknya tanaman disebabkan karena sel-sel penyusun tubuhnya tipis dan bongsor/ gembos, karena banyak mengandung cairan, apalagi bila di pupuk N tinggi, maka kandungan gula dalam sel menjadi tinggi, hal ini sangat disukai oleh mikroba, sehingga menjadi sasaran oleh mikroba, apalagi bila dinding selnya tipis, maka sel akan dengan mudah ditembus oleh mikroba dan tanaman tersebut akan mudah busuk. 

Pertumbuhan lambat dan seringkali terhenti. Hal ini disebabkan bibit hasil kultur jaringan mengalami stres perubahan kondisi dari dalam botol yang "serba enak" berubah ke kondisi di luar botol yang serba minim dan adanya fluktuasi iklim harian yang bagi bibit kultur jaringan masih merupakan kondisi yang ekstrim. Hal ini membuat bibit hasil kultur jaringan menjadi stres dan dorman. Setelah beberapa waktu, dan mampu beradaptasi dengan baik, maka bibit hasil kultur jaringan tersebut akan mulai tumbuh.

Demikian pula dengan beragamnya karakter bibit hasil kultur jaringan yang ada walaupun berasal dari sel atau jaringan vegetatif yang sama, akan tetapi kita harus ingat dengan adanya "Variasi somaklonal". Oleh sebab itu kita harus dengan benar melaksanakan SOP (Standar Operasional Prosedur) atau pemilahan di dalam pengambilan bahan eksplan pada saat subkultur. Kita harus melakukan pengelompokan, bagian tertentu saja yang boleh digunakan untuk bahan perbanyakan / subkultur. Misalnya: untuk tanaman kehutanan yang tidak mementingkan bunga dan buah, karena yang diperlukan adalah umur yang panjang, pertumbuhan yang cepat besar maka dalam subkulturnya kita hanya mengambil bagian kultur yang bersifat "muda dan jouveni". 

Dengan SOP yang baik dapat dihasilkan kultur yang berkualitas

Sedangkan untuk menghasilkan bibit hasil kultur jaringan buah-buahan maka kita harus melakukan pemilahan dalam subkulturnya dengan memilih kultur yang bersifat "Muda dan Dewasa". Maka bibit buah yang dihasilkan nantinya adalah pertumbuhan bagus cepat dan walaupun masih muda tapi sudah berbunga dan berbuah karena sudah dewasa.

Strategi Menghasilkan Bibit Kultur Jaringan Berkualitas
Memperhatikan itu semua maka strategi yang harus dilakukan dalam menghasilkan bibit kultur jaringan yang berkualitas adalah:
1. Bahan vegetatif kultur jaringan haruslah yang berasal dari tumbuhan yang unggul.
2. Melakukan pemilahan di dalam proses subkulturnya dan memperhatikan sifat fisiologi dan morfologi dari kultur tersebut.
3. Dalam proses perbanyakan, kita boleh memberikan kandungan dan komposisi hormon yang tinggi untuk dapat memacu pertumbuhan dan perkembangannya, akan tetapi pada saat sudah mulai akan dikeluarkan maka seharusnya secara bertahap kita harus mengurangi penggunaan hormon, hal ini untuk mengadaptasikan agar tumbuhan tersebut menghasilkan hormon endogen dari dalam tubuhnya.
4. Setelah berbentuk tanaman kecil (plantlet) maka sebaiknya dilakukan proses "hardening" atau penguatan dinding sel bibit hasil kultur jaringan. caranya: Plantlet yang masih ada di dalam botol dalam kondisi tertutup rapat dipindahkan letaknya dari dalam laboratorium kultur jaringan ke rumah kaca agar mendapatkan kondisi iklim untuk persemaian. Proses "hardening" ini dilakukan selama 1 - 2 bulan tergantung tanamannya. tujuannya adalah agar plantlet di dalam botol akan mulai mengalami penebalan dinding selnya karena mendapatkan intensitas sinar yang lebih tinggi, suhu yang lebih tinggi serta fluktuasinya yang lebih ekstrim, akan tetapi semua itu dilakukan dalam kondisi plantlet tersebut terjaga kelembabannya, tersedia dan terjamin makanannya, bebas dari hama dan penyakit karena berada di dalam botol yang tertutup rapat. Sehingga planlet tersebut mampu bermetabolisme lebih tinggi dan cepat, mampu mengatasi fluktuasi iklim harian, perlindungan terhadap diri sudah mulai kokoh dengan adanya penebalan dinding sel dan morfologinya akan lebih kokoh.
5. Berikutnya melakukan proses Aklimatisasi, yaitu proses pengeluaran planlet dari dalam botol yang di tanam di dalam bak semai dengan media yang elmbut dan lembab dengan dilakukannya penyungkupan berlapis, yaitu sungkup bak semai, sungkup bedeng dan rumah kaca sebagai sungkup besarnya. Kemudian di dalam perawatannya dilakukan proses pembukaan sungkup secara bertahap sampai bibit hasil kultur jaringan tersebut dapat tumbuh bebas dalam kondisi tidak tersungkup lagi. Selama masa aklimatisasi maka dalam perawatannya dapat diberi makan berupa ramuan MS (murashige and Skoog) dengan 1/2 dosis dan di tambah kandungan Kalsium dan kaliumnya menjadi dua kali lipatnya. Proses aklimatisasi bisa berlangsung sekitar 1 - 2 bulan
6. Proses pembesaran bibit, dimulai dari pemindahan bibit hasil kultur jaringan di dalam bak semai ke dalam pot atau polibag, kemudian diletakkan pada nursery yang diberi paranet dan agar bibit hasil kultur jaringan dapat terkena sinar yang memadai baik intensitas maupun durasinya. Dan sebaiknya masih terlindung dari hujan. Dalam perawatannya boleh mulai pakai pupuk lengkap, tetap di tambah kalsium dan kaliumnya serta dibantu dengan hormon sedikit. Yang harus dijaga adalah jangan sampai bibit tersebut dehidrasi kekurangan air, kondisi iklim dan fluktuasinya jangan sampai terlalu ekstrim, misalnya: angin terlalu keras dan sinar matahari yang terlalu terik. Proses pembesaran bibit dapat berlangsung selama 1 bulan
7. Melakukan proses seleksi bibit unggul. Dalam kegiatan ini kita pilah bibit yang unggul (pertumbuhan relatif jauh lebih cepat, struktur kokoh dan sehat), bibit yang baik (pertumbuhan bibit normal biasa seperti kebanyakan bibit yang dihasilkan), dan bibit yang kurang baik (kerdil, sakit dan diserang hama, tidak kokoh dll).

Penutup
Kebanyakan laboratorium kultur jaringan di Indonesia masih kurang memperhatikan kualitas, sebagian besar hanya memperbanyak dan mengeluarkannya, maka jadinya hasilnya kurang memuaskan. Semoga tulisan dapat memberikan masukan bagi yang memerlukannya dan memberikan semangat untuk dapat menghasilkan bibit kultur jaringan yang lebih berkualitas. Mari kita buktikan bahwa kita mampu berbuat lebih baik lagi. Terima kasih
Bookmark and Share

20 August 2010

Inovasi Metode Budidaya Anggrek

Esha Garden - Friday, August 20, 2010
Anggrek bulanImage via WikipediaOleh : Edhi Sandra
Kepala  Unit Kultur jaringan  Bagian Konservasi Tumbuhan KSHE Fahutan IPB
Kepala  Laboratorium  Bioteknologi Lingkungan PPLH IPB





Latar Belakang
Indonesia sangat kaya dengan keanekaragaman anggreknya, beberapa jenis anggrek spesies Indonesia sudah sangat dikenal oleh para penganggrek dari dalam maupun luar negeri seperti: anggrek hitam, anggrek bulan raksasa, anggrek dasi, anggrek kuping gajah, anggrek tebu, anggrek kribo,anggrek kantong semar dan masih banyak lagi.
Akan tetapi pengetahuan masyarakat mengenai perbanyakan anggrek masih sangat minim dan mendasar, hal ini menyebabkananggrek masih belum banyak dimiliki oleh masyarakat selain keberadaannya dialam sudah semakin terancam punah.
Mungkin hal ini tidak akan terjadi seandainya saja banyak masyarakat yang pandaimemperbanyak atau membudidayakan anggrek. Sebenarnya teknik budidaya anggrek tidaklah sulit. Asal kita mengetahuiteknik penyerbukan bunga anggrek/termasuk juga penyilangan anggrek, teknikpenyebaran biji anggrek dan pembesarannya, serta teknik aklimatisasianggrek. Hal ini saja masih sangatjarang yang dapat melakukannya.
Disamping itu metode-metode yang terkait dengan budidaya dengan memanfaatkan teknologiterbaru sangat penting untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas budidaya.Oleh sebab itulah maka saya menuliskan artikel ini. Semoga dapat meningkatkanpengetahuan dan wawasan tentang budidaya anggrek.

Sebar Biji Anggrek
Di dalam perbanyakan benih anggrek (buahanggrek), maka pada saat buah tersebut mau di tanam di dalam botol maka disebut"sebar biji". Satu buah anggrek dapat disebar ke dalam botol menjadi satu sampai 5 botol tergantung dari ukuran buahdan banyaknya biji. Biji anggrek berupatepung atau serbuk yang langsung akan bertebaran bila buah matang, oleh sebabitu jangan sampai buah tersebut matang dan pecah maka, kita harus sudah memanennya untuk di sebar bijinya ke dalam botol kultur.
Setelahsebar biji tersebut, maka beberapa waktu kemudian (sekitar 2-3 bulan) biji yangberjumlah ribuan akan tumbuh berdesakan memenuhi botol, oleh sebab itu makaharus dilakukan yang disebut dengan penjarangan atau subkultur, kemudian tumbuhlagi dan berdesakan lagi, maka harus di jarangkan lagi atau di subkultur lagi.Proses ini dapat berlangsung 4-6 kali penjarangan tergantung jenis danmorfologi anggreknya. Setiap kali penjarangan dari satu botol dapat dijarangkanmenjadi sekitar 10 botol.
Sebagaigambaran, kalau proses penjarangannya terjadi 3 kali maka jumlah botol kulturyang dihasilkan adalah 3-5 botol dikali 10 (penjarangan 1) menjadi 30 – 50botol,. Pada penjarangan 2 dikali 10 lagi menjadi 300 – 500 botol dan padapenjarangan 3 dikali 10 lagi menjadi 3000 – 5000 botol.
Secarateoritis adalah bagaimana kita dapat menumbuhkan setiap biji anggrek denganbaik. Jadi kalau penyebarannya terlalupadat dan proses penjarangannya terlambat maka akan terjadi persaingan makanandan kondisi lingkungan. (sinar), yang akan mengakibatkan sebagian biji-bijianggrek tersebut akan mati.
Prosespenjarangan bertujuan agar setiap biji-biji tersebut mempunyai ruang dan jatahmakanan yang memadai untuk tumbuh. Sampai pada akhirnya setiap biji tadi tumbuhmenjadi individu yang lengkap, sudah berdaun dan berakar (plantlet). Kondisi kultur anggrek yang sudah lengkaptersebutlah yang sering dijual para pembuat bibit anggrek, karena bibit anggrektersebut sudah siap untuk diaklimatisasi (dikeluarkan dari bogor).
Permasalahannyaadalah kalau semua bibit anggrek botolan tersebut sudah dijual dan habis, maka tidak ada lagi bibitanggrek jenis / silangan tersebut. Dan pada kondisi tersebut bila konsumenmenginginkan hasil silangan tersebut maka kita akan kesulitan memenuhinya. Permasalahan ini seharusnya tidak perluterjadi bila kita tahu cara mengatasinya.
Tujuan
Perbanyakan bibit anggrek botolan dalam jumlah besar dan kontinu.
Pembuatan stok bibit anggrek botolan secara lestari
Ditemukannya inovasi dan metode baru dalam budidaya anggrek.
Dasar Ilmu
Bahwa perbanyakan secara generatif merupakan perbanyakan dengan karakter adanya variasi genetik dari gabungan tetuanya. Dalam proses penyilangan maka hal ini disengaja untuk mendapatkan sifat atau karakter gabungan yang unggul. Variasi genetik yang terdapat pada bibit hasil persilangan akan memperkaya keanekaragaman genetik anggrek di Indonesia.
Sifat atau karakter yang terlihat oleh mata manusia adalah merupakan gabungan dari sifat genetik maupun sifat yang muncul akibat perlakuan/perawatan atau kondisi lingkungan
Dengan mengetahui fungsi dan karakter hormon maka kita dapat memodifikasi dan mengarahkan pertumbuhan anggrek.
Dengan memahami fisiologi pertumbuhan anggrek maka kita dapat merawat dan memodifikasi tahapan pertumbuhan anggrek dengan memberika semua faktor yang diperlukannya.
Wacaana Keilmuan:
mohon masukan bila konversi logika dan keilmuan iniada yang salah. Dalam hal ini diperlukansaling share keilmuan dan pengalaman.)
Mengecambahkan Buah anggrek di luar botol.
Biji anggrek adalah biji yang tidak memiliki cadangan makanan(kotiledon), oleh sebab itulah maka biji anggrek tidak bisa sembarangdikecambahkan. Pada umumnya biji anggrek harus dikecambahkan di dalam botolyang diberi media bahan organic yang sangat bergizi dan diberi pemadatgel/agar. Dengan demikian biji yangtidak mempunyai cadangan makanan tersebut dapat tumbuh dengan baik di dalambotol bermedia tersebut yang kemudian diletakkan pada kondisi lingkungan yangsesuai untuk pertumbuhan. Pertanyaannyaadalah kenapa koq di alam anggrek dapat berkecambah sendiri menempel di pohon-pohon.
Berdasarkan hal tersebut maka kita dapat membuat suatu inovasi bahwasebenarnya kalau biji anggrek tersebut ditumbuhkan di tempat yang sesuai danmengandung makanan, maka walaupun di luar botol maka biji anggrek tersebut akandapat tumbuh.
Lalu bagaimana pendekatannya. Maka kita harus menyesuaikan dengan kebutuhannya dan disesuaikan dengan kondisi yang ada, yaitu:
Biji anggrek perlu tempat yang lembut dan lembab serta mengandung bahan makanan. Oleh sebab itu maka kita dapat membuat lembut dan lembab tersebut dengan membuat wadah yang diberi cocopit atau mos yang kelembaban akibat bahan tersebut yang memang dapat menyerap air dengan baik, tapi usahakan sirkulasi udara juga baik, agar tidak tumbuh cendawan maupun bakteri yang berlebihan.
Untuk meyediakan makanan bagi kebutuhan biji anggrek tersebut maka dapat diberikan dalam bentuk mikoriza, karena dengan adanya mikoriza dan bahan organic hasil penguraian serasah atau bahan organic yang terperangkap di lumut-lumutan yang menempel di batang pohon yang akan menjaga kelembaban dan ketersediaan unsure hara. Mikoriza adalah sejenis cendawan yang dapat bersimbios dengan akar yang dapat menarik unsur N dari udara. Oleh sebab itu media perkecambahan yang kita buat bisa kita beri mikoriza. Dan untuk ketersediaan bahan organic maka dapat diberi hormone auksin, sitokinin da giberelin dosis rendah, kemudian untuk mencegah tumbuhnya cendawan dan bakteri dapat kita hambat pertumbuhannya dengan memberikan antibiotik, amoksilin, kloramfenikol dan streptomicine.
Untuk menjaga kondisi yang optimal dan stabil maka media tersebut harus dijaga kelembaban dan sirkulasi udaranya bisa dibuat dalam bentuk aquarium kecil yang di dindingnya diberi kipas computer kecil dan diberi lampu berwarna merah karena warna merah adalah warna yang sangat penting untuk perkecambahan biji tanaman.  Selamatmencoba......
Memproduksi keiki (bibit anakan) dari tangkai bunga anggrek bulan.
Tangkai bunga adalah organ yang menunjang pertumbuhan organ pembungaanterdiri atas tangkai batang bunga yang disetiap ruas batangnya terdapat titik tumbuh yang kemudian akan tumbuh menjadi kuntum-kuntum bunga yang kemudianakhirnya akan mekar.
Tumbuhnya tangkai bunga merupakan hasil akumulasi proses fisiologis yang dominan adalah fase pembungaan, yang saat itu dominan hormon yang terdapatdalam tumbuhan tersebut adalah hormon giberelin dan tumbuhan tersebut dalamkondisi berlebih cadangan makanan. Dominasinya hormon Giberelin yangmengarahkan pada proses pertumbuhan tangkai bunga tersebut. Mulai dengan tumbuhnyaatau memanjangnya tangkai bunga, tumbuhnya kuntum dan akhirnya mekarnya kuntumbunga, dan pada anggrek alam terjadi penyerbukan dan pembuahan akhirnyaterbentuknya buah anggrek.
Titik tumbuh yang ada di tangkai bunga adalah primodia, awal mula calonorgan kuntum bunga, tapi pada saat masih berupa titik tumbuh, maka sebenarnyatitik tumbuh tersebut masih berpeluang menjadi tunas/pucuk atau akar. Jadititik tumbuh belum terdiferensiasi menjadi organ tertentu. Oleh sebab itulah maka kearah mana tumbuh nyatergantung hormone yang mendominasinya.
Oleh sebab itu bila kita mau membuat bibit anggrek bulan dari tangkaibunga, maka kita tinggal membuat agar dominasinya menjadi sitokinin. Ada dua cara:
a. Merundukkan tangkai bunga sampai lebih rendah dari tanaman anggrek tersebut. Maksudnya adalah Hormon giberelinberada pada seluruh terutama di sel daun, hormon ini yang mendominasipertumbuhan. Sedangkan hormon sitokinin (untuk pertumbuhan tunas diproduksi diujung akar dan ditransfer keatas untuk menumbuhkan tunas, tapi pada kondisitersebut kalah dominasi dengan giberelin yang lebih dominan. Pada saat tangkai bunga di rundukkan sampailebih rendah dari tanaman itu sendiri maka, jumlah sitokinin yang di transfer ketangkai bunga akan bertambah dan terakumulasi akibat efek grafitasi, makalambat laun konsentrasi sitokinin akan menjadi lebih tinggi dari giberelin,maka titik tumbuh yang belum berdiferensiasi menjadi kuntum bunga akan tumbuhmenjadi tunas, yang akhirnya menjadi keiki.
b. Memberikan hormone sitikinin dosis tinggi yang disemproytkan pada tanaman anggrek tersebutsecara rutin sehari 2 kali pagi sore, dengan demikian maka terjadilah tambahanhormone dari luar yang menyebabkan dominasi sitokinin akan melebihi giberelinmaka akhirnya dari titik tumbuh tangkai bunga tersebut akan tumbuh keiki/anakantampa harus dirundukkan. Selamatmencoba..........Anda ada pengalaman lain?
Memperbanyak bibit dari anakan anggrek atau anggrek remaja.
Anakan anggrek adalah anggrek yang sedang dalam proses pertumbuhanmembesar, pada saat itu dominasi di dalam tanaman tersebut adalah keseimbanganantara hormone tunas dan hormone akar dalam konsentrasi yang rendah. Rendahnya konsentrasi hormone tunas dan akarakan saling menyeimbangkan pertumbuhan membesarnya tunas dan akar.
Oleh sebab itubila kita ingin merubah pertumbuhan anakan anggrek tersebut agar tidak tumbuhmembesar, akan tetapi beranak dan memperbanyak diri, maka kita harus mampumerubah dominasi hormone di dalam tanaman tersebut menjadi dominasi hormone tunasdalam konsentrasi yang tinggi. Dalamkonsentrasi yang tinggi tersebut pertumbuhan tunas justru terhambat dandampaknya justru membentuk anakan baru.
Di dalam kultur jaringan, hal ini adalah hal biasa. Hanya pada kondisidi luar maka kebutuhan hormone tunas menjadi lebih banyak dan lebih besar lagi.Kebutuhan hormon sitokinin tersebut misalnya : hormon tunas BAP 20 – 80 mg/ldikombinasikan dengan hormon IAA 20 mg/l. Atau hormon TDZ 20 mg/l dengan hormon IAA/NAA 20 mg/l.
Dengandemikian kita dapat memperbanyak bibit anggrek tanpa melalui dari biji. Selamat mencoba, silahkan kalau adayang mau berbagi ilmu mengenai hal ini...
Memperbanyak bibit anggrek dari bulb Dendrobium.
Sama seperti diatas maka tangkai bulb Dendrobium dapat dipotong-potongsekitar 2 – 3 buku agar, cadangan makanan untuk pertumbuhan keiki memadai daripotongan tersebut. Potongan keikitersebut diletakkan di wadah yang telah diberi kokopit atau mos agar kelembabanterjaga tapi tidak basah, kemudian disemprot dengan hormone tunas seperti diatas , BAP 20 -80 mg/l, atau TDZ 20 mg/ldi tambah dengan neurobion, seperlimadosis. Jadi tangkai bulb Dendrobium yangsudah tidak berdaun jangan dibuang, akrena itu masih berguna sebagai cadanganmakanan, atau dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan anakan/keiki.
Memperbesar bunga anggrek
Agar bunga anggrek yang kita miliki dapat berbunga dengan besar, maka cara mudahnya adalahpada saat tumbuh kuntum bunga, maka dapat kita beri tambahan larutan gula 30g/l air dan vetsin/miwon 20 mg/l selama proses pembesaran bunga, maka bungaanggrek anda akan tmbuh dengan lebih besar dari biasanya dan akan awetberbunganya. Tapi harus hati-hati dengan tumbuhnya cendawan atau bakteri. Oleh sebab itu setelah penyiraman dengan larutan tersebut sebaiknya disemprot denganfungisida dan bakterisida.
Selamat mencoba.......

Sumber Foto:
- Wikipedia,
- Koleksi  foto Agromedia Pustaka, Membuat Anggrek Rajin Berbunga 
Bookmark and Share
Enhanced by Zemanta

25 May 2010

Pengaruh Jenis Media Organik dan NAA terhadap Pertumbuhan Anggrek Hitam (Coelogyne pandurata Lindl) di dalam Kultur In Vitro

Esha Garden - Tuesday, May 25, 2010
RINGKASAN: Rini Untari. E03498025. Pengaruh Jenis Media Organik dan NAA terhadap Pertumbuhan Anggrek Hitam (Coelogyne pandurata Lindl.) di dalam Kultur In Vitro. Dibawah Bimbingan Ir. Edhi Sandra, M.Si. dan Ir. Dwi Murti Puspitaningtyas, M.Sc.

Anggrek Hitam (Coelogyne pandurata Lindl) merupakan salah satu anggrek alam yang berasal dan Kalimantan, bunganya berbau harum lembut dan lama mekar bunga sekitar 5-6 hari (Sastrapradja et all., 1976). Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 7 Tahun 1999 anggrek mi termasuk kedalam tumbuhan yang dilindungi.

Di alam keberadaan jenis anggrek ini terancam karena pengambilan yang berlebihan, terjadinya perubahan dan rusaknya habitat tumbuh anggrek tersebut merupakan faktor yang mengancam kelestarian anggrek ini. Kegiatan pengeksploitasian yang berlebihan dan apabila terjadi terus menerus, anggrek hitam akan mengalami kepunahan.

Untuk mencegah terjadinya kepunahan spesies ini, maka harus diupayakan teknik budidaya yang tepat untuk menyediakan tanaman-tanaman baru anggrek hitam secara cepat dengan kualitas dan kuantitas yang baik.

Tanaman anggrek dapat diperoleh melalui cara pembiakan secara vegetatif dan generatif. Secara alami pembiakan anggrek dengan cara generatif yang berasal dari biji hanya dapat tumbuh jika bersimbiosis dengan mikoriza. Biji anggrek hanya terdiri dad embrio dan testa (pelindung embrio) tanpa cadangan makanan atau endosperm (Thompson, 1980). Jika bersimbiosis dengan mikoriza anggrek dapat memperoleh nutrisi yang diperlukan untuk tumbuh. Pada umumnya tingkat keberhasilan perkecambahan secara alami persentasenya sangat kecil.

Dengan berkembangnya teknik kultur in-vitro, maka keberhasilan perkecambahan biji anggrek dapat ditingkatkan. Modifikasi media dapat meningkatkan produksi anggrek hitam mi secara kualitatif dan kuantitatif dibandingkan dengan produksi hasil dari alam. Salah satu modifikasi media yaitu penambahan persenyawaan organik kompleks sehingga dapat mengoptimalkan pertumbuhan anggrek hitam tersebut serta penggunaan NAA (Napthalene Acetic Acid), salah satu jenis auksin sintetis banyak digunakan untuk meningkatkan rasio pertumbuhan akar tanaman dalam kultur in-vitro, karena akan mendorong pembentukan akar-akar baru pada selang konsentrasi tertentu. Dengan pertumbuhan akar yang sehat dan kuat akan meningkatkan kemampuan tanaman untuk bertahan hidup pada tahap aklimatisasi ke lapangan.

Penelitian ini dilaksanakan di Unit Kerja Laboratonium Kultur Jaringan Anggrek Kebun Raya Bogor. Penelitian dilakukan selama 6 bulan dari bulan Juni sampai bulan Desernber 2002, 5 bulan pengamatan plantlet selama di botol dan 1 bulan untuk melihat keberhasilan hidup di lapangan.

Percobaan ini terdiri dari 2 faktor, faktor pertama adalah 6 jenis media organik (tanpa bahan organik, air kelapa 250 mI/I, pisang ambon 150 g/l, kentang 200 g/l, ubi jalar 150 g/l, dan kedelai 150 g/l ) yang dikombinasikan dengan faktor kedua yaitu 5 taraf konsentrasi NAA (0 ppm, 5 ppm, 10 ppm, 15 ppm, dan 20 ppm). Media dasar yang digunakan adalah komposisi media VW (Vacin & Went) dengan penambahan gula pasir. arang aktif dan agar-agar. Bahan eksplan yang digunakan semai hasil perkecambahan dan biji yang berumur 20 bulan mempunyai tinggi masing-masing 3-6 cm dengan jumlah daun 6-7 helai.

Tanaman hasil kultur in-vitro setelah pengamatan selama 5 bulan selanjutnya diaklimatisasi ke media yang terdiri dari sphagnum moss, arang, dan pecahan genting dengan perbandingan 1:1:1, media tanam yang dipakai terlebih dahulu direndam dalam air panas selama 1 jam kemudian ditiriskan dengan tujuan untuk mensterilkan media tumbuh yang akan dipakai.

Parameter yang diamati pembentukan akar (panjang akar dan jumlah akar). Panjang akar diukur pada saat panen sedangkan jumlah akar diukur setelah 2 minggu penanaman. Pertumbuhatn eksplan (tinggi eksplan, jumlah daun, jumlah tunas barn). Pengamatan dilakukan setelah 2 minggu penanaman. Selain peubah diatas dilakukan, pengamatan terhadap kondisi eksplan seperti pembentukan akar adventif, warna daun, persentase hidup eksplan dan persentase plantlet yang hidup di lapang.

Pengamatan di botol dilakukan setiap 2 minggu selama 5 bulan dan untuk plantlet yang hidup di lapangan diamati selama 1 bulan setelah plantlet keluar dari botol kultur.

Penambahan media Vacin & Went dengan persenyawaan organik kompleks dan zat pengatur tumbuh NAA serta interaksi antara 2 faktor perlakuan tersebut memberikan pengaruh yang berbeda-beda terhadap parameter-parameter pertumbuhan, parameter pertumbuhan tersebut meliputi pembentukan akar baik panjang akar dan jumlah akar serta pertumbuhan eksplan yaitu tinggi eksplan, jumlah daun dan jumlah tunas baru.

Perbedaan jenis media organik kompleks berpengaruh nyata terhadap semua parameter kecuali jumlah tunas. Jumlah akar dan panjang akar tertinggi diperoleh dan media VW dengan penambahan ubi jalar 150 g/l. Tinggi eksplan dan jumlah daun terbaik diperoleh dari media VW + kentang 200 g/l. Sedangkan untuk rata-rata terendah dad parameter tinggi eksplan, jumlah daun, jumlah akar dan panjang akar pada media VW + kedelai 150 g/l untuk 20 Minggu Setelah Tanam (MST).

Zat pengatur tumbuh NAA berpengaruh terhadap parameter tinggi eksplan, jumlah daun, jumlah akar dan panjang akar, tidak berpengaruh terhadap jumlah tunas. Faktor zat pengatur tumbuh NAA berpengaruh nyata pada tingkat kwartik untuk semua parameter. Parameter tinggi serta jumlah daun konsentrasi NAA maksimum 0 ppm, jumlali akar maksimum pada konsentrasi 2,1 ppm sedangkan parameter jumlah tunas peningkatan NAA lebih dari 20 ppm masih memungkinkan peningkatan jumlah tunas.

Peningkatan konsentrasi NAA mengakibatkan daya regenerasi tanaman menurun dan terhambat serta meningkatkan kematian untuk beberapa eksplan anggrek C. pandurata. Terdapatnya zat-zat endogen/auksin alami dalam eksplan yang mendorong eksplan untuk tetap mengalami pertumbuhan dan perkembangan.

Interaksi antara jenis persenyawaan organik kompleks berpengaruh nyata terhadap semua parameter pertumbuhan baik tinggi plantlet, jumlah daun, jumlah tunas, jumlah akar dan panjang akar. Pemberian NAA berpengaruh nyata pada tingkat kwartik untuk semua media organik kecuali pada media VW + kedelai 150 g/l berpengaruh nyata pada tingkat kuadratik. Pada parameter jumlah tunas peningkatan NAA pada semua perlakuan media organik, konsentrasi NAA lebih dari 20 ppm dapat meningkatkan jumlah tunas .

Peranan zat tumbuh selain sebagai perangsang dapat pula berlaku sebagai penghambat, semuanya itu tergantung dari konsentrasi zat tersebut. Dengan meningkatnya konsentrasi NAA dalam media menyebabkan persentase kematian eksplan yang tinggi. Pada minggu ke-20 eksplan yang hidup untuk perlakuan NAA 0 ppm 95,8 %, NAA 5 ppm 81,5 %, NAA 10 ppm 61,5 %, NAA 15 ppm 27,7 % dan N.AA 20 ppm sebesar 14,5 %.

NAA dengan konsentrasi rendah 0 ppm (kontrol) dan 5 ppm menghasilkan warna daun eksplan hijau tua. Meningkatnya konsentrasi NAA mengakibatkan warna daun kuning bahkan beberapa eksplan berwarna coklat dan mengalami kematian yang disebabkan oleh menurunnya jumlah klorofil dan rusaknya klorofil.

Plantlet yang memiliki persentase hidup yang tinggi setelah 4 minggu aklimatisasi yaitu plantlet yang berasal dari eksplan yang diberi penambahan ekstrak ubi jalar 150 WI dengan konsentrasi NAA 0 ppm, 5 ppm dan 10 ppm sebesar 100 %.

Media Vacin & Went dengan penambahan ekstrak ubi jalar 150 g/l dengan NAA 0 ppm merupakan media yang terbaik untuk pertumbuhan optimal semai Coelogyne pandurata hasil kultur in-vitro.

Bookmark and Share

28 April 2010

Pengaruh Media Dasar dan Penambahan Persenyawaan Organik. Kompleks terhadap Pertumbuhan Semai Anggrek Bulan Raksasa (Phalaenopsis gigantea )

Esha Garden - Wednesday, April 28, 2010
RINGKASAN: Tri Widyastuti. E03499021. Pengaruh Media Dasar dan Penambahan Persenyawaan Organik . Kompleks terhadap Pertumbuhan Semai Anggrek Bulan Raksasa (Phalaenopsis gigantea J.J. Smith, 1909) pada Kultur In Vitro. Dibawah Bimbingan Ir. Edhi Sandra, MSi. dan Ir. Djauhar Asikin, MSc.

Anggrek Bulan Raksasa (Phalaenopsis gigantea) adalah salah satu anggrek endemik Kalimantan, bunganya cukup besar, berbau harum, bentuknya menarik dengan warna kelopak dan mahkota bunga kuning-kehijauan sampai putih dihiasi totol-toto1 merah keunguan sampai kecoklatan (Iswanto, 2001; Puspitaningtyas & Mursidawati, 1999). Berdasarkan Peraturan Pemerintah No.7 Tahun 1999 anggrek ini termasuk tumbuhan yang dilindungi dan berstatus kritis dalam kategori tumbuhan langka (Mogea, 2001). Di alam keberadaan jenis anggrek ini mengalami keterancaman. Hal ini disebabkan banyaknya eksploitasi yang dilakukan oleh manusia serta rusak dan hilangnya habitat asli. Jika ha1 ini terjadi 'terus-menerus, anggrek bulan raksasa akan mengalami kepunahan. Untuk mencegah hal tersebut maka diperlukan suatu upaya konservasi secara eks-situ. salah satu caranya melalui teknik kultur in-vitro. Dengan teknik ini perkecambahan biji anggrek dapat ditingkatkan.

Modifikasi media dapat meningkatkan produksi anggrek bulan raksasa secara kualitatif dan kuantitatif dibandingkan dengan produksi dari alam. Salah satu modifikasi media yaitu melalui penambahan persenyawaan organik pisang ambon lumut, ubijalar dan kentang pada berbagai media dasar, yaitu Murashige & Skoog Yo konsentrasi (1/2 MS), Vacin & Went (VW), Knudson C (KC) dan Hyponex (pupuk daun). Dengan cara ini diharapkan pertumbuhan dan perkecambahan anggrek bulan raksasa dapat dioptimalkan.

Penelitian ini di1aksanakan di Unit Kerja Laboratorium Kultur Jaringan Anggrek Kebun Raya Bogor se1ama 6 bulan (Februari - Juli 2003). Percobaan ini terdiri atas dua faktor, faktor pertama adalah 4 jenis media dasar (1/2 MS, VW, KC dan Hyponex) yang dikombinasikan dengan faktor kedua yaitu 4 persenyawaan organik (tanpa persenyawaan organic/kontrol, pisang 100 g/I; ubi jalar 100 g/I; kentang 100 g/l). Kombinasi tersebut ditambahkan dengan gula pasir, arang aktif, pepton dan agar¬agar. Bahan eksplan yang digunakan adalah semai hasil perkecambahan biji yang berumur 21 bulan, dengan tinggi berkisar 9-21 mm dan jumlah daun 1-4 helai. Parameter pertumbuhan yang diamati adalah jlmllah akar, panjang akar maksimum, tinggi plantlet, jumlah daun, lebar daun maksimum, warna daun dan jumlah tunas.

Perlakuan media dasar dan penambahan persenyawaan organik kompleks terhadap eksplan anggrek bulan raksasa (Phalaenopsis gigantea) serta interaksi antara kedua faktor perlakuan tersebut memberikan pengaruh yang berbeda-beda terhadap parameter pertumbuhan plantlet. Jenis media dasar memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap jumlah akar, panjang akar maksimum dan jumlah daun; berpengaruh nyata terhadap jumlah tunas serta tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi plantlet dan lebar daun maksimum. Media dasar Yo MS, VW dan KC

memberikan pengaruh yang sama terhadap pertumbuhan jumlah akar, panjang akar maksimum, jumlah daun dan jumlah tunas. Sedangkan media dasar Hyponex selain berbeda sangat .nyata terhadap ketiga media dasar lainnya juga memberikan hasil terendah terhadap pertumbuhan jumlah akar, panjang akar maksimum, jumlah daun, lebar daun maksimum dan jumlah tunas.

Persenyawaan organik kompleks memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap jumlah akar, panjang akar maksimum, jumlah daun serta lebar dann maksimum dan tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi plantlet dan jumlah tunas.

Ekstrak pisang 100 g/l, ubi jalar 100 g/l dan kentang 100 g/l memberikan pengaruh 'yang sama terhadap pertumbuhan jumlah akar dan jumlah daun. Sedangkan ekstrak pisang 100 g/I dan ubi jalar 100 g/l selain memberikan pengaruh yang sama terhadap pertumbuhan jumlah akar, panjang akar makimum, jumlah daun dan lebar daun maksimum juga memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan ekstrak kentang 100 g/l dan kontrol. Tanpa penambahan persenyawaan organik memberikan hasil terendah terhadap parameter pertumbuhan jumlah akar, panjang akar maksimum, tinggi plantlet, jumlah daun dan lebar daun maksimum.

lnteraksi antara media dasar dengan persenyawaan organik tidak berpengaruh nyata terhadap semua parameter pertumbuhan plantlet kecuali pada panjang akar maksimum. Dari semua parameter pertumbuhan plantlet yang tidak nyata terlihat bahwa kombinasi antara perlakuan media dasar Yz MS, VW dan KC dengan penambahan persenyawaan organik cenderung menunjukkan hasil yang lebih baik bila dibandingkan dengan kontrol.

Sedangkan untuk semua kombinasi media dasar Hyponex baik itu dengan penambahan persenyawaan organik maupun kontrol memberikan hasil yang lebih rendah bila dibandingkan dengan ketiga media dasar lainnya. Interaksi antara media dasar VW dengan penambahan ekstrak pisang 100 g/l memberikan hasil terbaik pada panjang akar maksimum.

Media dasar Yz MS dan penambahan ekstrak pisang 100 g/I menghasilkan warna daun hijau tua pada plantlet. Sedangkan pada media dasar Hyponex, semua perlakuan mengalami gejala klorosis (daun berwarna hijau kekuningan). Media dasar y, MS, VW dan KC yang dikombinasikan dengan penambahan ekstrak pisang 100 gr/l atau ubi jalar 100 gr/l adalah media dasar yang baik untuk pertumbuhan tanaman anggrek bulan raksasa (Phalaenopsis gigantea) dalam kultur in-vitro (sub-kultur).


Bookmark and Share

27 April 2010

Teknik Budidaya Anggrek Hitam (Coelogyne pandurata. Lindl 1853)

Esha Garden - Tuesday, April 27, 2010
RINGKASAN: M. FIRDAUS E 08399036. Teknik Budidaya Anggrek Hitam (Coelogyne pandurata. Lindl 1853), dibawah bimbinqan Ir. Edhi Sandra, MSi.

Keanekaragaman hayati. yang terhimpun dalam berbagai tipe ekosistem hutan merupakan kekayaan alam Indonesia, yang pemanfaatannya telah mengalami sejarah yang panjang sebagai bagian dari kebudayaan dan penunjang perekonomian bangsa. Dewasa ini diperkirakan terdapat 5000 jenis anggrek alam yang hidup di Indonesia. Tingginya tingkat keanekaragaman jenis anggrek akan tenus berkurang dengan adanya pengrusakan hutan sebagai habitat alami anggrek dan eksploitasi hasil hutan non kayu, khususnya anggrek yang berlebihan sehingga menyebabkan beberapa jenis anggrek alam terancam punah, diantaranya anggrek hitam (Coelogyne pandurata, Lindl). Selain kegiatan konversi habitat anggrek hitam, kelangkaan anggrek hitam disebabkan oleh karena tingkat regenerasi yang sangat terbatas sehingga perbanyakan anggrek hitam di alam terancam kelestariannya.

Kegiatan tugas akhir dilakukan di Taman Anggrek Indonesia Permai dan Unit Kultur Jaringan Laboraturium Konservasi Tumbuhan Jurusan Konservasi Sumberdaya Hutan Fakultas Kehutanan IPB. Kegiatan yang dilakukan meliputi penanaman, pemeliharaan dan perbanyakan tanaman.

Penanaman anggrek hitam meliputi kegiatan pemindahan bibit botolan, pemindahan bibit kompot dan memindahtanamkan anggrek dewasa. Pemindahan bibit botolan dilakukan setelah bibit menyentuh botol. Langkah-Iangkah pemindahan bibit botolan yaitu, pengisian air kedalam botol dan dikoeok, mengeluarkan bibit dari botol, dicuci hingga bersih dan direndam dalam larutan fungisida selanjutnya ditanam pada media. Pemindahan bibit kompot secara tunggal pada pot individu setelah bibit meneapai tinggi 5 em atau lebih kedalam media tanam berupa peeahan batu bata, genting, pakis, arang dan sabut kelapa. Anggrek dewasa dapat ditanam pada pot seperti media kompot atau dapat juga ditanam pada potongan kayu, blok pakis dan batang pohon.

Pemeliharaan anggrek alam pada umumnya sama dengan anggrek budidaya pada umumnya yaitu pemupukan, penyiraman, pengaturan cahaya dan temperatur serta pengendalian hama dan penyakit. Pemupukan anggrek muda supaya pertumbuhannya lebih baik dan cepat diberikan pupuk dengan perbandingan unsur N yang lebih tinggl misalnya Vitabloom 30 :10 :10, Untuk mempercepat anggrek berbunga maka diberikan pupuk dengan perbandingan P yanglebih tinggi dan untuk menjaga keseimbangan pertumbuhan pupuk yang diberikan dengan perbandingan N, P dan K yang seimbang.

Penyiraman anggrek sebaiknya dilakukan dengan menggunakan semprotan sehingga tidak menghanyutkan media tumbuh atau merusak batang dan bunga. Waktu penyiraman yang baik dan benar yaitu berada diantara kedua titik ekstrim (titik kekurangan air dan kelebihan air). Kebutuhan tanaman anggrek akan cahaya tergantung dari intensitasnya yaitu 50-60 % dan lama penyinaran 8-10 jam perhari. Temperatur yang dapat mendukung anggrek hitam dapat berkemban~ dengan baik yaitu 27 _30°C pada siang hari dan pada malam hari berkisar 20-24°C.

Timbulnya serangan hama antara lain disebabkan oleh faktor iklim (salah satu penunjang berbiaknya hama dan penyakit) dan faktor biologis (kemampuan hewan dan jasad renik untuk berkembangbiak). Hama yang biasa menyerang anggrek hitam adalah keong, semut, belalang dan kumbang gajah. Sedangkan penyakit tanaman anggrek disebabkan oleh cendawan, bakteri maupun virus. Beberapa jenis penyakit yang sering dijumpai pada anggrek hitam adalah penyakit buluk, penyakit busuk akar, penyakit layu dan penyakit bercak bercincin. Jenis-jenis hama tersebut dapat dikendalikan dengan cara mekanis maupun kimia.

Pengendalian secara mekanis dilakukan dengan cara mengambil dan membunuh hama yang terlihat, sedangkan cara kimia dengan menggunakan pestisida. Pengendalian serangan penyakit dapat dilakukan dengan menggunakan pestisida yang disebabkan serangan jamur dan bakteri, sedangkan penyakit yang disebabkan virus tidak dapat disembuhkan dengan obat, penyakit ini hanya dapat dikendalikan dengan pencegahan yakni dengan menbuang bagian tanaman yang sakit serta mensterilkan semua alat-alat potong yang digunakan untuk merawat tanaman anggrek. Macam-macam pestisida yang digunakan dalam pengobatan dan pengendalian hama dan penyakit tanaman anggrek.

Perbanyakan tanaman anggrek dapat dilakukan dengan cara perbanyakan secara generatif dan vegetatif. Perbanyakan generatif merupakan perbanyakan yang umum dialami oleh semua organisme. Pada tanaman anggrek untuk penyerbukan bunga dapat diambil dari tepung sari dari bung a itu sendiri atau dapat juga dari bunga tanaman lain. Kadang-kadang setelah satu bunga diserbuki tetapi tidak diperoleh buah dan biji yang diharapkan, hal ini dapat disebabkan karena lemahnya tepung sari dari bunga tersebut sehingga tidak dapat tumbuh dan membuahi sel telur. Ada juga kegagalan yang disebabkan ketidakcocokan antara tepung sari dengan cairan yang ada di kepala putik atau dengan sel telurnya yang disebut dengan self incompatibility.

Perbanyakan vegetatif pada anggrek hitam dapat dilakukan dengan cara splitting, keiki dan kultur jaringan. Splitting dilakukan dengan cara membagi tanaman menjadi individu baru dan ditanam dalam pot yang berlainan. Keiki merupakan tanaman yang sering dijumpai tumbuh pada atau keluar dari

buku tanaman dewasa. Keiki ini dapat membentuk akar sehingga merupakan suatu individu yang terpisah. Setelah akar cukup banyak keiki dapat dipisahkan dari induknya dan ditanam didalam pot.

Perbanyakan dengan metode kultur jaringan membutuhkan sarana laboraturium yang terdiri dari beberapa ruangan yang dalam setiap kegiatan harus dalam keadaan steril. Untuk memudahkan pekerjaan dalam kegiatan kultur jaringan dilakukan pembuatan larutan stok media berupa unsur makro, mikro, vitamin, myo-inositol dan larutan stok zat pengatur tumbuh seperti auksin, sitokinin dan giberrelin. Media tanam kultur jaringan dapat berupa cair atau padat, pembuatan media tanam dapat dilakukan dengan pencampuran larutan stok yang telah disediakan ditambahkan dengan gula dan agar-agar.

Media yang sudah jadi perlu disterilisasikan untuk membunuh bakteri. Persiapan penanaman meliputi sterilisasi alat di autoclave selama 1 jam dengan tekanan 20 psi, alat-alat yang telah disterilkan dimasukkan kedalam laminar air flow cabinet yang telah disemprot dengan alkohol atau disterilkan dengan penyinaran ultra violet.

Bahan tanaman yang dapat digunakan sebagai eksplan berupa pucuk, meristem, daun muda, tunas muda dan bunga. Bahan eksplan disterilisasikan dengan perendaman kedalam HgCI dan clorox kemudian dibilas dan ditanam. Eksplan anggrek ditanam pada media cair, kultur cair tidak dapat diletakkan dalam keadaan diam secara terus menerus karena eksplan akan mati bila lerus didiamkan. Kultur yang telah tertutup rapat didalam botol harus diletakkan pad a shaker, dan dikocok terus menerus yang diletakkan pada suhu kamar sekitar 25° C. Eksplan yang ditanam pada media tersebut masih membentuk sel yang tidak dapat dibedakan. Supaya sel yang seragam tersebut dapat tumbuh menjadi jaringan yang dapat dibedakan, perlu dilakukan penambahan hormon tanaman tertentu seperti auksin, sitokinin alau gibberellin.


Bookmark and Share
Previous
Editor's Choice