Loading...

19 April 2014

KERANCUAN POLA FIKIR YANG TERJADI DENGAN PUPUK ORGANIK

Oleh : Ir. Edhi Sandra MSi

  • Peneliti Fisiologi Tumbuhan, Bagian Konservasi, Tumbuhan,  Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata, Fakultas Kehutanan IPB Bogor,
  • Kepala Laboratorium Bioteknologi Lingkungan PPLH LPPM IPB Bogor
  • Pemilik Esha Flora Plant and Tissue Culture

Pendahuluan
Saat ini tuntutan untuk Back to nature, dan Go Green semakin kuat. Demikian pula dengan penggunaan pupuk banyak orang sudah beralih pada penggunaan pupuk organik, yang diyakini lebih ramah lingkungan dan tidak memiliki efek samping.

Beragamnya pupuk
organik yang ada di pasaran, dan adanya persaingan agribisnis organik yang semakin ketat, disamping derasnya arus back to nature, membuat semakin simpang siurnya informasi yang berkembang di
masyarakat.

Bagi masyarakat yang memiliki akses ke sumber informasi terkait organik maka dapat menggali definisi dan deskripsi organik dengan lebih baik dan benar, tapi bagi masyarakat secara umum, maka informasi yang sepenggal-sepenggal membuat pemahaman mereka terhadap pupuk organik menjadi kurang tepat.  Dan yang lebih parahnya lagi dengan pengetahuan yang sepenggal ini pengusaha sudah berani mengeluarkan produk organik dengan promosi yang hebat, yang penting produk mereka laku di pasaran.

Semakin banyaknya produk, sebenarnya bersifat positif karena berarti akan banyak pilihan, produk yang terbaik dipasaran. Masalahnya semua pengusaha mengklaim bahwa produk organiknya adalah yang terbaik, dengan promosi yang beranekaragam dengan bahasa yang kurang tepat.

Semakin banyak informasi yang tersebar di masyarakat sebanrnya akan semakin baik karena masyarakat akan dapat lebih memahami apa yang dimaksud dengan organik, bahkan tidak hanya itu. Tidak hanya sekedar definisi, tapi lebih jauh lagi berkaitan dengan produksi, efektivitas dan efisiensi serta dampak bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman.

Dalam tulisan ini saya berusaha untuk mendudukkan secara proposional permasalahan yang ada serta berusaha untuk menyamakan persepsi kita mengenai beberapa definisi yang simpang siur.  Saya sengaja tidak menggunakan istilah ilmiah yang sulit dicerna, tapi menggunakan bahasa umum tapi juga tidak menyimpang dari definisi ilmiahnya.

Definisi Organik dan Anorganik
Di alam semesta ini secara garis besarnya zat di bagi dua kelompok yaitu mahluk hidup dan benda mati. Mahluk hidup inilah yang dikategorikan zat organik, sementara benda mati dikategorikan zat anorganik. Semuanya adalah alamiah, semuanya adalah ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Semua ciptaanNya tersebut mengikuti suatu aturan yang telah di tetapkan, yang kemudian kita kenal dengan istilah Ekosistem dan Ekologi.  Kesemuanya baik yang organik maupun anorganik mengikuti aturan tersebut dengan interaksi yang sangat kompleks dan sangat efisien dan efektif. Jadi kalau ada orang yang mengatakan bahwa anorganik tidak baik, maka sebenarnya, bukanlah anorganik yang baru saja kita bahas tersebut, melainkan bahan sintetik.

Bahan Kimia dan Sintetik
Sebenarnya semua yang ada di jagat raya ini adalah bahan kimia. Contohnya adalah oksigen yang kita
hirup setiap hari sebenarnya adalah bahan kimia O2, air yang kita minum sebenarnya adalah bahan kimia H20, karbondioksida yang diserap oleh tumbuhan juga bahan kimia CO2. Jadi kalau ada orang yang mengatakan bahan kimia tidak baik maka itu adalah untuk persepsi bahan kimia sintetik buatan manusia. Jadi
sebenarnya tidak semua bahan kimia tidak baik, karena bahan kimia ciptaan Tuhan adalah baik.

Sintetik sebenarnya ditujukan pada bahan-bahan buatan manusia. Lalu kenapa buatan manusia dikategorikan tidak baik? Sebenarnya untuk keperluan manusia maka bahan –bahan buatan manusia tersebut baik, tapi bila bahan buatan manusia tersebut masuk dalam siklus ekosistem, maka bahan buatan manusia tersebut akan merusak keseimbangan ekosistem dan hal tersebut menjadi tidak baik. Jadi sebenarnya bahan–bahan  buatan manusia tersebut akan tetap baik bila untuk keperluan manusia, akan tetapi jangan sampai bahan-bahan buatan manusia tersebut masuk dalam siklus ekosistem. Artinya bahwa bahan-bahan buatan manusia tersebut haruslah dan wajib kita degradasi atau hancurkan dahulu agar tidak mencemari lingkungan. Masalahnya saat ini bahan-bahan buatan manusia tidak dihancurkan dan dibuang begitu saja. Padahal bahan-bahan buatan manusia tersebut sulit dihancurkan.

Alamiah dan Tidak Alamiah
Tuhan menciptakan sesuatu dengan sangat sempurna dan teratur, semuanya berproses mengikuti aturan
yang telah di tetapkan. Kesemuanya berinteraksi dengan sangat teratur dan sangat sempurna. Sedemikian banyak faktor yang saling terkait tapi semuanya berinteraksi dengan sangat kompleks, terinci detil dan sangat teratur dan indah. Kesemua hal inilah yang seharusnya kita pelajari.

Disisi lain manusia di bekali dengan otak untuk berfikir. Otak berperanan sangat penting di dalam mempelajari semua ilmu yang tersebar luas di jagat raya ini.  Dengan berbekal otak maka kita mampu mempelajari kaidah-kaidah atau hukum-hukum alam yang terjadi. Berdasarkan hukum-hukum alam tersebut lah maka kita berusaha menyimpulkan dan berusaha membuat perencanaan, startegi untuk menjawab permasalahan manusia. Seandainya yang dilakukan manusia tersebut masih sesuai dengan hukum alam maka tidak akan menimbulkan dampak negative, tapi bila sudah bertentangan dengan hukum alam, bahkan mengabaikan hukum alam maka timbullah dampak negative.


 Alamiah adalah sesuatu yang baik
Manusia dengan otaknya membuat ia menjadi tidak alamiah lagi karena mampu mengatasi predator dan pembatas alam dalam perkembangan suatu populasi, hal ini menyebabkan manusia terus berkembang biak dan tidak alamiah lagi. Demikian pula dengan otaknya serta “Keinginan manusia” yang tidak ada puasnya membuat pola fikir manusia terlepas dari hukum-hukum alam yang ada, hal ini menambah parah kerusakan yang terjadi.

Dalam agama diketahui bahwa alam semesta ini diperuntukan bagi manusia untuk dikelola dengan baik. Oleh sebab itulah maka seharusnya kita mengetahui dengan baik hukum-hukum alam yang berlaku dan membuat strategi dan tindakan yang tidak bertentangan dengan hukum alam tersebut.  Jadi sebenarnya tindakan manusia (merupakan sesuatu yang tidak alamiah) masih diperbolehkanbila tidak bertentangan dengan hukum-hukum alam yang berlaku, dan hal ini kita kenal dengan istilah “Pola Fikir Ramah Lingkungan”.

Pupuk Anorganik atau Pupuk Kimia
Istilah tersebut ditujukan pada pupuk KCL, Urea dan TSP buatan manusia untuk memasok unsur organik terutama N(nitrogen), P (phosphor) dan K (kalium). Diketahui  bahwa ketiga unsure tersebut merupakan unsur yang banyak dibutuhkan dalam pertumbuhan tanaman. Oleh sebab itulah maka disebut dengan unsur makro, sementara unsur hara yang dibutuhkan dalam jumlah yang sedikit disebut unsur mikro.

Unsur hara yang dibutuhkan tanaman akan bergabung dan membentuk senyawa-senyawa organik dasar. Senyawa organik dasar akan saling bergabung membentuk senyawa organik kompleks seperti protein, lemak, selulosa dll.

Bahan Organik dan Pupuk Organik
Setiap mahluk hidup memiliki bentuk dan karakteristik serta kandungan bahan organik yang unik dan beragam, tapi secara garis besarnya maka dapat dikelompokkan bahwa untuk hewan dan manusia di dominasi oleh bahan organik protein, sedangkan tumbuhan di dominasi oleh selulosa, hemi selulosa dan lignin.

Akan tetapi bahan penyusun sel, secara umum adalah bersifat universal. Sel yang terdiri dari inti sel dan organ-organ selnya terdiri dari bahan-bahan organik yang sangat kaya dan beragam. Bedanya antara sel tumbuhan dan sel hewan dan manusia adalah bahwa pada sel tumbuhan memiliki dinding sel serta pada hewan dan manusia tidak memiliki dinding sel. Dan pada tumbuhan memiliki yang disebut klorofil yaitu suatu bahan organik yang mampu menangkap energi matahari dan menggunakannya untuk membuat karbohidrat dari air dan karbondioksida (proses fotosintesa).  Sedangkan pada manusia dan hewan memiliki yang disebut darah. Darah merupakan bahan organik yang diperlukan untuk mengangkut oksigen dan sari makanan ke setiap sel dalam tubuh, kedua bahan organik tersebut merupakan bahan organik yang sangat penting bagi mahluk tersebut.

Bahan organik yang berasal dari limbah mahluk hidup merupakan bahan organik yang akan dan dapat digunakan sebagai pupuk organik. Tidak semua bahan organik automatis langsung dapat digunakan seagai pupuk organik, karena bahan organik tersebut harus di rombak dan di degradasi menjadi senyawa yang lebih kecil, menjadi bahan organik dasar sehingga dapat diserap dan diambil tanaman sebagai pupuk. Kenapa harus di rombak terlebih dahulu? Karena ukuran pintu masuknya bahan pupuk tersebut harus lebih kecil dari lubang sel yang sangat kecil, hanya bahan bahan organik yang sangat kecil saja yang dapat lewat lubang sel tersebut.

Oleh sebab itulah limbah bahan organik harus di degradasi. Dan mahluk pengurai secara almiah adalah mikroba (bakteri dan cendawan serta jamur). Sebenarnya setiap mahluk hidup juga berperan sebagai pengurai dengan adanya feses (sisa pembuangan mahluk hidup) atau yang biasa kita sebut dengan pupuk kandang. Padahal pupuk kandang tersebut masih berupa gumpalan bahan organik yang masih tergolong sangat besar sehingga tidak dapat diserap secara langsung oleh tanaman. Oleh sebab itulah bisa di degradasi kembali, misalnya dengan cacing, yang kemudian kita kenal dengan kascing dan dari kascing tersebut di uraikan lagi dengan bakteri dan cendawan, barulah bahan organik tadi dapat berfungsi sebagai pupuk organik.

Degradasi (Penguraian) dan Fermentasi
Proses penguraian/degradasi limbah organik terdiri atas 2 kelompok yaitu 1. Pengurai yang  memerlukan oksigen dalam proses penguraiannya di sebut (aerob), dan 2. Pengurai yang tidak memerlukan oksigen (anaerob), dan proses penguraiannya disebut fermentasi. Jadi tidak semua proses penguraian disebut fermentasi.

Mikroorganisme pengurai di dalam melakukan proses penguraian sebenarnya di bantu oleh suatu zat yang dihasilkan oleh mikroba tersebut yang di sebut dengan Enzim. Enzim adalah zat organik yang dihasilkan oleh mikroa untuk menguraikan bahan organik. Misalnya Enzim Protease adalah enzim yang menguraikan protein menjadi asam amino. Enzim Lipase adalah enzim yang menguraikan lemak menjadi asam lemak. Enzim Selulase adalah enzim yang menguraikan selulosa menjadi karbohidrat.

Kecepatan enzim di dalam menguraikan bahan organik di bandingkan dengan tidak menggunakan enzim dapat berbeda mencapai jutaan kali lebih cepat.

Penguraian Alami dan Penguraian Buatan
Penguraian secara alamiah dapat dilakukan dengan berbagai cara yaitu: 1. Penguraian yang menggunakan mahluk hidup sebagai pengurai, 2. Penguraian yang disebabkan oleh fluktuasi kering dan basah, fluktuasi panas dan dingin, 3. Penguraian dengan bahan kimia alam (enzim, zat asam kuat dll), 4.Penguraian karena radiasi sinar.

Sebenarnya manusia sebagai mahluk yang cerdas dapat berperan sebagai Pengurai dan mampu melakukan penguraian buatan, dan hasilnya akan lebih cepat, lebih baik dan lebih produktif. Dengan otaknya manusia dapat membuat mesin yang dapat menguraikan bahan organik menjadi ukuran yang sangat kecil (serbuk halus) atau bahkan menjadi bentuk cairan organik. Apabila hal ini dilakukan maka sebenranya akan banyak memotong waktu dan biaya penguraian. Setelah dalam bentuk serbuk halus atau cairan organik maka baru kita serahkan penguraian berikutnya kepada bakteri dan cendawan agar dapat menjadi bahan organik yang siap pakai, yaitu bahan organik yang dapat melewati lubang sel sehingga dapat diserap dengan baik oleh tanaman. Hasil penguraian inilah yang merupakan pupuk organik siap pakai.

Pupuk Organik Lebih baik dari Pupuk Anorganik
Pupuk organik akan lebih baik dari pupuk anorganik, karena pupuk organik ibaratnya potong jalan. Untuk pemenuhan kebutuhan tanaman tidak harus menyusun satu-persatu dari unsur hara, tapi sudah jadi dalam bentuk bahan organik dasar yang dapat langsung diserap atau digunakan oleh tanaman. Satu senyawa organik dasar terdiri dari ratusan atau ribuan gabungan unsur hara. Dan senyawa organik komplek juga merupakan hasil gabungan dari ratusan atau ribuan bahan organik dasar. Bila pupuk organik yang kita buat menyediakan beragam bahan organik dasar yang dibutuhkan oleh tanaman maka tanaman dapat mengekspresikan gennya dengan lebih baik sehingga akan meningkatkan kualitas.

Pupuk Organik Dapat Menghasilkan Pertumbuhan Tanaman Yang Tinggi
Hasil pertumbuhan dan perkembangan tanaman yang dipupuk organik dapat jauh lebih tinggi dari pupuk anorganik, hal ini disebabkan, manusia sudah mampu menguraikan bahan organik menjadi bahan organik dasar yang dapat langsung diserap oleh tanaman. Kalau jaman dulu pupuk kandang didiamkan dahulu, katanya biar matang, sebenarnya hal itu menyerahkan proses penguraian pada mikroba dan hasilnya menjadi tidak optimal karena tidak dikondisikan agar mikroa dapat bekerja dengan baik, sehingga hasil penguraian menjadi lambat dan ketersediaan bahan organik yang dapat diserap oleh tanaman juga sedikit hal ini berdampak pada rendahnya pertumbuhan tanaman.

 Jus Daging dan Jus Daging Terfermentasi.
Antara cairan jus daging dan cairan jus daging yang difermentasi tidak akan terlihat bedanya. Tapi sebenarnya sangat berbeda. Jus daging sebenarnya merupakan jus yang terdiri dari cairan poli asam amino (rangkaian asam amino). Dan potongan rangkaian asam amino tersebut sebenarnya masih berupa “gumpalan
bahan organik” yang masih terlalu besar untuk dapat melewati lubang sel sehingga tidak dapat diserap oleh tanaman. Jadi jus daging pun ternyata masih merupakan bahan organik yang belum siap untuk digunakan sebagai pupuk organik.

Sedangkan Jus daging terfermtasi maksudnya adalah jus daging yang sudah diuraikan menjadi  asam amino dasar yang ukurannya sudah menjadi sangat kecil dan lebih kecil dari lubang sel sehingga dapat masuk ke dalam jaringan tanaman dan dapat diserap oleh tanaman.

Konsep Pengolahan Limbah dan Konsep Pembuatan Pupuk Organik Memang betul bahwa limbah organik adalah bahan baku limbah yang dapat diolah sebagai pupuk. Dengan demikian limbah organik tersebut tidak akan mencemari lingkungan, dan disisi lain dapat digunakan secara positif untuk pemupukan tanaman.

Sementara itu kalau kita mau membuat pupuk organik maka sebaiknya pupuk organik yang kita buat haruslah memenuhi semua komponen yang diperlukan oleh tanaman secara lengkap. Padahal limbah organik yang ada seringkali hanyalah merupakan sebagian saja dari komponen yang diperlukan oleh tanaman. Oleh sebab itulah maka konsep penanggulanagan limbah dan konsep pembuatan pupuk organik tidak dapat digabung.  Maksudnya untuk dapat membuat pupuk organik yang lengkap, berkualitas dan terstandar dengan baik tidaklah cukup hanya dengan menggunakan limbah yang ada, tapi harus di tambah dengan komponen lain  yang belum ada pada limbah tersebut, atau bahkan konsepnya pupuk organik seharusnya dibuat dari bahan organik berkualitas agar kandungan organiknya juga berkualitas dan lengkap. Dengan demikian maka kita dapat menjaga kelengkapan, kualitas dan standar pupuk organik yang kita buat.

Komponen Yang Diperlukan Tanaman
Dalam membuat ramuan organik yang lengkap maka kita perlu menginventarisir komponen yang diperlukan
dalam pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Berdasarkan hal tersebut maka di cari dari berbagai bahan organik yang mengandung komponen tersebut. Saya mengklasifikasikan komponen yang diperlukan tanaman adalah sebagai berikut : 
  1. Sumber energi bisa berupa: karbohidrat, gula putih, gula merah, madu, ekstrak kurma, molase. 
  2. Unsur hara, sebagai unsure pembentuk berbagai macam bahan organic 
  3. Mineral, berupa unsure hara berupa minaeral yang berperanan sebagai kofaktor maupun koenzim dalam proses metabolisme tanaman, 
  4. Vitamin, yang banyak diperlukan adalah vitamin B1, B2, B6 B12,  dan vit E, berperanan sebagai katalisator dan memperlancar proses metabolisme, 
  5. Hormon, berperanan sebagai pengendali arah pertumbuhan dan perkembangan tanaman, 
  6. Enzim, membantu dalam proses degradasi dan penguraian bahan organik dan mempercepat proses metabolisme,
  7. Asam amino, berperanan sebagai senyawa organik yang sangat penting dalam penyusunan protein dan senyawa organic lain, 
  8. Asam lemak, berperanan sangat penting pula dalam penyusunan berbagai macam lemak yang dibutuhkan tanaman, 
  9. Organik lain, masih banyak bahan organik yang sangat diperlukan, 
  10. Mikroba, membantu meningkatkan proses metabolisme


Kelemahan Pupuk Organik dari Limbah.
Definisi limbah yang dimaksud dalam hal ini adalah bahan yang sebenarnya sudah tidak dipakai lagi dalam proses produksi tertentu. Dan limbah tersebut ternyata masih dapat bermanfaat bila diolah kembali menjadi sesuatu yang bermanfaat. Hal yang perlu diperhatikan dalam mengolah limbah untuk pupuk organik adalah :

  1. Perlu di evaluasi karakteristik limbah tersebut, apakah beragam atau sejenis, ketersediaan limbah konstan atau tidak. Suplai limbah berubah-ubah jenisnya atau tetap seragam karena semua hal tersebut berpengaruh pada keseragaman bahan baku bahan organik.
  2. Perlu diperhatikan bahan limbah tersebut mengandung zat beracun bagi manusia atau tidak karena kalau pupuk organik tersebut digunakan untuk tanaman pangan maka keberadaan racun tersebut sangat berbahaya bagi manusia, karena dapat terakumulasi pada tanaman yang dipupuk dengan pupuk organik tersebut.
  3. Bahwa limbah organik hanyalah sebagian bahan baku organik yang dapat menyuplai sebagian komponen yang perlukan tanaman. Oleh sebab itulah maka perlu ditambah suplemen organik untuk melengkapi komponen yang diperlukan tanaman.
  4. Perlu juga berhati-hati agar pupuk organik yang dibuat tidak mengandung mikroba yang justru bersifat patogen bagi tanaman sehingga justru akan merusak tanaman dengan adanya penyakit dalam pupuk organik yang dibuat.

Pupuk Organik dari Bahan Organik Berkualitas
Pemuatan pupuk organikyang terstandar dan berkualitas harus dapat diukur dari kandungan komponen yang
diperlukan tanaman yang terdapat dalam bahan organik tersebut. Dan dibuat ramuan organik yang mengandung semua komponen yan diperlukan tanaman.

Sumber energi siap pakai merupakan komponen yang sangat penting dalam proses pembangunan atau pertumbuhan tanaman, karena energi inilah yang membiayai pertumbuhan tersebut. Oleh sebab itulah maka komponen ini perlu diperhitungkan dalam penyusunan ramuan pupuk organik.

Kompos atau serasah tanaman merupakan penyuplai selulosa yang pada akhirnya juga merupakan sumber energi yaitu karbohidrat, disamping komponen lain seperti vitamin dan minaeral dan asam amino.

Pupuk kandang sebenarnya hamper sama dengan kompos tapi karena sudah masuk dalam perut binatang maka sebenarnya sudah terjadi proses penguraian oleh mikroba, jadi ketersediaan bahan organic dasar siap pakai lebih banyak dan lebih tersedia, disamping juga mengandung enzim dan mikroba dari perut binatang tersebut yang membantu menguraikan pupuk kandang lebih dinamis. 

Tongkol, terasi, udang, teri, spirulina, bekicot, keong mas, telur keong mas, ulat, serangga, kecoa, lintah semua merupakan merupakan sumber protein yang sangat baik, semakin beragam sumber protein yang dapat disediakan maka akan semakin beragam bahan organik yang tersedia. Syaratnya bahwa semua bahan organik tersebut harus diolah terlebih dahulu menjadi bahan organic dasar, yang dapat diserap oleh tanaman. Untuk itu sebenarnya manusia dapat berperanan penting dalam membantu penguraian yaitu dengan membantu mengolah menjdi bentuk serbuk halus atau berupa cairan, setelah itu barulah di beri
mikroba pengurai sesuai dengan bahan baku yang akan diuraikan. 

Buah-buahan dan sayuran sangat penting untuk menyediakan komponen beragam vitamin, mineral, enzim dan hormon serta organik lain yang sangat diperlukan dalam pertumbuhan dan perkembangan tanaman.

Telur adalah calon individu baru,oleh sebab itu secara logika bahwa telur mengandung bahan organik protein yang sangat baik bagi pertumbuhan tanaman. Demikian pula dengan Biji-bijian merupakan calon individu tanaman baru dan juga merupakan bahan organik yang snagat baik bila digunakan sebagai bahan organik. Syaratnya semua bahan organik tersebutharuslah diolah terlebih dahulu menjadi bahan organik dasar yang siap dan dapat diserap tanaman.

Pupuk Organik Untuk Tujuan Tertentu
Selama ini orang membuat pupuk organik hanyalah sekedar memupuk dengan tujuan tanaman menjadi lebih “Subur”. Padahal untuk tujuan yang lebih jauh ada tuntutan yang mengharuskan kita untuk memupuk untuk tujuan khusus misalnya: pupuk organik yang dapat membantu pertumbuhan  akar dengan lebih baik lagi, bagi tanaman yang baru dipindahkan (repotting), atau ingin agar tanamannya memiliki jumlah daun yang banyak karena akan diambil daunnya untuk diekstrak minyaknya (misalnya nilam) maka dalam hal ini diperlukan pupuk organik yang mengarah pada pertumbuhan pucuk atau daun. Atau pupuk organik yang dapat merangsang dan meningkatkan produksi bunga dan buah.Untuk itulah maka pupuk organik yang dibuat harus diarahkan pada tujuan tersebut.

Pupuk Organik Untuk Pertumbuhan Akar
Untuk membuat ramuan pupuk organik yang mengarah pada pertumbuha akar yang lebih baik maka ada 3 hal yang harus diarahkan bagi pertumbuhan akar, yaitu: 1. Pupuk yang dominan unsur hara N dan P, 2 Mineral yang membantu pertumbuhan akar: Zn, 3 hormon yang membantu pertumbuhan akar, yaitu hormone auksin: IAA, NAA, IBA, 2,4D. Disamping semua komponen yang diperlukan tanaman harus diberikan dengan lengkap.

Pupuk Organik Untuk Pertumbuhan Pucuk, Cabang, Daun.
Selain melengkapi semua komponen organik yang diperlukan maka 3 hal yang harus di arahkan adalah: 
  1. Pupuk yang mengarah pada pertumbuhan pucuk, cabang dan daun yaitu N dan K, 
  2. Mineral yang membantu pertumbuhan pucuk yaitu: Mn, 3. Hormon yang membantu pertumbuhan pucuk yaitu: hormon sitokinin: BA, BAP, TDZ, Kinetin.

Pupuk Organik untuk Pertumbuhan Bunga dan Buah
Melengkapi semuakomponen organik, kemudian mengarahkan ketiga hal pada pembungaan:
  1. Pupuk yang membantu pertumbuhan bunga dan buah adalah pupuk yang dominasinya unsur P,K, 
  2. Mineral yang membantu dalam pembentukan pucuk: Cu, 
  3. Hormon yang membantu pembungaan dan pembuahan,  giberelin: GA3, GA4, GA6, GA7.

Bahan Organik Yang Mengandung Hormon
Hormon berperanan penting dalam mengarahkan pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Oleh sebab itulah maka dalam membuat ramuan pupuk organik ada komponen hormon yang perlu diberikan untuk mengarahkan pertumbuhan sesuai dengan yang diinginkan.

Hormon secara alamiah terdapat di dalam tumbuhan dan beberapa bahan organik diketahui mengandung
dominasi hormon tertentu, diantaranya: 
  1. Eceng gondok, kacang kedelai, merupakan bahan organk yang mengandung hormon pembungaan, giberelin, 
  2. Antanan, sirih, brotowali, mengandung hormon pertunasan, sitokinin, 
  3. Kecambah/toge, air seni sapi, kambing dan kelinci.

Di dalam mengarahkan pertumbuhan tanaman maka hormon yang sesuai perlu ditambahkan. Dan keberhasilan dalam mengarahkan pertumbuhan tanaman, akan terjadi jika dominasi hormon baik yang eksogen (hormon yang kita berikan melalui pupuk organik), maupun yang endogen (hormon yang memang diproduksi oleh tanaman tersebut) mengarah pada tujuan yang diinginkan.

Bila kita ingin mengarahkan pertumbuhan tanaman kearah pembungaan dan dalam pupuk organik sudah kita arahkan ke pembungaan, tapi ternyata hormone endogen yang sedang dominanadalah sitokinin dan auksin (pertumbuhan vegetative), dan hormon giberelinnya kalah dominan, maka pembungaan yang diharapkan tidak akan terjadi, karena kalah dengan dominasi hormon sitokinin auksin.

Penutup
Demikian uraian dari saya semoga dapat bermanfaat untuk kita semua,minimal dapat melengkapi pengetahuan yang sudah anda miliki. Saya mohon maaf bila ada kesalahan dan sangat terbuka untuk berdiskusi mengenai hal ini. Dan saya berharap akan banyak petani kita yang mampu mandiri dalam memproduksi pupuk organik yang baik. Bila diperlukan silahkan kontak saya via apa saja boleh, 

email: edhisms@gmail.com  dan edhi_sandra@yahoo.co.id
atau via facebook juga bisa dengan email: edhisms2@gmail.com
atau nama fb: edhi Sandra. Hp. 08128213720 atau bisa menghubungi web: www.eshaflora.com
atau ke Laboratorium Esha Flora Plant and Tissue Culture,  Telpon: 0251 8344879. Terima kasih.








Bogor, 11 April 2014


Edhi sandra


Peta Lokasi Esha Flora


View Esha Flora in a larger map

Tissue culture - Penelusuran Blog Google

- Kultur jaringan -

Web Blog Teman