Show Mobile Navigation

Artikel Terkini

Berlangganan Artikel Kuljar Via Email

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Pendaftaran

Aquilaria malaccensis
Showing posts with label Aquilaria malaccensis. Show all posts
Showing posts with label Aquilaria malaccensis. Show all posts

21 June 2010

Pengaruh Zat Pengatur Tumbuh NAA (Naphthalene Acetic acid) dan IBA (Indole Butryric acid) terhadap Perakaran Eksplan Tunas Gaharu (Aquilaria malaccensis Lamk.) dalam Kultur In Vitro serta Aklimatisasinya

Esha Garden - Monday, June 21, 2010
RINGKASAN: Ariani Dwi Astuti. E 34101020. 2005. Pengaruh Zat Pengatur Tumbuh NAA (Naphthalene Acetic acid) dan IBA (Indole Butryric acid) terhadap Perakaran Eksplan Tunas Gaharu (Aquilaria malaccensis Lamk.) dalam Kultur In Vitro serta Aklimatisasinya.

Skripsi. Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata, Fakultas Kehutanan, Institut Pertanian Bogor. Pembimbing Utama : Ir. Edhi Sandra, M.Si, Pembimbing Anggota Ir. Ervizal A. M. Zuhud, MS.

Tumbuhan Gaharu (A. mulaccensis Lamk.) merupakan salah satu jenis tanaman hutan tropis yang menghasilkan resin atau produk damar yang bernilai ekonomi tinggi. Eksplorasi atau pemungutan hasil Gaharu hingga saat ini masih dilakukan hanya berorientasi pada hasilnya saja tanpa memperhatikan kelestariannya yaitu dengan cara menebang pohon Gaharu yang tumbuh secara alami di hutan. Cara pemungutan seperti mi dapat mengancam kelestarian dan jenis tanaman gaharu tersebut sehingga diperlukan upaya pelestarian.

Dalam penelitian ini dicoba pendekatan lain sebagai upaya pelestarian dengan konservasi in -vitro. Produksi tanaman Gaharu dengan teknik kultur jaringan dalam pembudidayaan, diharapkan memiliki keberhasilan aklimatisasi yang tinggi. Salah satu keberhasilan aklimatisasi antara lain dipengaruhi oleh kondisi eksplan, salah satunya keberhasilan perakaran, sehingga diperlukan suatu penelitian mengenai perakaran Gaharu secara in vitro dengan menggunakan zat pengatur tumbuh antara lain NAA dan IBA dengan berbagai macam konsentrasi.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh NAA dan IBA terhadap pertumbuhan dan perkembangan Gaharu secara in vitro khususnya pembentukan perakaran dengan berbagai macam konsentrasi serta mengetahui persentase hidup eksplan Gaharu pada saat aklimatisasi, sehingga hasil yang diharapkan dalam penelitian ini adalah diperoleh metode perakaran Gaharu secara in vitro dalam upaya pengembangan pengadaan bibit untuk budidaya serta pelestarian Gaharu.

Penelitian dilakukan di Unit Kultur Jaringan Laboratorium Konservasi Tumbuhan Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata, Fakultas Kehutanan IPB. Pengambilan data primer dilakukan selama 5 bulan dan bulan Februari 2005 sampai bulan Juni 2005.
Percobaan ini terdiri dari 2 faktor yaitu dengan penambahan NAA dan IBA pada media tanam MS 0. Bahan tanaman yang digunakan adalah Gaharu hasil sub kultur.

Peubah pertumbuhan yang diamati terbatas hanya pada pertumbuhan vegetatif yang meliputi pertumbuhan akar dengan melihat jumlah akar dan panjang akar yang tumbuh pada setiap eksplan, tinggi eksplan, jumlah tunas daun yang baru tumbuh dan jumlah daun yang tumbuh pada eksplan dengan kondisi yang sehat (tidak terinfeksi atau terserang penyakit). Pengamatan dilakukan setiap satu minggu sekali sampai akhir pengamatan yaitu minggu ke-12 kecuali untuk panjang akar, jumlah akar dan tingi eksplan dilakukan pada saat penanaman dan akhir pengamatan.

Selama proses pertumbuhan secara in vitro, faktor zat pengatur turnbuh berperan penting dalam menunjang eksplan membentuk perakaran. Hasil dan semua faktor yang diuji menunjukkan bahwa pengaruh terhadap eksplaii Gaharu berbeda-beda.

Dan hasil percobaan di dapatkan hasil yang cukup baik dari dua perlakuan diantara perlakuan yang lainnya yaitu bahwa penambahan IBA I mg/i menunjukkan pertumbuhan dan perkembangan panj ang akar tertinggi, pertambahan tunas tertinggi dan penambahan IBA 1,5 mg/I menunjukkan persentase berakar yang tertinggi, pertambahan daun yang tertinggi dibandingkan perlakuan yang lainnya.

Apabila eksplan mempunyai persentase berakar dan panjang akar yang tinggi maka eksplan dapat meyerap unsur hara mineral yang cukup, dan adanya tunas dan daun yang cukup banyak maka akan menghasil zat hijau daun yang tinggi sehingga akan menghasilkan karbohidrat yang cukup untuk mendukung proses pertumbuhan dan perkembangan. Selain itu dengan keseimbangan panj ang akar dan banyaknya tunas serta daun yang dihasilkan akan semakin meningkatkan keberhasilan aklimatisasi eksplan Gaharu.

Keberhasilan aklimatisasi eksplan Gaharu pada percobaan sebesar 26,92%. Hal ini selain dipengaruhi oleh kondisi eksplan hasil kultur jaringan juga dipengaruhi oleh faktor lingkungan yaitu kelembaban, suhu dan intensitas cahaya.

Bookmark and Share

30 May 2010

Aplikasi Bakteri Methylobacterium sp. terhadap Pertumbuhan dan Perakaran Tunas Gaharu

Esha Garden - Sunday, May 30, 2010
RINGKASAN: INDRA SANTOSO E34 103043. Aplikasi Bakteri Methylobacterium sp. terhadap Pertumbuhan dan Perakaran Tunas Gaharu (Aquilaria malaccensis Lamk.) Hasil In-vitro. Dibimbing oleh EDHI SANDRA dan ALl HUSNI.

Aquilaria malaccensis Lamk. merupakan tumbuhan hutan yang memiliki kandungan resin dan bemilai ekonomi. Oleh banyak kalangan masyarakat, resin ini biasanya disebut “gaharu”, yang digunakan untuk obat-obatan seperti sakit perut, sesak napas, penguat kandungan dan rematik; bahan baku industri parfum dan kosmetik juga sebagai pelengkap obat. Seiring dengan majunya teknologi dan eksploitasi membuat komoditas gaharu menurun. Maka, oleh CITES dimasukkan ke dalam salah satu jenis langka.

Berbagai metode perbanyakan telah dilakukan termasuk pembiakan vegetatif secara kultur jaringan (bioteknologi) dengan bermacam-macam modifikasi perlakuan zat tumbuh, kondisi dan faktor pertumbuhan dan juga lingkungan tetapi perakaran tanaman gaharu masih mengalami banyak kendala.

Aplikasi bakteri Methylobacterium sp. yang dilaporkan menghasilkan fitohormon dan zat pengatur tnmbuh diharapkan mampu mengatasi kendala dalam perbanyakan ini. Tujuan dan penelitian mi adalah mempelajari penganuh, menentukan strain dan waktu perendaman efekti dan Methylobacterium sp. untuk pertumbuhan dan perakaran tunas Aquilaria malaccensis.

Metode pada tahap I, rendam tunas gaharu ke dalam empat suspensi strain bakteri Methylobacterium sp. (TD-U2, TD-TM3, PPU-PK2 dan TD-TB1) masing-masing 20 tunas selaina 4 jam. Lalu, dipindahkan ke dalam media tanam. Pada tahap II, perendaman menggunakan strain bakteri terbaik basil induksi tahap I, masing-masing 16 tunas dan ditambahkan Indole Butiric Acid (IBA) 20 ppm dengan waktu 0 jam (kontrol), 3 jam, 6 jam dan 9 jam, lain dipindahkan ke media tanam. Media tanam terdiri dan tanah, kompos, arang ekam dengan perbandingan 1:1/2:1 dan parameter pertumbuhan vegetatif yang diamati adalah daun, tunas, batang dan akar.

Pada penelitian tahap 1, bakteri strain TD-TB1 memberikan pengaruh yang nyata terhadap pertambahan jumlah daun, tapi berpengaruh tidak nyata pada batang sedangkan tunas tidak tumbuh sehingga tidak dilakukan uji satistik. Pada tahap II, rata-rata jumlah daun tertinggi. batang tertinggi, dan jumlah tunas berasal dan penlakuan perendaman bakteri strain TD-TB 1 selama 3 jam tapi nilai rata-rata terendah berasal dan perendaman selama 9 jam. Ini mengindikasikan bahwa perendaman 9 jam tidak memberikan pengaruh yang besar dan tidak berbeda nyata dengan kontrol.

Pada penelitian ini, bakteri ini membantu proses fisiolgis tanaman khususnya penyerapan dan transporatsi unsur hara dan media tanam, yang juga menghasilkan sitokinin zeatin, IAA, flksasi C02 dan menambat N2 sehingga tunas gaharu dapat hidup dengan kondisi baik. Pertuinbuhan tunas path tahap ini merupakan pertumbuhan tunas sainping (tunas lateral). Terlambatnya pertumbuhan tunas disebabkan karena asama absisik (ABA) yang muncul dan berkembang pada kondisi stres.

Penurunan jumlah daun pada penelitian ini terjadi karena absisi. Pertumbuhan akar hanya tcrjadi pada perlakuan perendaman bakteri strain TD-TB1 selam 3 jam dan hanya pada 1 tanaman saja (1,56 %). Pada akhir penelitian, tanaman yang tetap hidup adalah 16 individu. Penurunan ini disebabkan karena bakteri dan jamur patogen.

Kesimpulan dalam penelitian ini adalah pemberian bakteri Methylobacterium sp. Memberikan hasil yang baik terhadap pertumbuhan tunas gaharu. Perlakuan perendaman dengan strain TD-TB 1 memberikan hasil yang terbaik dibadingkan 3 strain lainya. Waktu yang paling efektif dan yang dapat menghasilkan akar adalah perendaman dengan bakteri strain TD-TB1 selama 3 jam.


Kata kunci: Aquilaria malaccensis, Methylobacterium sp., Kultur in-vitro

Bookmark and Share

Previous
Editor's Choice