Show Mobile Navigation

Artikel Terkini

Berlangganan Artikel Kuljar Via Email

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Pendaftaran

news
Showing posts with label news. Show all posts
Showing posts with label news. Show all posts

10 June 2016

PRAKTEK KERJA LAPANG MAHASISWA UIN BANDUNG

@Cahangon75 - Friday, June 10, 2016
PRAKTEK KERJA LAPANG MAHASISWA UIN BANDUNG. Mahasiswa UIN Bandung sebanyak 5 mahasiswa melakukan praktek kerja lapang di Esha Flora selama satu bulan.

Mahasiswa UIN Bandung sedang belajar melakukan subkultur di dalam enkas yang dipraktekkan oleh Saudara Andre. — di Esha Flora Plant Tissue Culture.

Kultur Jaringan - Tujuan dari PKL ini adalah untuk membuka wawasan mengenai kultur jaringan secara real di lapang. Esha Flora adalah suatu lembaga yang memperlihatkan pengelolaan kultur jaringan secara real dalam kondisi sederhana (skala rumah tangga), hal ini sangat penting karena banyak pihak yang ingin dapat melakukan kultur jaringan secara sederhana (biaya yang tidak terlalu mahal).


Kondisi rumah yang disulap menjadi laboratorium sederhana, modifikasi alat dan bahan secara sederhana pula, Tapi semua tersebut tidak menyebabkan terhentinya proses kultur jaringan. Bahkan di Esha Flora sangat beragam kegiatan yang berlangsung mulai dari kegiatan maintain laboratorium seharihari, program penelitian dari berbagai pihak, program inisiasi dari berbagai pihak, PKL, 

Praktek menanam di enkas di bimbing oleh Andre dan Indah. — di Esha Flora Plant Tissue Culture.

Kegiatan pelatihan intensif selama 6 bulan dari suatu perusahaan di Kalimantan, program koleksi berbagai jenis tumbuhan langka, program pembuatan formulasi hormon untuk berbagai tujuan, program penelitian bahan organik limbah sapi dan walet, program penelitian poliploid dan masih ada lainnya. 

Dengan demikian diharapkan mahasiswa akan mendapatkan berbagai pengetahuan yang penting untuk mereka. Semoga mereka dapat belajar dengan baik. 

PELATIHAN HORMON BUDIDAYA LADA CEYLON

@Cahangon75 - Friday, June 10, 2016
PELATIHAN HORMON BUDIDAYA LADA CEYLON

Kultur Jaringan - Sudut pandang Bapak Saiful melihat bahwa pengembangan budidaya lada ceylon memiliki peluang yang sangat prospektif. Hal ini didapatnya dari berbagai perbincangan dengan berbagai relasi dan lingkungan kerjanya.


Bapak Saiful mengikuti Pelatihan Hormon Budidaya lada Ceylon untuk dapat menjawab permasalahan pengadaan bibit lada ceylon dan membuat SOP Budifaya Ceylon yang optimal

Permasalahan adalah sedikitnya jumlah bibit yang ada dan harganya sangat mahal. Sedangkan beliau perlu bibit yang banyak untuk dapat membudidayakannya dalam lahan yang luas agar hasil produksinya memadai.

Oleh sebab itulah maka beliau datang ke Esha Flora untuk mengikuti pelatihan hormon untuk budidaya lada ceylon dengan tujuan:
  1. meningkatkan peluang keberhasilan stek lada ceylon, 
  2. Mempercepat dan memperbanyak bibit ceylon dengan stek mikro dengan bantuan hormon, vitamin dan asam amino serta pengatur kondisi lingkungan.
  3. Mempercepat pertumbuhan vegetatif lada ceylon. 
  4. mengatur pertumbuhan tajuk dan memperbanyak cabang tersier lada ceylon dalam rangka meningkatkan produktivitas satu rumpun tyanaman lada. 
  5. Meningkatkan produktivitas bunga dan buah serta meningkatkan jumlah buah matang dan bobot yang tinggi.
  6. Meningkatkan Pembungaan dan bembuahan lada tanpa harus mengabaikan kesehatan tanaman lada ceylonnya. 

Edhi Sandra. Esha Flora. 9 Juni 2016

Dengan belajar ilmu bioteknologi di Esha Flora mampu membuat alat lab

@Cahangon75 - Friday, June 10, 2016
Kultur Jaringan - Esha Flora banyak berhubungan dengan berbagai pihak. Dan Esha Flora berusaha untuk memberdayakan mitra dan pihak yang bekerjasama dengan Esha Flora. Salah satu pihak yang unik dan sudah cukup lama berhubungan dengan Esha Flora adalah Bapak H Abdul Malik.



Bapak H Abdul Malik adalah seorang pembelajar. walau bukan seorang sarjana tapi beliau adalah seorang inventor, seorang penemu. Kesukaan beliau mengutak-utik alat dengan arahan ilmiah dan masukan prinsip kerja suatu proses bioteknologi, maka beliau mampu menghasilkan alat yang spektakuler.

 Latar belakang nol dalam bidang bioteknologi tidak membuat beliau takut atau mundur. Dengan tekad kuat telah 5 tahun lebih beliau belajar mengenai kultur jaringan, hormon, jamur dan banyak ilmu bioteknologi lainnya di Esha Flora maka hasilnya beliau sudah menghasilkan berbagai alat seperti paket alat untuk pembuatan jamur mulai dari alat pencampur media jamur, alat memasukkan media ke dalam wadahnya, alat boiler dan sterilisasi jamur, alat suntik media cair Fo jamur, alat shaker, alat laminar, alat ozoniser dan terakhir yang masih dirahasiakan dari orang lain adalah bioreaktor.

Salut atas keuletan dan kemauannya yang kuat semoga bermanfaat untuk dirinya, keluarga dan masyarakat luas. Terus berkarya Pak Haji Abdul Malik

: KERJASAMA INISIASI DAN PELATIHAN KULTUR JARINGAN CABE JAMU di Esha Flora Plant Tissue Culture.

@Cahangon75 - Friday, June 10, 2016
KERJASAMA INISIASI DAN PELATIHAN KULTUR JARINGAN CABE JAMU. 

Kultur Jaringan -  Dengan tekad kuat sebanyak 4 orang dari jawa datang ke Esha Flora untuk mengembangkan Cabe jawa / cabe jamu.

Rencananya cabe jamu ini akan dibudidayakan secara besar-besaran untuk mensuplai kebutuhan bahan baku jamu tradisional dan farmasi.



 Pedas yang unik dan khas dari cabe jamu memberikan khasiat dan manfaat yang tidak dapat digantikan oleh bahan tanaman lain.

PELATIHAN KULTUR JARINGAN POHON SENGON SOLOMON

@Cahangon75 - Friday, June 10, 2016

PELATIHAN KULTUR JARINGAN POHON


Kultur Jaringan -  Bapak Sujadi dan istri mempunyai lahan seluas 100 Ha yang ditanami dengan sengon solomon. Beliau berkeinginan untuk dapat produksi bibit kultur jaringan sengon solomon sendiri. Oleh sebab itulah beliau mengikuti pelatihan kultur jaringan Sengon Solomon. Kekompakan suami istri dalam pengembangan usaha keluarga patut dihargai, tetap semangat dalam peningkatan usaha yang ada dan melakukan penguatan usaha dengan produksi bibit sendiri. Edhi Sandra. Esha Flora. 7 Juni 2016

Bapak Sujadi dan istri sedang mengikuti pelatihan kultur jaringan sengon solomon. Materi-materi yang sangat padat tidak membuat Bapak Sujadi dan sitri menajdi lelah tapi malah justru semangat terus untuk mengetahui dan menguasai teknologi kultur jaringan

 Bekal keilmuan terkait kultur jaringan diberikan oleh direktur Esha Flora, Ibu Ir. Hapsiati, meliputi sterilisasi, eksplan, media kultur, hormon dll,


strategi efisiensi dan efektifitas dengan modifikasi bahan dan alat dalam pengembangan kultur jaringan akan memperkuat eksistensi usaha kultur jaringan

trik dan kitakita melakukan seluruh teknis dasar kultur jaringan disampaikan dengan detail agar peserta dapat melakukan kultur jaringan dengan kondisi seadanya.

WORKSHOP KULTUR JARINGAN DI SEKOLAH AL AZHAR BSD

@Cahangon75 - Friday, June 10, 2016
Kultur Jaringan -  Esha Flora diminta untuk mengadakan workshop kultur jaringan di sekolah Alzhar BSD.Untuk itu Esha Flora membawa satu tim lengkap dengan semua peralatan dan bahan kultur jaringan Dalam workshop tersebut dilakukan semua tahapan kultur jaringan dengan skla rumah tangga atau dengan menggunakan alat dan bahan yang sudah dimodifikasi sehingga dapat dilakukan dengan kondisi seadanya. Workshop diikuti oleh siswa kelas 11 yang berjumlah seratus siswa lebih. Worshop dilakukan dengan sistem rotasi sehingga setiap siswa dapat mengetahui setiap tahapan dasar kultur jaringan

Workshop dilakukan diruang aula besar sehingga memadai untuk setiap tahapan kultur jaringan dapat dipraktekkan dengan sistem rotasi. Siswa yang memang mendapatkan materi kultur jaringan dalam kurikulumnya dapat mengetahui dengan real bioteknologi kultur jaringan tanaman

Kepala sekolah SMA AL-Azhar-BSD sedang memberikan sambutan dan motivasi siswanya

Ibu Ir. Hapsiati sedang memberikan penjelasan awal kultur jaringan sbelum praktek

: INISIASI KULTUR JARINGAN LENGKENG MERAH

@Cahangon75 - Friday, June 10, 2016
Kultur Jaringan - Esha Flora berusaha untuk membantu berbagai pihak untuk dapat mengembangan usahanya dengan membantu proses inisisi jenis tanaman yang akan dikembangkan. Masalahnya seringkali bahan indukan eksplan yang diberikan hanya satu tanaman saja. 

Dengan demikian kami kesulitan untuk melakukan berbagai percobaan karena ketersediaan bahan eksplan yang sangat terbatas. Memang dengan teori "Totipotensi" bahwa semua sel atau jaringan tanaman yang masih hidup dapat dikulturkan maka satu tanaman saja harusnya sudah cukup, masalahnya adalah bahwa tidak semua sel dan jaringan berada pada kondisi yang baik untuk dikulturkan. 

Lengkeng merah memiliki masalah kontaminasi dan browning yang sangat kuat sehingga beberapa kali coba bahan eksplan yang dikulturkan kalau tidak mengalami kontaminasi maka browning.

Dan bagian yang paling mudah dan cepat untuk dikulturkan adalah pucuk muda. Dan dari pucuk mudah tersebut maka yang terbaik adalah titik tumbuhnya, jadi dalam pucuk muda tersebut hanya didapat sekitar 2-3 eksplan saja. Jaringan batang dan daun bisa dijadikan abhan eksplan, hanya masalahnya kalaupun didapat eksplan jaringan daun atau batang yang seril maka masalah berikutnya yang sudah pasti ditemui adalah masalah embriosomatik yaitu bagaimana kita mendapatkan tunas baru dari jaringan bahan esplan tersebut.

Tanaman yang telah berbuah, berarti fisiologi tanaman tersebut sudah dewasa. Bila tanaman tersebut sudah dewasa maka biasanya kandungan fenolnya juga tinggi dan ini berdampak pada browning yang tinggi.

Untuk mengurangi kandungan browning maka kita melakukan pemangkasan tajuk dengan tujuan terjadi proses jouvenilisasi sehingga tanaman menjadi lebih muda dengan demikian kandungan fenol lebih sedikit dan browning juga akan berkurang

masalah lain yang juga sangat sulit diatasi adalah kandungan mikroba di dalam tanaman, apalagi bila tanaman tersebut merupakan tanaman liar yang berasal dari alam (tanaman liar, spesies asli alam/ belum pernah dibudidayakan) maka masalah kontaminasi yang berasal dari dalam jaringan eksplan tersebut yang seringkali membuat gagal dalam mengkulturkan tanaman liar.
  
 Untuk itu maka jalur metodenya adalah mendapatkan bahan eksplan steril, kemudian membuat kalus, setelah itu membuat embrio somatiknya dan setelah berhasil baru menumbuhkan tunas-tunasnya baru kemudian perbanyakannya, pembesran, perakaran, aklimatiasi, dan pembesaran dalam polibag. Jadi proses sangat panjang.

 Tapi untuk jenis tanaman yang memang sangat langka dan jarang memang jalur ini yang akan dilakukan walau nantinya membutuhkan waktu yang lama, tapi setelah itu berhasil maka tidak mudah bagi pihak lain untuk dapat mengikuti kita yang sudah berhasil memperbanyaknya secara kultur jaringan.

INISIASI KURMA TROPIS - di Esha Flora Plant Tissue Culture.

@Cahangon75 - Friday, June 10, 2016
Esha Flora kedatangan sahabat lama yang beliau datang dengan asistennya. Rencananya beliau akan mengembangkan agribisnis kurma tropis. Berkaiatan dengan itu beliau berkeinginan untuk memperbanyak sendiri kurma tropis tersebut tanpa harus membeli dari luar negeri. Oleh sebab itulah maka beliau ingat Esha Flora dan ingin bekerjasama untuk mengkulturkan kurma tropis tersebut.

Beliau dengan antusias menyampakan rencana pengembangan agribisnis kurma tropis (kurma yang dapat berbuah di Indonesia) — di Esha Flora Plant Tissue Culture.

: PELANTIKAN DAN SEMINAR HKTI KABUPATEN BANDUNG.

@Cahangon75 - Friday, June 10, 2016
Kultur Jaringan - Esha Flora diminta untuk mengisi seminar mengenai Pengembangan Budidaya Stroberi pada acara Pelantikan dan Seminar HKTI Kabupaten Bandung.

Bapak Bupati dan kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bandung

Esha Flora menyampaikan kreasi dan inovasi dalam modifikasi dan evaluasi berdasarkan fisiologi tumbuhan dan bioteknologi. Termasuk bagaimana menghasilkan benih/bibit yang berkualitas serta menjaga kualitasnya agar tetap optimal dalam jumlah besar dan seragam.  Meningkatkan produktivitas dan kualitas buah strowberry
Sambutan Bapak Bupati Kabupaten bandung


KEGIATAN EKSTRAKURIKULER SMK KEHUTANAN BHAKTI RIMBA

@Cahangon75 - Friday, June 10, 2016
KEGIATAN EKSTRAKURIKULER SMK KEHUTANAN BHAKTI RIMBA 

Mendidik, melatih, membina anak-anak SMK merupakan salah satu kegiatan yang dilakukan oelh Esha Flora, sebagai kegiatan investasi untuk masa depan  Indonesia.

Diharapkan anak-anak SMK ini akan mendapatkan ilmu dan teknologi yang bermanfaat bagi mereka untuk bersaing kedepannya. Dan diharapkan pula bahwa mereka dapat menjadi pelopor dan perintis sekaligus tulang punggung masa depan Indonesia.

anak-anak SMK sudah dapat dan memahami kegiatan yang harus dilakukan. Kemandirian dan proaktif dalam bekerja serta tidak perlu diawasi tapi tetap amanah dan berkinerja tinggi merupakan tujuan pembelajaran

Mereka berlatih di Esha Flora tidak dipungut biaya. Esha Flora menerapkan sistem "subsidi silang" dan Esha Flora tidak akan berfikir komersial untuk anak bangsa dan rakyat dan masyarkat Indonesia. Jadi silahkan siapa saja yang mau belajar di Esha Flora kami berusaha untuk dapat mengakomodir sedapat mungkin. Semoga kedepannya akan semakin banyak anak-anak bangsa yang "melek bioteknologi" khususnya kultur jaringan

Dan sebagaian ada pula yang sibuk membuat souvenir untuk pameran yang akan diadakan disekolah terkait pameran SMK sebogor

Group Mandiri Pangan dan Energi dan Eshaflora Plants and Tissue Culture

@Cahangon75 - Friday, June 10, 2016
Copy Darat Group Mandiri Pangan dan Energi — di Kediaman Bapak Prof Wisnu Depok. Dalam rangka merapatkan barisan dengan tujuan Mandiri pangan dan energi maka diadakan copy darat di rumah dan laboratorium Prof WisnU Gardjito,

Beliau menekuni kelapa sebagai pusat perhatian kegiatan dan risetnya, berbagai produk dan alat yang sudah dihasilkan.Mempunyai potensi yang sangat besar dalam pemberdayaan masyarakat luas bila ilmu tersebut dapat disebar ke masyarakat. Salah satu hasil dari pertemuan tersebut adalah rencana untuk menginisiasi koperasi yang berlevel nasional untuk mewadahi aspirasi anggota. 

Esha Flora ikut sebagai anggota dengan harapan mampu berperan aktif dalam pengadaan bibit kelapa unggul dengan kultur jaringan. 

Prof Wisnu (baju hitam) dan Bapak Ari (pendiri Group Mandiri Pangan dan Energi — di Kediaman Bapak Prof Wisnu Depok.

16 March 2016

Diskusi Tanaman dengan Reporter Trubus

@Cahangon75 - Wednesday, March 16, 2016

Diskusi mengenai tanaman adalah sesuatu yang menarik apalagi bila berdiskusi dengan reportr Trubus yang memang membahas sesuatu masalah yang sedang hangat di masyarakat.

 Mbak Rosi dengan berbagai pengalamannya di Trubus dan hasil jalan-jalan keluar negeri untuk melihat budidaya tanaman di negeri orang. Membuat diskusi menjadi sangat menarik dan menantang untuk dapat dicarikan solusi dan jawabannya. 


Terima kasih telah mau berbagi informasi dan pengalaman petani dan pengusaha tanaman di lapang, menggabungkan kenyataan, dan pengalaman di lapang dan dari segi keilmuan dan teknologi sangat menantang dan menarik sekali. Terima kasih.


15 January 2016

Pemanfaatan Limbah Kotoran Sapi

@Cahangon75 - Friday, January 15, 2016



Esha Flora diajak untuk membantu penanganan limbah dengan kapasitas 25 ton limbah kering dan 20 ton limbah basah setiap bulannya bukanlah hal yang sederhana. 

Dan kalau di tangani dengan baik justru akan menghasilkan pemasukan tambahan yang cukup lumayan. Limbah padat sudah mendapatkan jalan keluar sebagai pelet untk bahan bakar dan limbah cair akan di buat pupuk organik untuk perkebunan teh. 

Pengolahan limbah cair sudah dibuatkan fasilitasnya tinggal merencanakan formula dan tahapan proses pembuatan pupuk organiknya.








15 April 2012

Kunjungan Peserta Pelatihan Balai Besar Pelatihan Pertanian Bandung ke Esha Flora

Esha Garden - Sunday, April 15, 2012

Setelah peserta pelatihan mengikuti pelatihan di Balai Besar Pelatihan Pertanian Bandung, maka satu hari mereka mengadakan kunjungan untuk melihat secara langsung pelaksanaan kultur jaringan skala rumah tangga, Esha Flora Bogor.

Dengan total sekitar 37 orang mereka sampai di Esha Flora. Lokasi Esha Flora di Komplek Taman Cimanggu. Pengunjung dalam jumlah 37 tergolong banyak untuk rumah tipe 21, sehingga dalam pelaksanaannya peserta di bagi menjadi 4 kelompok.

Tim Esha Flora sudah menyiapkan runutam acaranya yang memungkinkan peserta dapat keliling laboratorium kultur jaringan skala rumah tangga, dan mencobakan setiap tahapan kultur jaringan dengan versi skala rumah tangga.

Acara yang telah disiapkan adalah:
1. sambutan dari kedua belah pihak
2. penjelasan Esha Flora oleh pemilik Esha Flora Ibu Ir. Hapsiati
3. menyaksikan vidio kultur jaringan skala rumah tangga Esha Flora
4. keliling laboratorium sambil dijelaskan modifikasi dan perubahan laboratorium di bandingkan dengan yang pada umumnya.
5. Istirahat, sholat dan makan
6. Pembagian dan rotasi kelompok yang meliputi:
  • Pembuatan media kultur dan autoklaf
  • Sterilisasi dan Inisiasi
  • Subkultur dan penyelamatan
  • Aklimatisasi
7. Pembahasan, evaluasi, tanya jawab dan doorprice
 8. Penutup.


Tanggapan dan kesan para peserta:
staf Esha Flora memberikan contoh subkultur di Enkas
1. Mereka baru memahami bahwa benar kultur jeringan tidak perlu fasilitas yang mal.
2. Ternyata dengan kondisi yang sederhana (skala rumah tangga) kultur jeringan dapat dilakukan dengan baik.
3. para peserta yang dari Dinas menyatakan bahwa mereka pasti bisa membuat laboratorium kultur jaringan seperti di esha Flora bahkan bisa lebih baik, karena untuk Dinas, dana pembuatan lab dengan kapasitas 1000 kultur hanya 7, 7 juta adalah hal yang kecil.
4. Esha Flora telahmemotivasi para peserta untuk dapat melaksanakan kultur jaringan secara real di tempatnya mereka masing-masing
5. Modifikasi alat dan bahan yang digunkan lebih memudahkan peserta untuk dapat melaksanakan kultur jaringan dengan baik.
6. Keberadaan Esha Flora yang siap membantu para peserta dalam mengembangkan laboratorium kultur jaringan, serta menyediakan semua keperluan alat dan bahan bahkan kultur sterilnya membuat mereka lebih bersemangat.

kenang-kenangan bersama di esha Flora
Semoga dengan adanya para peserta yang telah dilatih Balai Besar Pelatihan Pertanian bandung dengan salah satu kunjungannya acaranya adalah kunjungan ke Esha Flora, dapat lebih mengembangkan penerapan kultur jaringan di berbagai daerah.
Tim Esha Flora yang dibantu oleh mahasiswa kultur jaringan IPB

Banyak jenis tanaman yang dapat dikembangkan disesuaikan dengan daerahnya masing-masing. Dengan saling bantu dan kerjasama, maka beban dan hambatan yang dihadapi dalam pengembangan kultur jaringan dapat di atasi bersama. Mari kita saling share, saling bantu dan bekerjasama agar Indonesia dapat lebih mensejahterakan rakyatnya...


Bogor, April 2012

16 October 2008

Kerjasama ESHAFLORA - HIMAKOVA

Esha Garden - Thursday, October 16, 2008
Himpunan Mahasiswa Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata (HIMAKOVA) bekerja sama dengan ESHAFLORA Plants Tissue Culture akan mengadakan Pelatihan Kultur Jaringan Tanaman Hias Skala Rumah Tangga pada hari minggu 29 Juni 2008 jam 08.00 s/d 17.00 WIB bertempat di Fakultas kehutanan Institut Pertanian Bogor. akan dibawakan oleh pakar kultur jaringan tanaman hias skala rumah tangga yaitu bapak Ir. Edhi Sandra, MSi, Dosen Konservasi Sumber Daya Hutan & Ekowisata IPB . biaya pendaftaran untuk mahasiswa S0 dan S1 sebesar Rp.50.000 sedangkan mahasiswa S2 dan Umum sebesar Rp. 150.000.
Untuk pendaftaran dapat dilakukan di Ticket BOX: Koridor Faperta & Sekretariat HIMAKOVA (Tangkaran) Dept. KSHE Institut Pertanian Bogor. dapat menghubungi :
Sdri Rizqiah (0856-94869465, Neneng (0813-65296131), Sdr. Bayu (0899-8559415), Harri(0819-32301353) atau transfer ke no rekening BNI 0109735976, email: kewirus_himakovaipb@yahoo.com.
sedangkan untuk Pelatihan reguler akan di adakan tanggal 7 s/d 11 & 21 s/d 25 Juli 2008.

Previous
Editor's Choice