Show Mobile Navigation

Artikel Terkini

Berlangganan Artikel Kuljar Via Email

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Pendaftaran

iles-iles
Showing posts with label iles-iles. Show all posts
Showing posts with label iles-iles. Show all posts

09 April 2010

Multiplication of iles-iles (Amorphophallus mulleri Blume) through Tissue Culture with NAA and BAP

Esha Garden - Friday, April 09, 2010
SUMMARY:
INTAN MAYASARI. Multiplication of Iles-iles (Amorphophallus mulleri Blume) through Tissue Culture with NAA (Naphtalene Acetic Acid) and BAP (6-Benzylaminopurin) addition Supervised by EDHI SANDRA and AGUS HIKMAT.

The Iles-iles (Amorphophallus mulleri Blume) plant is one of the tuber species of the taro family (Araceae) wich grows wildly in nature. At present, iles-iles has been widely used by the society either as food plant or medicine plant. However, the exploitation by society stil depends on the iles-iles existence in nature. It is worried the exploitation activity wich is not supported by cultivation development, will result in decline of the iles-iles population in nature, beside that the growth of iles-iles is slow wich takes 2,5 – 3 years.

One way of multiplicating plant is by tissue culture technique. Tissue culture technique is expected to be one way of iles-iles plant preservation development in Indonesia.

The object of this research is to know the effectiveness rate of iles-iles in vitro culture multiplication wich is added with growth controller substances NAA and BAP, and to analyze the effect of addition to the physical growth and callus process so it will result optimal yield.

The research was carried out from 1 November 2006 to 31 November 2006 for the preface research and from 1 December 2007 to 31 January 2007 for the main/ core research. The research took place at the Tissue Culture Unit, Plant Conservation Labroratory, Department of Forest Resources Conservation and Ecotourism. The Faculty of Forestry, Bogor Agriculture University.

Plant substance (explant) used is the bud from subcultured iles-iles seed. The explant was removed and put in a petridish, then separated from the seed by cutting the edge of the eye bud. Explant was planted in MS medium with single treatment added by (0; 0,5; 1,0; 1,5; 2,0) mg/l, NAA (0; 0,2) mg/l, and combination of those two treatments on the main research. The research was compiled using RAL statistic method with 20 repetitions on the preface research and 6 repetitions on the main research. Observation was done all of the explants which cover callus process, contamination, browning, bud amount, leaf bud height, litle leaf ammount, and root ammount in iles-iles plant.

The result of this research shows that by visualization the addition of NAA 0,2 mg/l and BAP 1,5 mg/l addition increased the callus growth better than other treatments, as much as 42,86% with 6 explant containing callus. Death rate in iles-iles explant reached 24,5% with 151 live explant. Statistically, the addition of BAP (0; 0;5 1,0; 1,5) mg/l, NAA (0; 0,2) mg/l, and combination resulted different effects to growth variables. In the bud growth, the addition of BAP and the combination at various concentration shows insignificant rate while the single factor of NAA shows a significant effect. For the other growth variabel (leaf bud height, little leaf amount, and root amount) which are supporting factor in iles-iles explant growth, NAA single treatment showed significant effect. Meanwhile, other tratment showed insignificant rate. Little leaf amount and root amount variable are insignificantly effected by any treatment.

Based on this research, it can be concluded that the addition of BAP (0,5; 1,0; 1,5) mg/l showed better effect to the bud amount variable than NAA 0,2 mg/l and the combination of both. Meanwhile, variable of iles-iles explant growth supporting factors include leaf bud height, litle leaf amount, and root amount generally showed that the addition of NAA 0,2 mg/l into MS medium was the suitable concentration for optimal growth of iles-iles.

Key words: iles-iles, Amorphophallus mulleri, tissue culture, in-vitro, multiplication

Bookmark and Share

08 April 2010

Perbanyakan Iles-iles (Amorphophallus mulleri Blume) secara Kultur Invitro dengan Pemberian Zat Pengatur tumbuh NAA dan BAP

Esha Garden - Thursday, April 08, 2010
Ringkasan :
INTAN MAYASARI. Perbanyakan Iles-iles (Amorphophallus mulleri Blume) secara Kultur In Vitro dengan pemberian Zat Pengatur tumbuh NAA (Naphtalene Acetic Acid) dan BAP (6-Benzylaminopurin). Dibimbing oleh EDHI SANDRA dan AGUS HIKMAT.


Tumbuhan Iles-iles( Amorphophallus mulleri Blume) termasuk species umbi-umbian dari suku talas-talasan (Araceae) yang tumbuh secara liar di hutan. Saat ini keberadaan iles-iles telah banyak dimanfaatkan oleh masyarakat yaitu diantaranya sebagai tumbuhan pangan dan obat. Akan tetapi, dalam kegiatan pemanfatannya masyarakat masih bergantung pada ketersediaan iles-iles di alam. Kegiatan pemanfaatan yang tidak didukung oleh budidaya iles-iles, dikhawatirkan akan dapat menimbulkan penurunan populasi iles-iles di alam, disamping itu pertumbuhan iles-iles yang relatif lambat yaitu 2,5 – 3 tahun. Salah satu cara untuk memperbanyak tumbuhan adalah melalui kultur jaringan. Perbanyakan dengan kultur jaringan ini diharapkan dapat menjadi salah satu upaya pengembangan kelestarian tumbuhan iles-iles di Indonesia.

Tujuan penelitianini adalah untuk mengetahui tingkat keberhasilan perbanyakan iles-iles secara kultur in-vitro dengan pemberian Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) NAA (Naphtalenne Acetic Acid) dan BAP (6-Benzylaminopurin), serta menganalisa pengaruh pemberiaan ZPT terhadap pertumbuhan fisik dan proses pengkalusan eksplan iles-iles, sehingga diperoleh hasil yang optimal.

Pelaksanaan penelitian dilakukan pada tanggal 1 November 2006 – 31 November 2006 untuk penelitian pendahuluan dan 1 Desember 2006 – 31 Januari 2007 untuk penelitian lanjutan (inti). Penelitian ini dilaksanakan di Unit Kultur Jaringan Laboratorium Konservasi Tumbuhan Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata Fakultas Kehutanan IPB.

Bahan tanaman (eksplan) yang digunakan yaitu tunas dari biji tumbuhan iles-iles yang sudah di subkultur. Eksplan tersebut dikeluarkan dan diletakan ke dalam cawan petridisk, lalu dipisahkan dari biji dengan memotongnya hingga batas mata tunas. Eksplan ditanam pada Media MS dengan penambahan perlakuan tunggal BAP (0; 0,5; 1,0; 1,5; 2,0) mg/l, NAA (0; 0,2) mg/l, dan kombinasi antar kedua perlakuan tersebut. Penelitian disusun menggunakan metoda statistika rancangan acak lengkap (RAL) dengan 20 ulangan pada penelitian pendahuluan dan 6 ulangan dengan 8 perlakuan yaitu BAP (0; 0,5; 1,0; 1,5) mg/l, NAA (0; 0,2) mg/l. dan kombinasi antar kedua perlakuan pada penelitian lanjutan (inti). Pengamatan dilakukan terhadap seluruh eksplan yang ditanam meliputi proses pengkalusan, kontaminasi, pencoklatan (browning), persentase tingkat kematian, jumlah tunas, tinggi kuncup daun, jumlah anak daun, serta jumlah akar pada eksplan iles-iles.

Hasil penelitian ini menunjukan bahwa secara visualisasi pemberian ZPT NAA 0,2 mg/l dan BAP 1,5 mg/l mendorong pertumbuhan kalus lebih baik daripada perlakuan lainnya yaitu sebesar 42,86% dengan jumlah 6 eksplan yang berkalus. Tingkat kematian eksplan iles-iles mencapai 24,5% dengan 151 eksplan yang hidup. Secara statistika, pemberian ZPT BAP (0; 0,5; 1,0; 1,5) mg/l, NAA (0; 0,2) mg/l, dan kombinasi diantara keduanya memberikan pengaruh yang berbeda-beda terhadap pertumbuhan. Pada pertumbuhan jumlah tunas, pemberian ZPT BAP dan kombinasi pada berbagai tingkat konsentrasi menunjukan tidak berpengaruh nyata, sedangkan faktor tunggal NAA berpengaruh sangat nyata. Pada pertumbuhan lain (tinggi kuncup daun, jumlah daun, jumlah akar) yang menjadi faktor pendukung dalam pertumbuhan eksplan iles-iles, menunjukan pengaruh yang sangat nyata untuk perlakuan tunggal NAA sedangkan perlakuan lainnya tidak berpengaruh nyata. Pada jumlah daun dan akar menunjukan hasil tidak berpengaruh nyata untuk semua perlakuan.

Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan pengaruh pemberian ZPT BAP (0,5; 1,0; 0,5) mg/l terhadapjumlah tunas menunjukan pengaruh yang lebih baik dari pada perlakuan tunggal NAA (0,2) md/l dan kombinasi antara keduanya. Sedangkan yang menjadi faktor pendukung pertumbuhan eksplan iles-iles seperti tinggi kuncup daun, jumlah daun, dan jumlah akar secara umum pemberian ZPT NAA 0,2 mg/l kedalam media MS merupakan konsentrasi yang sesuai untuk media pertumbuhan iles-iles secara optimal.

Kata kunci : iles-iles, Amorphophallus mulleri, kultur jaringan, in-vitro, perbanyakan.

Bookmark and Share

Previous
Editor's Choice