Show Mobile Navigation

Artikel Terkini

Berlangganan Artikel Kuljar Via Email

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Pendaftaran

poliploid
Showing posts with label poliploid. Show all posts
Showing posts with label poliploid. Show all posts

30 March 2014

ENKAPSULASI UNTUK MENINGKATKAN KEBERHASILAN PENANAMAN BENIH LANGSUNG DI ALAM

Esha Garden - Sunday, March 30, 2014
Oleh: Ir. Edhi Sandra MSi
Pemilik  Esha Flora Plant and Tissue Culture, Kepala Unit  Kultur Jaringan Bagian Konservasi Tumbuhan Departemen Konservasi Sumberdaya hutan dan Ekowisata Fakultas Kehutanan IPB Bogor,  KepalaLaboratorium Bioteknologi Lingkungan PPLH IPB Bogor

"Enkapsulasi : Membungkus benih agar dapat tumbuh dengan baik di alam, dengan tujuan agar dapat terlindungi sampai waktu tertentu yang kondisinyatidak terlalu keras, dan baik untuk pertumbuhan benih (waktu perkecambahan)."

Pendahuluan
1.     Indonesia terletak di daerah tropis,memiliki keaneka ragaman hayati yang sangat beragam, dikenal dengan istilah“Mega Biodiversity”.

2.     Indonesia memiliki kondisi lingkungan yang sangat ideal dan baik bagi tumbuhnya mahluk hidup. Air berlimpah, sinarmatahari sepanjang tahun, musim yang baik bagi pertumbuhan mahluk hidup.

3.     Sayang, hanya karena kayu maka kitat elah merusak karunia Sang pencipta berupa “Hutan Hujan tropis Dataran Rendah”yang sangat indah, tempat berkumpulnya beranekaragam keanekaragaman hayatimulai dari tingkat yang rendah mikrobiologi sampai dengan mahluk tingkattinggi.

4.     Saat ini kita memilki puluhan jutahektar yang harus kita perbaiki, perlu dihijaukan agar kecantikan Hutan HujanTropis dataran Rendah dapat terwujud kembali dan memberikan kesejahteraan dan ketentraman bagi masyarakat Indonesia.

5.     Pertamina Foundation secara realmempelopori penanaman pohon secara besar-besaran. Semoga kedepannya Indonesiamenjadi lebih baik lagi.

KendalaPenanaman Pohon

            Pada saat menanam pohon satu duapohon maka belum adamasalah, akan tetapi kalau sudah berbicara menanam puluhan atau ribuan bahkan  jutaan hektar maka jumlah pohon yang harus ditanam menjadi sangat besar.Masalah transportasi dalam mengangkut bibit dalam jumlah besar.  Mengantarkan bibit masing-masing ke lobang tanam yang telah direncanakan di alam tanpa akses jalan yang memadai merupakankendala yang tidak mudah.

            Penanaman pohon akan sangat terbantu seandainya dalam  menanam pohon tersebut tidak perlu membawa bibit, tapi hanya membawa benih(biji pohon yang mau ditanam) maka akan lebih ringan dan praktis. Apakah halini dimungkinkan?

Penanaman  Benih Secara Langsung di Alam


            Sebenarnya dibiarkan  pun maka lingkungan akan berusaha  memulihkan dirinya, kembalike kondisi semula. Proses ini disebut dengan suksesi. Proses perubahan komposisi dan dominasi vegetasi dari waktu-ke waktumengarah ke pada kondisi hutan klimaks.

            Indonesia dengan kondisi lingkungan yang baik bagi pertumbuhan mahluk hidup, kaya terhdapa sumberdaya alam dan lingkungan, kayaair dan sinar matahari, maka tumbuhan dapat tumbuh dengan sendirinya.Perubahan komposisi dan dominasi merupakan perubahan dominasi yang berkaitan dengankarakter dari beraneka  ragam tumbuhan. Tahap awal dimulai tumbuhan pionir,diikuti dengan tumbuhan perintis, kemudian menjadi semak belukar, kemudian mulai ditumbuhi pohon-pohon yang tahan terhadap sinar matahari langsung danterakhir ditumbuhi dengan pohon-pohon yang tidak tahan terhadap sinar mataharilangsung, tumbuh di bawah naungan pohon lainnya, sampai terbentuknya hutanklimaks.

            Hutan Klimaks adalah hutan yang mencapai tingkat keseimbangan yang terbaik, setiap individu memilki fungsi dan perannyamasing-masing tidak ada yang mendominasi, sangat intensif dan beragam, sangatdinamis dan efektif efisien.

            Jadi sebenarnya biji walaupun dibiarkan akan dapat tumbuhdengan baik di Indonesia. Lalu kenapa pada kenyataannya benih yang di tanam langsungdi alam banyak yang tidak dapat tumbuh dengan baik?  Sebenarnya bukan karena tidak dapat tumbuh,tapi disebabkan karena waktunya yang tidak tepat (berada pada tahapan suksesiyang tidak tepat)

            Dalam proses suksesi pohon adalah tahapan suksesi yang berikutnyasetelah semak belukar, keberadaan pohon pada akhirnya akan menekan eksistensi semak belukar, apalgi kalau ragam dan jumlah pohon sudah sangat rapat.

            Permasalahannya, pada tahap awal terbentuknya suksesi kita ingin langsung menanam pohon maka sebanrnya kita melewati beberapa tahapsuksesi sebelum terbentuknya vegetasi pohon, yaitu tumbuhan pionir, tumbuhanperintis yang umumnya semak belukar, baru kemudian akan tumbuh pohon.

Kelebihan dan Kekurangan Penanaman Benih dan Bibit
Kelebihan Direct seeding /Penanaman Benih secara langsung di alam:
1.       Tarnsportasi lebih murah
2.       Penanaman lebih praktis
3.       Biayalebih murah

Kekurangan Dicet seeding /Penanaman benih secara langsung di alam
1.       Peluang tumbuh lebih rendah tergantung kondisi lingkungan
2.       Titikkritis tumbuhnya benih lebih besar
3.       Faktor penyebab matinya benih lebih banyak.

Kelebihan Penanaman bibit
1.      Lebih tahan terhadap fluktuasi kondisi lingkungan, stress lingkungan
2.      Lebih tahan terhadap persaingan dengan gulma
3.      Peluang keberhasilan lebih tinggi.

Kekurangan Penanaman bibit
1.      Biaya pengangkutan yang tinggi
2.      Perlu penanganan yang lebih penjang
3.      Akses ke lokasi yang sulit

Peranan  Teknologi  Dalam Penanaman pohon

            Dengan berlandaskan pengetahuan, ilmu dan teknologi maka  penanaman pohon dapat ditingkatkan keberhasilannya. Dengan adanya teknologi maka akan dapat dipahami dan diantisipasi berbagai permasalahan dalam menanampohon, seperti:

1.     Dormansi dan perkecambahan
2.     Unsur hara, nutrisi dan pertumbuhan  dan perkembangan pohon
3.     Teknologi hormon, pupuk organik dan pupuk hayati.
4.     Teknologi hidroponik, verticulture, aeroponik, tissue culture
5.     Pemuliaan, Rekayasa genetik dan poliploid.

Enkapsulasi  Meningkatkan Keberhasilan Penanaman pohon

            Enkapsulasi merupakan alternative menanam benih secara langsung di alam agar dapat tumbuh dengan baik Enkapsulasi akan meningkatkan kemampuan dalam bersaing dengan tumbuhanlainnya. Enkapsulasi dapat meningkatkan daya tahan terhadap kondisi lingkungan,

Definisi Enkapsulasi Dalam Hal Ini

1.     Membungkus benih agar dapat tumbuh dengan baik di alam.

Ada dua kata kunci yang perlu dicermati yaitu “membungkus” dan “tumbuh (dengan baik)”. Membungkus dapat berbagai macam tujuan. Membungkus dengan tujuan melindungi dari kondisi lingkungan yang terlalu keras, membungkus dan melengkapi dengan berbagai dukungan seperti cadangan makanan, dukungan untukpertumbuhan dan perkembangan, dukungan dalam mendapatkan air.  Atau membungkus dengan tujuan agar dapat terlindungi sampai waktu tertentu yang kondisinyatidak terlalu keras, dan baik untuk pertumbuhan benih (waktu perkecambahan).

Pemasangan benih terenkapsulasi dengan penambahan oase agar eksistensinya dan pekuang tumbuh di alam menjadi lebih besar

 
“Tumbuh(dengan baik)” berkaitan dengan kemampuan dalam bersiang dengan tumbuhan lain, atau membekali dengan sesuatu yang dapat meningkatkan eksistensinya, seperti membekalinya dengan hormone, pupuk slow realease (menyediakan makanan dan minuman secara kontinu pada saat masih tahap perkecambahan). Menyediakan kondisilingkungan dan iklim mikro yang memadai untuk tumbuhnya kecambah.
contoh benih sengon solomon yang sudah diberi perlakuan enkapsulasi

2.     Ragam bahan pembungkus yang disesuaikan  dengan tujuannya.
Dalam pelaksanaannya dapat digunakan berbagai bahan pembungkus yang disesuaikan dengan tujuannya. Bahan pembungkus dengan tujuan melengkapi kebutuhan hormone, vitamin, sumber energy dan nutrisi maka dapat digunakan gel, agar, faselin, putihtelur, karet, lilin, plastic wrap, getah, tanah liat.
perlengkapan pembuatan enkapsulasi

Enkapsulasi  dan Isinya

Isi kapsul terdiri dari :
1.       Benih utama
2.       Zat pengisap air
3.       Hormon
4.       Mikoriza+ benih Puraria (ground cover, siklus pendek dan pertumbuhan cepat, regenerasi cepat  dan sumber awal siklus makanan dan menangkapP dari udara)
5.       Mikroba
6.       Lumut Kerak
7.       Sumberenergy Bisa direncanakan ketersediannya
8.       BahanOrganik slow realese (bisa direncanakan ketersediannya)
9.       Vitamindan nutrisi
10.   Pembungkus: agar, gel, plastic degradable, sagu, putih telur, tanah liat, getah, vaselin,
alat cetak enkapsulasi menggunakan cetakan.

Pemilihan Benih Utama
Prinsip-Prinsip Yang Perlu Diperhatikan
1.        Setiap Pohon (Tumbuhan) mempunyai karakteryang khas. Pilih karakter Pohon (tumbuhan yang sesuai dengan karakternya.
2.       Tumbuhan(Pohon) adalah individu yang dapat tumbuh “Tak terbatas” asalkan semuakebutuhannya  terpenuhi dengan baik.  Adanya “Meristem” pada tumbuhan sebagai dasarilmiah
Pencetakan enkapsulasi benih sengon solomon

Karakter Pohon Yang baik untuk Lingkungan

1.       Memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi banyak mahluk
2.       Mempunyai pertumbuhan yang cepat, daya tahan yang tinggi terhadap kondisi ekstrim
3.       Mempunyai umur yang panjang, ukuran yang besar (ukuran pohon yang mencapai strata 5) dan dapat tumbuh ratusan bahkan ribuan tahun.
4.       Jenis Tumbuhan yang mempunyai akar gantung/akar napas dan bila sampai ke tanah dapat berperan sebagai akar baru yang dapat membantu penyerapan bahan makanan barudari tanah.
Manfaat Yang Sebesar-besarnya Bagi Manusia dan Lingkungan1.        Manfaat untuk papan, pangan, sandang
2.        Manfaat sebagai sumber energy
3.        Manfaat bagi Ekosistem
4.        Manfaat bagi Peningkatan kualitas Lingkungan


Jenis –Jenis Yang Memiliki Daya Tahan yang Baik Terhadap Kondisi  lingkungan Secara umum dan memiliki Nilai  Komersial.

1.       Beringin karet, Loa, Sukun, Timbul
2.       Kapuk,Baobab.
3.       Trembesi
4.       Mahoni
5.       Jabon,
6.       Matoa, Durian,
7.       Waru
8.       Pohon Kemerdekaan
9.       Kluwek (Pangium)
10.   Pohon-pohon  Hutan Tropis
11.   Gaharu,  Cendana
12.   Meranti,  Eboni, Ulin

Ragam Tujuan Enkapsulasi
1.       Hanyasekedar membekali benih dengan bekal yang memadai untuk tumbuh melewati bataskritisnya.
2.       Mengaturwaktu perkecambahannya dan membekali dengan bekal yang memadai untuk tumbuh
Ragam Kapsul atau pembungkus

                Agar, gel, putih telur, lilin, gula, sagu, lemak, vaselin, karet, tanah liat, plasticcair, plastic wrap, plastic kantong, kertas, kayu, besi, logam,  alumunium foil, lem aquarium, lem uhu,lumpur, lignin, sarang laba-laba, kapsul, salep, daun, serat, bahan sintetik,  kertas saring, kulit, air, zat kimia, susu, getah, kitosan, dekstrin, ,gelatin, pati, gum, silicon.

MetodePembuatan Benih Terenkapsulasi
1.     Penentuan  Benih yang akan ditanam, dansebaiknya yang memiliki nilai manfaat yang sangat besar.
2.     Penyeleksian  benih yang memiliki tingkat  perkecambahan yang tinggi dan viabilitas yang baik.
3.     Perencanaan tujuan enkapsulasi dan  penentuan bekal yang perlu diberikan di dalamnya dan penentua jenis pembungkusnya.
4.     Penambahan bekal nutrisi (dekastar,osmokot), sumber energi (gula 30 g/l), vitamin neurobion, asam amino, hormone(BAP 2 mg/l dan IBA 1,5 mg/l, GA3 1 mg/l). Ramuan ini dimasukkan dalam larutan1 liter dan di tambah agar 8 g.
5.     Penambahan zat yang dapat menyerap airdalam jumlah yang besar, penambahan mikroba, lumut dan benih-benih pionir(puraria, rumput-rumputan, boreria sp melastoma dan sebagai penggerak siklus  ekosistem, mikoriza, fusarium, bahkan telur dari makroba (telur, cacing, telurulat, telur rayap,
6.     Pembungkus yang melindungi dari dehidrasi dan satwa pemangsa dan dari kondisi lingkungan.

Penutup
Indonesia memilikikondisi iklim yang baik untuk pertumbuhan pohon, dan memiliki keanekaragamanhayati yang tinggi.  Secara alami bijiatau benih dapat tumbuh dengan baik, akan lebih baik bila dibantu peluangpertumbuhannya sehingga persentase keberhasilan menjadi lebih tinggi.  Niat baik untuk menghijaukan bumi Indonesiaadalah niat yang mulia, mari kita samakan persepsi, misi dan visi untuk membuatIndonesia lebih hijau. Menabung Pohon adalah realisasi real yang telahdiprakarsai Pertamina Foundation, mari bersama-sama dengan niat suci, bersihdan ikhlas untuk membuat Indonesia sebagai surga dunia.


Jakarta, 2 desember2013

01 March 2012

MEMBUAT POHON RAKSASA (POLIPLOID)

Esha Garden - Thursday, March 01, 2012
  1. Kepala Unit Kultur Jaringan Bagian Konservasi Tumbuhan, Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata, Fakultas Kehutanan IPB Bogor.
  2. Kepala Laboratorium Bioteknologi Lingkungan PPLH LPPM IPB Bogor 
Pendahuluan
Pada saat seperti sekarang ini, produksi kayu sangat kurang, hasil perkebunan masih belum mencukupi demikian pula dengan hortikultura masih memerlukan produktivitas yang tinggi. Untuk itu diperlukan suatu usaha untuk dapat meningkatkan produktivitas, mutu atau kecepatan pertumbuhan tanaman sehingga dapat memotong biaya porduksi. Salah satu alterntifnya yang termasuk relative murah dan cepat adalah “Poliploid”

Poliploid adalah suatu tanaman yang memiliki jumlah kromosom lebih dari 2. Biasanya jumlah kromosom dari mahluk hidup adalah 2n, tapi dengan suatu perlakuan tertentu maka kita dapat melipatgandakan kromosom menjadi 4n, atau 8n, atau 16 n, 32n, 64 n dst. Secara logika ilmiah bila suatu mahluk hidup yang biasanya dikendalikan oleh gen nya dalam bentuk diploid (2n), kemudian berubah menjadi tetraploid (4n), makasifat dan karakternya tidak berubah tapi hanya merupakan kelipatannya saja, berarti dengan demikian sifat dan karakternya juga akan berlipat karena yang mengendalikannya juga berlipat. Berlipatnya sifat dan karakter tersebut berdampak pada membesarnya fisik, maupun produk metabolisme yang dihasilkannya, hanya dalam hal ini semua bagiannya berlipat. Sehingga, tidak bisa kita hanya ingin buahnya saja yang besar, tapi fisiknya juga membesar.

Pemuliaan dengan melipatgandakan kromosom ini termasuk mudah karena bukan kita yang mengerjakan tapi dilakukan oleh suatu zat yang dinamakan ”Kolkisin” . Zat ini sebenarnya masuk dalam kelompok zat penghambat akan tetapi secara tidak langsung berdampak pada pelipatgandaan kromosom. Oleh sebabitulah kita hanya mengendalikan proses penggandaan yang sudah dilakukan oleh kolkisin tersebut. Walaupun demikian prosesnya tidak mudah karena kita harus benar-benar menguasai dan membayangkan proses yang terjadi, dan kita harus mempunyai indicator-indikator keberhasilan dari setiap tahapnya, dan harus dapat dibedakan dengan kontrol. Satu hal yang perlu diperhatian adalah bahwa zat ini bersifat sangat berbahaya karena dapat menyebabkan mutasi (mutagenik) atau dapat menyebabkan kanker (karsinogenik).

Manfaat Tanaman Poliploid
Poliploid ini sangat bermanfaat di dalam meningkatkan produksi hasil pertanian, perkebunan dan kehutanan. Dari segi pembuatannya relatif lebih mudah dan cepat dibandingkan dengan rekayasa genetik pada umumnya. Untuk negara Indonesia yang berbasiskan pertanian maka teknologi melipatgandakan kromosom masih sangat diperlukan. Selain dapat memenuhi kebutuhan produksi yang diharapkan dan juga dapat memotong waktu produksi menjadi lebih cepat sehingga akan memotong biaya produksi.

Demikian pula dengan produksi bahan kimia organik dan bahan obat alami dapat ditingkatkan dengan melipatgandakan kromosom. Secara umum kita menamai varitas baru poliploid ini dengan ”Tanaman raksasa”. Tentunya tidak semua tanaman cocok diperlakukan seperti ini. Seperti terjadi kasus yang sudah kami lakukan, dengan melipatgandakan kromosom ubi jepang, memang produksi meningkat akan tetapi ukuran dan bentuk tanamannya juga menjadi besar dan vegetatifnya merambat kemana-mana, hal ini tidak disukai oleh petani karena akan menghabiskan lahan.

Dampak Negatif Tanaman Poliploid
Tanaman poliploid sebenarnya termasuk aman, karena tidak dihasilkannya bahan kimia alami baru, tapi hanya bersifat penguatan sifat dan karakter yang sudah ada. Dampak negatif yang ada hanyalah bagian dari tanaman yang tidak kitainginkan juga akan menajdi raksasa, misalnya kita ingin tanaman buah raksasa, maka dengan perlakuan ini tidak hanya buahnya saja yang menjadi raksasa, tapi tanamannya juga akan menjadi raksasa. Dampak negatif lainnya adalah bila pada kondisi normal tanaman tersebut membutuhkan makanan dengan ukuran tertentu, maka setelah di poliploid maka kebutuhan terhadap makanan juga akan meningkat, bila peningkatan kebutuhan tersebut melebihi daya tampung dan penyediaan makanan siap pakai oleh tanah atau media tanaman, maka tanaman juga tidak akan dapat tumbuh baik karena kekurangan makanan, atau dengan bahasa lain bahwa kebutuhan makanan tanaman raksasa adalah sangat tinggi, maka kita perlu menyediakan dengan cukup banyak baik melalui pupuk organik dibantu dengan pupuk hayati atau bahkan pupuk anorganik bila memang diperlukan.

Pohon Poliploid atau Pohon Raksasa
Kebutuhan kayu yang sangat besar dan masih sangat kurangnya produksi kayu Indonesia, menuntut para pengusaha untuk dapat menghasilkan pohon yang kualitasnya bagus dan cepat tumbuhnya, untuk inilah dilakukan berbagai penelitian untuk memenuhi hal tersebut, salah satunya yang sudah kami lakukan adalah poliploid pohon. Pohon yang sudah pernah kami teliti adalah: pohon Jati (Tectona grandis), pohon Pule (Alstonia scholaris), pohon Jelutung, dan pohon Labu.

Pelipatgandaan kromosom pada pohon akan menyebabkan pohon menjadi fast growing, tetapi tidak menyebabkan sel menjadi gembos. Pada produk tanaman fast growing hasil transgenik, yang sel cepat tumbuh dimasukkan dalam sel pohon, berdampak pada berubahnya ukuran sel menjadilebih bongsor dan kosong, hal ini berdampak pada tingkat kerapatan sel dan pada akhirnya berdampak pada kualitas kekuatannya. Metode poliploid tidak menyebabkan hal ini karena dalam poliploid tidak merubah bentuk sel tapi jumlah selnya akan bertambah banyak dengan berlipatnya jumlah gen yang mengendalikannya.

Pembuatan Pohon Poliploid
Dalam pembuatan pohon poliploid maka kita harus memahami cara kerja dari zat yang dapat menyebabkan poliploid ini, yaitu kolkisin. Dengan mengetahui dan memahami cara kerja kolkisin maka kita dapat mencobakan metode yang tepat untuk dapat terjadinya poliploid.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan pohon poliploid/ pohon raksasa:
1. Kolkisin adalah zat penghambat, akan tetapi berdampak pada melipatgandanya kromosom. Kalimat ini harus dan perlu diingat karena kalau tidak akan menyebabkan tanaman yang kita beri perlakuan akan mati.
2. Bila pemberian kolkisin tidak tepat maka akan menyebabkan poliploid yang bersifat tidak stabil, dan pohon dapat kembali kesifat awal, normal kembali.
3. Bahwa dalam pembuatan pohon raksasa masih harus dimurnikan terlebih dahulu agar pohon benar-benar stabil poliploidnya.
4. Bahan tanaman yang akan diberi perlakuan kolkisin menentukan metode yang akan dilakukan, karena masing-masing bahan tanaman tersebut memiliki perbedaan kekuatan dan daya tahan di dalam pemberian kolkisin dan peluang keberhasilan yang berbeda pula.

Oleh sebab itulah walaupun termasuk yang termurah dan tercepat dalam menghasilkan produk ”varitas tanaman baru” tapi ternyata waktu yang dibutuhkan adalah sekitar 2 – 3 tahun. Dan biaya yang dibutuhkan sekitar 200.000.000 sampai 500.000.000. Akan tetapi bila kita sudah berhasil mendapatkannya maka hanya kitalah yang memiliki pohon raksasa tersebut dan kita dapat memotong biaya dan waktu produksi kayu.

Secara logika ilmiah bahwa bila suatu pohon dapat menghasilkan diameter 30 cm setelah 6 tahun, maka dengan berlipatnya kromosom dari 2n menjadi 4n atau lebih maka pertumbuhan akan lebih cepat 2x lipatnya, maka kita dapat menghasilkan kayu dengan diameter 30 cm dalam waktu 3 tahun. Berarti kita dapat memotong biaya perawatan atau bididaya pohon sampai setengahnya. Apabila hal ini dapat dilakukan maka produksi kayu di Indonesia akan dapat lebih cepat terpenuhi.

Esha Flora sebagai Pusat penelitian Poliploid Tanaman
Mengingat pentingnya memenuhi kebutuhan pasar terhadap produk-produk pertanian, perkebunan dan kehutanan, maka peningkatan kualitas dan mutu bibit unggul perlu terus ditingkatkan baik dalam hal jenis maupun ragam penelitiannya. Kita kaya dengan keanekaragaman hayati yang sebagian besar masih menunggu untuk dapat dimanfaatkan secara optimal. Melihat hal ini sebenarnya banyak sekali ”PR” yang dapat kita kerjakan dengan keankeragaman hayati tersebut. Oleh sebab itulah Esha Flora berusaha meneliti poliploid sebanyak mungkin dan sedapat mungkin yang dapat dilakuakn walaupun dengan dana seadanya atau terbatas, tapi program ini harus terus berjalan. Jangan sampai kita kecolongan lagi, seperti yang telah terjadi sekarang, banyak tanaman yang berlebel bangkok, seperti duren bangkok, jambu bangkok, lengkeng bangkok, mangga bangkok .....dan jangan sampai terjadi pohon hutan unggulan kita mendapat label tersebut, seperti meranti bangkok, ulin bangkok, gaharu bangkok...wah betapa malu dan ruginya kita...semoga kita dapat mengemban hal ini dan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat Indonesia.

Bogor, 27 – 2- 2012.

01 April 2010

Pemuliaan Tanaman Melalui Teknik Pengandaan Kromosom dan Kultur Anther

Esha Garden - Thursday, April 01, 2010
Ingin mendapatkan tanaman jenis baru ?, Bisakah melalui kultur jaringan ?
Kultur jaringan, bukan hanya teknik untuk memperbanyak tanaman saja, bisa untuk mendapatkan jenis jenis tanaman yang berbeda dengan induknya, dengan teknik poliploidi (penggandaan kromosom) bisa didapatkan tanaman yang ukurannya lebih besar, lebih raksasa. Dengan kultur anther (biasanya untuk anggrek) bisa mendapatkan tanaman yang mini dan kerdil.


Teknik poliploid
Teknik membuat tanaman raksasa atau lebih besar dari yang normal dapat dilakukan dengan pelipat gandaan kromosom (poliploid). Teknik untuk melipatgandakan kromosom ini sebenarnya sangat sederhana, karena kita dibantu dengan adanya zat penghambat yang biasa disebut kolkisin yang ternyata dapat melipatgandakan kromosom.

Untuk tanaman normal yang diberi kolkisin akan dapat membuat tanaman menjadi lebih besar hal ini disebabkan yang tadinya tanaman tersebut dikendalikan oleh 2n (diploid) kemudian menjadi 4n atau 8 n atau 16n (poliploid). Dengan berlipatgandanya gen maka ekspresi yang muncul menjadi lebih berlipat.

Dalam pelaksanaannya kolkisin diberikan pada media kultur jaringan dengan konsentrasi berkisar dari 0,5-2 mg/liter. Setelah beberapa waktu, atau sekitar 2 minggu sampai 4 minggu maka eksplan yang telah diberi kolkisin dipindahkan kembali ke media kultur jaringan yang normal.

Pada saat eksplan plantlet berada di media yang diberi kolkisin , perkembangannya terhambat, bahkan pada akhirnya dapat berhenti pertumbuhannya dan mati. Hal ini dapat terjadi apabila terlalu lama meletakkan plantlet di dalam media yang diberi kolkisin tersebut atau konsentrasi kolkisin terlalu pekat. Proses penghambatan pertumbuhan itu sendiri sebenarnya merupakan proses pelipatgandaan kromosom.

Kolkisin akan menghambat pembelahan dinding sel pada saat sel tersebut telah mengalami duplikasi kromosom dimana kolkisin menghambat terbentuknya dinding sel tersebut sehingga sel tersebut tetap satu akan tetapi kromosomnya telah berlipat ganda, sehingga sel tersebut menjadi poliploid.

Oleh sebab itulah kolkisin diberikan dengan lama waktu berkisar dari 2 minggu sampai 4 minggu, dengan harapan bahwa semua sel telah mengalami poliploid. Akan tetapi yang perlu diingat bahwa proses poliploid tersebut dengan cara menghambat pembelahan sel oleh sebab itu maka tidak akan ada pembelahan sel atau pertumbuhan. Bila terlalu lama diberi cholchicine akan mati karena tidak ada pertumbuhan. Setelah satu sampai 4 minggu kemudian, plantlet dipindahkan ke media normal (tanpa chochicine) maka sel yang telah mengalami poliploid akan mulai bekerja dan karena sekarang kromosomnya menjadi banyak maka hasil kerjanya pun menjadi banyak dan besar.

Bila ternyata pertumbuhannya kurang memperlihatkan pertumbuhan yang cepat dan besar, hal ini disebabkan masih adanya pengaruh dari zat penghambat cholchicine tersebut. Oleh sebab itu biarkan terus di subkultur. Dan biasanya pengaruh cholchicine akan mulai hilang setelah 3–5 kali subkultur. Setelah mendapatkan pertumbuhan yang cepat dan berukuran besar, atau dengan penampakan yang bagus plantet dapat diperbanyak terlebih dahulu. Dalam pelaksanaannnya pemberian cholchicine dapat dilakukan pada saat pembuatan media kultur, maka pada ramuan tersebut dimasukkan konsentrasi chochicine tertentu.

Anda tidak perlu khawatir bila ternyata pertumbuhannya kurang memperlihatkan pertumbuhan yang cepat dan besar, hal ini disebabkan masih adanya pengaruh dari zat penghambat cholchicine tersebut. Oleh sebab itu biarkan terus di subkultur. Dan biasanya pengaruh cholchicine akan mulai hilang setelah 3 – 5 kali subkultur. S

etelah mendapatkan pertumbuhan yang cepat dan berukuran besar atau dengan penampakan yang bagus maka Anda dapat memperbanyaknya terlebih dahulu baru kemudian Anda dapat menjualnya. Dalam pelaksanaannnya pemberian cholchicine dapat dilakukan pada saat pembuatan media kultur, maka pada ramuan tersebut dimasukkan konsentrasi chochicine tertentu.

Kultur Anther
Anter adalah kepala sari, pada kultur anter atau kultur tepung sari pada hakekatnya sama yang diharapkan adalah kultur tepung sarinya. Pada anter anggrek tepungsari nya masih terdapat didalam operculum.

Kegunaan kultur anter dapat menghasilkan tanaman monohaploid, yang bisa dikombnasikan dengan mutagen kimiawi atau mutagen fisik dapat menghasilkan mutan mutan yang tahan terhadap penyakit rebah, teloran terhadap kadar garam tinggi ditanah, teloran terhadap kekeringan, tanaman cepat berbunga dan lain-lain.

Tanaman monohaploid ini dapat pula digandakan kelipatan kromosomnya dengan pemberian kolkisin menjadi 2n, 4n, diharapkan bunganya menjadi besar atau pada tanaman buah menjadi lebih besar dari ukuran biasanya.

Teknik membuat anggrek mini dengan kultur anther merupakan peluang yang sangat baik. Selain mendapatkan penampakan anggrek yang serba mini juga berpeluang untuk mendapatkan sifat unggul yang tersembunyi pada kondisi normal (sifat resesif).

Seperti diketahui bahwa sel pada mahluk hidup dibagi menjadi dua macam yaitu sel somatik atau yang biasa disebut sel vegetatif dan sel generatif (sel gamet jantan dan sel gamet betina). Pada sel somatik mempunyai genetik 2 n (diploid) sedangkan sel generatif mempunyai genetik 1n (haploid). Secara normal sel generatif apabila disatukan dalam proses perkawinan maka akan menghasilkan embrio yang merupakan sel gamet jantan dan sel gamet betina (1n + 1n = 2n).

Bookmark and Share

Previous
Editor's Choice