Show Mobile Navigation

Artikel Terkini

Berlangganan Artikel Kuljar Via Email

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Pendaftaran

kuljar jati
Showing posts with label kuljar jati. Show all posts
Showing posts with label kuljar jati. Show all posts

30 January 2015

Pelatihan Kultur jaringan Jati Solomon Poliploid

@Cahangon75 - Friday, January 30, 2015
Saudara Alif adalah sarjana Kehutanan IPB yang baru lulus, akan tetapi memiliki semangat yang tinggi untuk membantu orangtuanya dalam hal bisnis budidaya jati Solomon. Orangtua Alif adalah pembudidaya jati dan tinggal di daerah yang memang daerah yang banyak membudidayakan jati yaitu di Ponorogo. Dengan semangat da menyampaikan akan membuat "Pusat Jati Unggul." dengan pengetahuannya yang di dapat di Fakultas Kehutanan IPB di tambah dengan mengikuti Pelatihan kultur jaringan di Esha Flora maka ia telah menyusun rencana agribisnis jatinya, disamping dia sudah merencanakan untuk terus melanjutkan kuliahnya di Pasca Sarjana IPB. 


Bekal ilmu kehutanan yang di dapat membuat ia lebih mudah menerima materi kultur jaringan yang diberikan. bahkan dengan asupan materi kultur jaringan menambah luas dan lengkap serta lebih detailnya bentuk usaha yang akan dilakukannya. Semoga apa yang Alif citacitakan dapat terwujud dengan baik. Aamiin.



Melihat semangat yang berkobar ini membuat saya terharu dan semangat untuk turut mensupport cita-citanya tersebut. Dalam pelatihan kami sampaikan berbagai hal terkait dengan rencananya tersebut mulai dari kiat-kita memulai usahanya, sampai pada metode untuk menghasilkan Jati poliploid (jati yang memiliki kromosom yang berlipat ganda) yang berdampak pada pertumbuha morfologi yang juga meningkat.

15 February 2010

Kultur Jaringan Gaharu (Aquilaria )

Esha Garden - Monday, February 15, 2010
Manfaat Gaharu
Gaharu adalah kayu wangi yang sudah diresapi resin yang dijumpai pada pohon Aquilaria lebih dikenal dengan agarwood, eaglewood, dan aloeswood, banyak dimanfaatkan sebagai bahan dasar industri parfum, obat-obatan (asma, liver, ginjal, radang lambung, usus, rhematik, tumor dan kanker), dan juga karena aroma wanginya, gaharu banyak dibuat parfum, setanggi atau dupa.

Pohon penghasil gaharu ada 18 jenis berasal dari suku Tymelaeaceae , dan 3 jenis lainnya, yakni Excocaria agalocha L. dan Dalbergia parviflora Roxb. Berasal dari suku Euphorbiaceae dan Fabaceae, dan Aloexylon agallocum Loureuio, anggota suku Leguminoceae . Dari 15 jenis pohon gaharu dari suku Tymelaeaceae , terdiri dari 7 jenis dari marga Aquilaria, 3 jenis dari marga Wikstroemia, 2 jenis dari marga Gonytyllus dan 1 jenis masing-masing dari marga Gyrinops , Aetoxylon dan Enkleia.( Airy Show, 1948; Ding Hou, 1960. 1964; Yule Burnell,2000; Wiryadinata, 1995).

Banyaknya manfaat gaharu ini telah menjadikannya sebagai salah satu komoditi ekspor penting di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Permintaan ekspor dan harga gubal gaharu yang cukup tinggi telah memacu pesatnya perburuan dan penebangan pohon secara liar, sehingga eksploitasi hutan menjadi tidak terkendali. Akibatnya sumber genetik species Aquilaria sebagai penghasil gaharu di hutan alam semakin terkikis . Bahkan sejak tahun 1995 Aquilaria malaccensis telah dikategorikan sebagai tanaman terancam punah dalam apendix II CITES (Convension on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora ), sehingga perdagangannya di dunia diatur dan dibatasi oleh kuota. Untuk mempertahankan posisi Indonesia sebagai produsen gubal gaharu terbesar dalam perdagangan internasional, harus diupayakan produksi gubal gaharu secara berkelanjutan.(Seameo-Biotrop)

Kultur Jaringan untuk Pengadaan Bibit Gaharu
Untuk mengatasi masalah kelangkaan pohon induk sebagai sumber benih, aplikasi teknik kultur jaringan untuk pengadaan bibit gaharu juga telah banyak dipelajari dan dilakukan. Seleksi pohon gaharu dilakukan untuk mendapatkan sumber bibit yang berpotensi menghasilkan gubal gaharu, merupakan substansi aromatik (aromatic resin) berupa gumpalan atau padatan berwarna coklat muda sampai coklat kehitaman yang terbentuk pada lapisan dalam dari kayu tertentu. Substansi aromatik yang terkandung dalam gubal gaharu ini termasuk dalam golongan sesquiterpena, dimana substansi ini memiliki struktur kimia yang sangat spesifik sehingga sampai saat ini belum dapat dibuat secara sintesis

Seleksi juga dilakukan dilakukan berdasarkan kemampuan pohon gaharu merespons kehadiran cendawan Acremonium dengan membentuk metabolit sekunder beraroma khas gaharu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa teknik kultur jaringan dan aplikasinya sangat berpeluang untuk dijadikan alternatif teknik perbanyakan untuk menghasilkan bibit gaharu yang berpotensi. Selain itu, salah satu isolat cendawan Acremonium yang telah dikoleksi dan dipelajari melalui penelitian ini, berpotensi untuk dijadikan agens penginduksi gubal gaharu untuk pengembangan bank klon gaharu potensial dan produksi gubal gaharu secara komersial. (Isnaini, Yupi;Situmorang, Jonner, 2005)

Esha Flora pun mengadakan penelitian dan menerima jasa kultur jaringan untuk pengadaan bibit pohon penghasil gaharu dan beberapa pohon kehutanan lainnya seperti kultur jaringan Gaharu, kultur jaringan Jati, kultur jaringan Jelutung, kultur jaringan Sengon, kultur jaringan Mahoni dan lain-lain, berikut ini adalah foto kultur jaringan nya:

Kultur Jaringan Gaharu


Kultur Jaringan Jelutung


Kultur Jaringan Jati


Bookmark and Share

Previous
Editor's Choice