Show Mobile Navigation

Artikel Terkini

Berlangganan Artikel Kuljar Via Email

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Pendaftaran

esha flora
Showing posts with label esha flora. Show all posts
Showing posts with label esha flora. Show all posts

04 August 2020

PELATIHAN KULTUR JARINGAN SKALA RUMAH TANGGA ESHA FLORA 2020

Esha Flora - Tuesday, August 04, 2020


























11 November 2014

PRAKTEK KERJA LAPANG MAHASISWA UIN BANDUNG

@Cahangon75 - Tuesday, November 11, 2014
Bulan Juni – Juli 2014

Berawal dari kunjungan mahasiwa UIN Bandung beberapa tahun yang lalu. Kemudian berlanjut dengan Praktek Kerja lapang mahasiwa UIN di Esha Flora yang merupakan salah satu tempat praktek mahasiswa UIN Bandung.



Tujuan praktek Kerja lapang mahasiswa UIN bandung adalah:

1.    Mengetahui, memahami dan menguasai teknologi kultur jaringan skala rumah tangga.
2.    Menerapkan, membandingkan dan mengevaluasi ilmu kultur jaringan yang di dapat di bangu kuliah.
3.    Mempelajari teknologi kultur jaringan karet unggulan, yang merupakan topik yang telah disetujui pendanaannya oleh menteri BUMN Dahlan Iskan.
4.    Kompetensi ikutan berupa kemampuan bersosialisasi dan mengelola sebuah laboratorium kultur jaringan.
5.    Saling tukar wawasan dan pengalaman sesame mahasiswa, civitas Esha Flora lainnya seperti: mitra Esha Flora, Petani perkotaan macodes, peserta pelatihan esha Flora. Alumni Esha Flora dll.
6.    Mendapatkan pengetahuan wawasan tambahan dari berbagai kegiatan yang ada di Esha Flora.
7.    Memiliki motivasi dan kemauan dan keuletan dalam menangani permasalahan kultur jaringan.
8.    Memiliki kemampuan untuk melaksanakan semua tahapan teknis dasar kultur jaringan.


Sistem praktek Kerja lapang di Esha Flora meliputi:

1. diskusi dan penyampaian materi kultur jaringan oleh Bapak edhi Sandra dan Ibu Hapsiati,
2. Diskusi dan presentasi secara aktif mengenai kegiatan yang dilakukan dan topic yang menjadi perhatian praktek lapang.
3. Melakukan secara real kegiatan yang dilakukan di esha Flora, mulai dari pekerjaan kasar berupa menyapu halaman esha Flora, menyapu dan mengepel Laboratorium, mencuci botol, sterilisasi bahan dan alat, pembuatan media, karantina dan sterilisasi, inisiasi, subkultur, aklimatisasi dll.
4. Diskusi membahas keberhasilan dan kegagalan di dalam melaksanakan kegiatan tekinis dasar kultur jaringan.
5. Mahasiswadi wajibkan mengikuti aturan dan tata tertib yang berlaku di dalam mengelola sebuah laboratorium kultur jaringan.
6. Sistem yang diterapkan di Esha Flora berbeda dengan yang ada di perusahaan pada umumnya. Di esha Flora iklim kerja yang dikembangkan adalah sistem kekeluargaan, bertanggung jawab dan disiplin. Jadi mahasiswa dilatih untuk dapat proaktif dan bertanggunjawab serta mampu membuat perencanaan yang harus dilaksanakan selama praktek di Esha Flora.
7. Dibuat agar sebesar mungkin mahasiswa dapat mempelajari berbagai ilmu dan kegiatan yang ada di esha Flora, termasuk mereka di beri kewenangan untuk mengelola kegiatan kunjungan dari peserta BBPP Lembang. Mahasiwa diberi tugas disesuaikan dengan topic praktek mereka, ada yang bertugas di pembuatan media kultur jaringan, subkultur dengan menggunakan enkas, aklimatisasi, karantina dan inisiasi dll.


Waktu Praktek Kerja Lapang
Waktu yang diharuskan oleh pihak kampus adalah satu bulan efektif. Dan hal tersebut disesuaikan dengan waktu dan jam kerja yang ada di esha Flora.

Penginapan
Untuk penginapan selama praktek kerja lapang, mahasiswa UIN Bandung di carikan homestay di masyarakat komplek sekitar Esha Flora, hal ini di sengaja agar mahasiswa juga dapat berbaur dengan mansyarakat dan disamping itu masyarakat juga mendapatkan pemasukan tambahan.
Kebetulan mahasiwa UIN mendapatkan satu rumah yang kebetulan sedang kosong sehinga mereka semua yang terdiri dari 6 mahasiswa dapat tinggal di rumah tersebut yang terletak hanya beberapa rumah dari Esha Flora.

Persyaratan Praktek Kerja lapang di Esha Flora
Mahasiswa menyampaikan surat permohonan praktek kerja lapang yang diketahui dan ditanda tangani oleh pejabat kampus disertai dengan ketentuan lama waktu praktek yang diharuskan serta tujuan praktek yang akan dicapai.
Mahasiwa akan diinformasikan mengenai persyaratan dan ketentuan di dalam praktek kerja lapang di Esha Flora, bila di setujui dan masing-masing pihak menyetujai maka di tentukan waktu parktek lapangnya.

Peserta Praktek Kerja Lapang Mahasiswa UIN Bandung
Peserta praktek lapang tahun ini dari mahasiswa UIN Bandung diikuti oleh 6 orang. Satu perempuan nama Herdina, dan 5 laki-laki nama: Wahidin, Fahmi, Gugun, Tedi dan Apep. Mereka semua memiliki sikap dan prilaku yang baik, bertanggungjawab dan sopan. Mereka melakukan praktek kerja lapang dengan serius dan tekun. Tidak malu bertanya dan proaktif mencobakan semua hal yang telah didiskusikan dan mencoba mencari antisipasi permasalahan dalam inisiasi karet dan lainnya.
Mereka dengan semangat melakukan kegiatan, tata tertib dan ketentuan yang ditetapkan di esha Flora. Mereka dengan semangat melakukan kegiatan teknis dasar kultur jaringan. Dari akhir kegiatan praktek terlihat bahwa mereka sudah mampu mengevaluasi dan mampu mendapatkan kultur steril karet unggulan.
 
Mereka terlihat dapat berbaur dan bersosialisasi dengan mahasiswa lainnya yang juga sedang praktek dan penelitian di Esha Flora. Bahkan terlihat bahwa mahasiswa UIN mampu memasak dengan baik terbukti dari pada saat berbuka puasa bersama, mahasiswa UIN yang menyiapkan makanan berupa nasi liwet dan lauk-pauknya untuk berbuka dengan sistem lesehan dan makan bersama dengan mengunakan alas daun pisang

Cerita & Pengalaman Unik & Menarik Selama Praktek Kerja Lapang di Esha Flora
 
1.    Kebetulan rumah yang ditinggali oleh mahasiwa sudah lama tidak di tinggali, rumah cukup besar bertingkat dan di bagian belakang rumah ada kebun bamboo dan kuburan, sehingga di rumah tersebut diketahui “berpenghuni”. Dan betul rupanya mahasiswa di awal kedatangan mengalami sambutan oleh “penghuni” dengan memperlihatkan “penampakan” serta gangguan lain berupa: suara-suara orang sedang berbicara, suara orang beraktivitas di dalam kamar bagian belakang, terdengar suara langkah kaki menaiki tangga, suara langkah kaki di kamar atas rumah. Pernah terjadi penampakan di bagian atas tangga. Tapi ternyata mahasiswa UIN cukup tangguh untuk dapat digoda oleh “penghuni” tersebut. Mereka rajin melakukan tadarusan setiap malam dan tidak lupa sholat dan zikir sehingga justru “penghuni”nya menjadi tidak betah berada di rumah tersebut. Terbukti dari munculnya”penampakan” di rumah sbelah penginapan yang membuat Ibu rumah tangga di sebelah rumah tersebut menjerit histeris melihat “penampakan tersebut dan cukup menghebohkan karena suaranya yang keras dan menggemparkan warga sekitar. Hari-hari berikutnya rupanya “penghuni” merasa kalah dan tidak banyak mengganggu lagi mahasisa UIN Bandung.
 
2.    Ternjadi suasana yang cukup menarik dan menyenangkan dengan munculnya gejala-gejala “cinlok” antara mahasiswa UIN Bandung dengan mahasiswi lain yang sedang praktek di Esha Flora. Hal ini membuat kegiatan menjadi tambah ceria dan bersemangat.
Semua dinamika tersebut merupakan pengalaman yang menarik dan menjadi kenangan yang tidak akan terlupakan. Semoga mahasiswa UIN Bandung mendapatkan yang diinginkannya.

Esha Flora
Bogor, Juli 2014 — di Esha Flora Plant Tissue Culture.

26 September 2014

MATERI PELATIHAN FOREST TISSUE CULTURE PESERTA DARI TIMOR LESTE

@Cahangon75 - Friday, September 26, 2014

Oleh: Edhi sandra
                           

    1.  Materi Pelatihankultur Jaringan :
         1.1.  Tahapan kulturJaringan dari awal sampai akhir
         1.2.  Permasalahan dalamKultur jaringan Pohon.
         1.3.  Penanganan Browning danKontaminasi
        1.4.  Produksi Benih Unggul via Kuljar
         1.5.  Variasi Somaklonal
         1.6.  Teknologi KulturMeristem (pohon bebas penyakit)
         1.7.  Teknologi ProduksiPohon Unggul
        1.8.  Teknologi Pertumbuhan Minimal (koleksi pohon dalam kultur)
        1.9.  Teknologi Poliploid Pohon (Pemuliaan pohon : membuat Pohon raksasa)
         
    2.  Materi SeleksiPohon Plus :
        2. 1. Ragam atau Variasi Genetik dan Segresi dan Penurunan sifat
        2.2.  Definisi dan Seleksi Pohon Plus / Pohon Unggul (genetik).
        2.3.  Cara Mendapatkan Pohon Plus / pohon Unggul (genetik)  
       2.4.   Produksi Tinggi   =     Genetik    +   Lingkungan   +   Perlakuan (manajemen)
       2.5.   Faktor yang Mempengaruhi Kualitas Pohon plus / Pohon unggul
       2.6.   Teknologi Budidaya Pohon Super Intensif
       2.7.   Percepatan Pertambahan Diameter Pohon dengan Teknologi SayatanVertikal

    3.  Penanganan Benih
        3. 1.  Fenologibunga dan masak buah
        3. 2.  Teknik mengunduh benihdan Pengelolaannya
        3. 3. Teknik penyimpanan benih dan Viabilitas Benih
        3. 4.  Teknik PenanggulanganPenyakit dan Penurunan Daya Kecambah
        3.5.  Teknik Perkecambahan Benih  & Faktor yang mempengaruhi
        3. 6.  Tenik PercepatanPerkecambahan dan Percepatan Pertumbuhan bibit

Pemberdayaan Masyarakat Perkotaan Melalui Pembentukan Kelompok Tani Perkotaan dalam Pengembangan Anggrek

@Cahangon75 - Friday, September 26, 2014
Oleh: Edhi Sandra
Pecinta dan peneliti anggrek

Pendahuluan
            Tidak jarang masyarakat kota walaupun tinggal di perkotaan atau di daerah perumahan akan tetapi mengalami kesulitan di dalam menanggulangi biaya operasional keluarga.  Hal ini disebabkan adanya fluktuasi atau roda kehidupan yang terus berputar. Disuatu saat ada di atas dan disaat yang lain ada di bawah.
            Banyak tetangga yang Kepala keluarganya bekerja sebagai buruh pabrik dengan sistem kontrak, atau bekerja disuatu perusahaan swasta kemudian di PHK, atau pensiunan pegawai negeri, di tambah dengan semakin naiknya biaya hidup, biaya kesehatan, biaya pendidikan yang kesemuanya membuat kelompok ini termasuk  ‘ Kelompok miskin yang terabaikan oleh pemerintah ‘, tidak mendapat fasilitas tunjangan dan bantuan sosial dari pemerintah karena dianggap mampu.
            Untuk itulah perlu adanya usaha untuk memberdayakan kelompok yang terabaikan ini. Lalu pertanyaannya bentuk usaha apa yang dapat dikembangkan di areal komplek perumahan yang tidak memerlukan lahan yang luas.
            Salah satu usaha tersebut adalah pembentukan Kelompok Tani Perkotaan.  Kenapa disebut Tani Perkotaan. Hal ini merupakan suatu analog bahwa petani perkotaan ini sama seperti petani di desa yang sehari-hari membudidayakan tanaman demikian pula dengan Petani Perkotaan adalah orang yang mampu membudidayakan tanaman untuk keperluan diri, keluarga dan lingkungannya dengan segal keterbatasan yang ada.  Dalam hal ini diperlukan kemampuan dan keterampilan dalam membudidayakan di lahan sempit, system hidroponik, system budidaya vertical, pembuatan pupuk organic sendiri, pembuatan pupuk hayati sendiri, dengan demikian pertanian perkotaan mampu merubah potensi yang ada disekitarnya dan memodifikasi kondisi lingkungan untuk membudidayakan berbagai tanaman diantaranya adalah Anggrek. Anggrek menjadi prioritas karena selain ragam pesonanya yang sangat cantik dan juga nilai komersialnya yang cukup menarik.

Kelompok Tani Anggrek Perkotaan  ‘Macodes’
            Pemerintah Bogor melalui Dinas Pertaniannya mengembangkan Kelompok Tani Anggrek Perkotaan ‘Macodes’ di daerah kami, di Taman Cimanggu Bogor, Kelurahan Tanah Sareal Bogor. Kelompok ini merupakan salah satu kelompok Tani yang ada di Kotamadya Bogor.
            Kelompok Tani Anggrek Perkotaan ‘Macodes’ merupakan salah satu upaya pemberdayaan masyarakat perkotaan. Dalam hal ini targetnya adalah pensiunan, orang yang terkena PHK, ibu-ibu rumah tangga, pemuda-pemudi yang masih menganggur.
            Adapun bentuk usaha yang akan dikembangkan adalah pembenihan dan pembibitan anggrek, bekerjasama dengan Esha Flora dan isntansi terkait, Dinas Pertanian Bogor berkomitmen untuk menjadi Bogor sebagai kota anggrek….wah pasti cantik ya…kalau ada anggrek berbunga dimana-mana…
            Hal ini cukup realistik bila dilihat bahwa di bogor terdapat kebun raya bogor yang merupakan lembaga dengan koleksi anggrek terbesarnya, adanya IPB bogor merupakan lembaga riset dan pendidikan yang terkemuka yang dapat menopang iptek yang perlu dikembangkan, adanya badan-badan penelitian seperti Balithi (balai Penelitian Tanaman Hias), maka hal ini perlu di manfaatkan dan dikembangkan kearah pemanfaatan berupa usaha agrobisnis yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, yaitu pengembangan agribisnis pembenihan dan pembibitan anggrek dalam botol.
            Dalam realisasinya diperlukan adanya lembaga yang dapat membimbing dan mendampingi kelompok tani tersebut dalam hal ipteknya secara real. Untuk itu maka Esha Flora dengan sukarela bersedia membanu pengembangan kelompok Tani Perkotaan ini. Esha Flora adalah suatu lembaga yang memang sudah sejak awalnya menerapkan secara real kultur jaringan skala rumah tangga, dengan pengalamannya maka sudah banyak modifikasi dan terapan di dalam metodenya yang membuat kultur jaringan dapat dilaksanakan secara sederhana.

Pelatihan Kelompok Tani Anggrek
            Dalam realisasinya maka peningkatan kualitas SDM dalam menangani anggrek menjadi prioritas utama. Oleh sebab itulah maka Dinas Pertanian mengadakan Pelatihan Kelas Lapang yang dilakukan selama 10 minggu. Dengan materi melingkupi : pengenalan anggrek, teknik perawatan anggrek, teknik penyerbukan dan penyilangan anggrek, teknik penaburan biji dan penjarangan, teknik pencatatan dan dokumentasi, teknik budidaya bunga potong, penanggulangan hama penyakit dan masih banyak lagi.
            Dalam pengembangan kelompok ini, Dinas Pertanian akan memberikan modal yang akan digunakan sebagai modal awal untuk usaha.  Modal usaha tersebut akan dialokasikan untuk :
Pengembangan benih dan bibit anggrek botolan
Pembesaran bibit anggrek yang bernilai komersial.
Penjualan anggrek secara langsung sebagai sarana berlatih interpreneur.
Memporduksi benih/ buah anggrek dengan mengawinkan indukan yang bagus dan bernilai komersial.
Prioritas pengembangan berdasarkan kondisi perkotaan maka yang akan diperkuat adalah dalam hal pembibitan anggrek dalam botol.  Anggrek-anggrek yang berkualitas akan di perbanyak dengan metode kultur jaringan.  Dan dalam pelaksanaannya akan dilakukan dengan sistem inti plasma. Bagi anggota akan dibagi berdasarkan karakter orangnya siapa yang akan menangani pembesaran anakan anggrek, siapa yang akan melakukan trading, siapa yang akan melakukan pembibitan dlam botol.
Bagi anggota yang mengembangkan pembibitan dalam botol akan dilatih teknologinya dan akan diberi seperangkat alat tanam dengan menggunakan enkas. Dan akan diberi media kultur steril dan botol anggrek yang siap di subkultur atau diperbanyak.

Semangat Go Green dan Kelompok Tani Anggrek ‘Macodes’
            Di Rw 10 Taman Cimanggu Bogor, masyarakatnya sudah memilki semangat dan motivasi yang tinggi untuk menghijaukan lingkungan, bahkan tidak hanya hijau tapi juga warna warni bunga anggrek.  Di Rw 10 ini sudah dibentuk kelembagaan Go Green dan telah dibentuk tim satgas dan tim perencanaan yang terus menjaga agar kegiatan ini dapat terus berlanjut.
            Dengan adanya program Petani Anggrek oleh Dinas Pertanian, diharapkan akan dapat sinergis dengan program Go Green dan juga dapat meningkatkan kesejahteraan para warga.  Semoga program ini dapat berjalan dengan baik. Mohon bantuan, dukungan dan juga saran membangun. Terima kasih.

Bogor, 19 April 2011
Previous
Editor's Choice