Loading...

04 April 2010

Media Kultur Jaringan

Komponen Media Kultur Jaringan

Garam garam Anorganik
Setiap tanaman paling sedikit membutuhkan 16 unsur untuk tumbuh normal. Unsur yang dibutuhkan dalam jumlah besar disebut unsur makro, unsur yang sedikit dibutuhkan disebut unsur mikro. Yang termasuk unsur makro adalah Nitrogen (N), Fosfor (P), Kalium (K), Sulfur(S), Kalsium (Ca), dan Magnesium (Mg). Unsur NPK mutlak diperlukan , sedangkan unsur S, Ca, Mg boleh ada atau tidak , tetapi karena fungsinya sangat mendukung pertumbuhan jaringan maka akan lebih baik apabila unsur-unsur tersedia.

Vitamin
Vitamin-vitamin yang sering digunakkan dalam media kultur jaringan antara lain adalah tiamin (vitamin B1), Piridoksin (Vit B6) dan asam nikotinat.

Vitamin-vitamin ini umumnya terdapat didalam tanaman. Tiamin adalah vitamin yang esensial untuk hampir semua kultur jaringan tumbuhan. Fungsi tiamin adalah untuk mempercepat pembelahan sel pada meristem akar juga berperan sebagai koenzim dalam reaksi yang menghasilkan energi dan karbohidrat dan memindahkan energi, asam nikotinat penting dalam reaksi reaksi enzimatik, disamping berperan sebagai prekusor dari beberapa alkaloid, pemberian vit C bertujuan untuk mencegah terjadinya pencoklatan pada permukaan irisan jaringan.

Vitamin lain yang sering ditambahkan dalam medium kultur jaringan adalah : Niasin, glisin, Myo-inositol, asam folat, sianokabalamin, riboflavin, biotin, kolin klorida, kalsium pantetonat, piridoksin pospat.

Gula
Sukrosa yang sering ditambahkan pada medium kultur jaringan sebagai sumber energi yang diperlukan untuk induksi kalus. Sukrosa dengan konsentrasi 2%-5% merupakan sumber karbon, penggunaan sukrosa diatas 3% menyebabkan terjadinya penebalan dinding sel. Pengaruh rangsangan dari gula untuk pertumbuhan ditentukan juga dengan cara sterilisasinya. Penggunaan autoklav untuk sterilisasi dapat memberikan pengaruh baik atau buruk terhadap pertunbuhan tergantung gula yang digunakan dalam medium tersebut.

Glukosa dan fruktosa dapat digunakan untuk mengganti sukrosa karena dapat merangsang pertumbuhan beberapa jaringan. Pemilihan gula dan konsentrasi yang akan digunakan tergantung dari jaringan tumbuhan yang akan dikulturkan dan tujuan yang ingin dicapai.


Asam amino dan N organik
Asam-asam amino berperanan penting untuk pertumbuhan dan diferensiasi kalus. Kebutuhan asam amino untuk setiap tanaman berbeda-beda. Aspargin dan glutamin berperan dalam metabolisme asam amino, karena dapat menjadi pembawa dan sumber ammonia untuk sintesis asam-asam amino baru dalam jaringan.

Zat Pengatur Tumbuh
Zat pengatur tumbuh pada tanaman adalah senyawa organik bukan hara, yang dalam jumlah sedikit dapat mendukung, menghambat dan dapat merubah proses fisiologi tumbuhan. Zat pengatur tumbuh dalam tanaman terdiri dari lima kelompok yaitu auksin, giberelin, sitokinin, etilen dan inhibitor dengan cirri khas serta pengaruh yang berlainan terhadap fisiologis

Zat pengatur tumbuh sangat diperlukan sebagai komponen medium bagi pertumbuhan dan diferensiasi. Tanpa zat pengatur tumbuh dalam medium pertumbuhan terhambat bahkan mungkin tidak tumbuh . Pertumbuhan kalus dan organ-organ ditentukan oleh penggunaan yang tepat dari zat pengatur tumbuh tersebut

Persenyawaan kompleks alamiah
Contohnya adalah air kelapa, ekstrak ragi, juice tomat, ekstrak kentang dsb.
Bahan yang terkandung dalam air kelapa antara lain asam amino, asam-asam organik, asam nukleat, purin, gula, gula alcohol, vitamin, mineral dan zat pengatur tumbuh. Zat pengatur tumbuh dalam air kelapa 9-b-d ribofuranosyl zeatin, zeatin, n-n`-diphenyl urea.

Campuran Casein hiydrolisat dan ekstrak ragi merupakan sumber asam amino yang ditambahkan untuk memperbaiki pertumbuhan dan morfogenesis terutama media yang tidak mengandung ion ammonium.

Bahan Pemadat
Bahan pemadat yang sering digunakan adalah agar, keuntungan pemakaian agar adalah: agar membeku pada temperatur .. 45C dan mencair pada temperatur 100C, sehingga dalam kisaran temperatur kultur agar akan berada dalam keadaan beku yang stabil, tidak dicerna enzim tanaman, dan tidak beraksi dengan persenyawaan-persenyawaan penyusun media. Kandungan agar sedikit mengandung unsure Ca, Mg, K dan Na.

Kekerasan media meningkat secara linear pada pertambahan konsentrasi agar, kekerasan media juga dipengaruhi oleh jenis agar yang dipakai, pH media, dan penambahan arang aktif


Arang aktif
Arang aktif adalah arang yang sudah dipanaskan selama beberapa jam dengan menggunakkan uap atau udara panas. Bahan ini mempunyai daya adsorpsi yang sangat kuat.

Pengaruh penambahan arang aktif pada media dapat mengadsorpsi persenyawaan persenyawaan toxic yang dapat menghambat pertumbuhan kultur terutama persenyawaan fenolik dari jaringan yang terluka pada waktu inisiasi,dapat mengadsorpsi zat pengatur tumbuh sehingga mencegah pertumbuhan kalus yang tidak diinginkan dan merangsang perakaran dengan mengurangi tingkat cahaya sampai kebagian eksplan yang terdapat dalam media.

Arang aktif yang ditambahkan diusahakan merata dalam media, dengan cara dikocok setelah sterilisasi dalam autoclave sebelum membeku.

Buffer atau pH media
PH harus diatur sedemikian rupa sehingga tidak mengganggu fungsi membram sel dan pH dari sitoplasma. Sel-sel tanaman membutuhkan pH yang sedikit asam berkisar 5,5-5,8.

Pengaturan pH biasanya dilakukan dengan menggunakkan NaOH (KOH) atau HCl pada waktu semua komponen telah dicampur, beberapa saat sebelumdisterilkan dalam autoclave. Penambahan asam amino seringkali sebagai buffer organik.


Bentuk fisik Media Kultur
Media tanam Kultur jaringan dapat terdiri dari media cair dan media padat. Media cair adalah media tanpa bahan pemadat agar

Macam Macam Media Kultur
Pada umumnya media kultur jaringan dapat dibedakan menjadi media dasar dan perlakuan. Media dasar mengandung hara esensial makro dan mikro, sumber energi dan vitamin.

Penamaan media dasar umumnya diambil dari peneliti yang pertama kali menggunakannya. Beberapa media dasar yang banyak digunakan adalah Media Murashige dan Skoog (1962), media White (1934) untuk kultur akar, media Nitsch dan Nitsch untuk kultur pollen, media Vacin and Went untuk kultur jaringan anggrek.

Pembuatan Larutan Stok
Pembuatan larutan stok merupakan langkah awal pembuatan media yang dipilih. Pembuatan larutan stok menghemat pekerjaan menimbang bahan yang berulang-ulang setiap kali membuat media.

Pembuatan larutan stok berdasarkan pengelompokkan dalam : stok makro, stok mikro, stok Fe, stok vitamin dan stok hormon. Stok hormon dapat disimpan antara 2-4 minggu sedangkan stok hara 4-8 minggu.

Dengan adanya larutan stok, pembuatan media selanjutnya hanya dengan teknik pengenceran dan pencampuran saja.

Stok hara makro
Senyawa sumber unsur hara makro diperlukan dalam jumlah yang cukup besar. Oleh karena itu dibuat dalam stok larutan tunggal selain itu jenis anion senyawa sumber unsur hara makro tidak sama, kemungkinan hal tersebut akan mempercepat pengendapan larutan bila dibuat larutan stok tunggal.

Stok hara mikro
Unsur hara mikro sangat sedikit diperlukan dalam pembuatan media. biasanya larutan hara mikro dibuat dengan kepekatan 200kali konsentrasi akhir media dan bahan yang diperlukan masih cukup kecil jumlahnya. Oleh karena itu larutan stok unsur hara mikro dapat dibuat sebagai stok campuran.

Larutan stok vitamin
Bila vitamin bukan merupakan perlakuan artinya semua media menggunakkan konsentrasi vitamin yang sama, maka larutan stok vitamin dapat dibuat stok campuran

Larutan stok zat pengatur tumbuh
Zat pengatur tumbuh umumnya hanya dibutuhkan dalam jumlah sedikit. Proses penimbangan zat pengatur tumbuh untuk larutan stok sulit digeneralisasikan, karena biasanya zat pengatur tumbuh merupakan perlakuan dalam media kultur jaringan.

Bookmark and Share

Peta Lokasi Esha Flora


View Esha Flora in a larger map

Tissue culture - Penelusuran Blog Google

- Kultur jaringan -

Web Blog Teman